BERDOA

Sebagai seorang hamba yang penuh dengan kelemahan, manusia memang sudah semestinya  selalu bergantung dan memohon petolongan kepada Allah swt, Tuhan yang Maha Segalanya. Sebab tidak ada daya dan kekuatan apapun yang dimiliki oleh manusia selain karena kasih saying dan pertolongan Allah swt. Seorang hamba yang mengakui keberadaannya yang sangat lemah dan bergangung kepada Allah swt, tentu akan jauh lebih baik ketimbang  mendahulukan kesombongan diri yang seoalh tidak memerlukan pertolongan dari Tuhan.

Manusia sebagai hamba Allah memang tidak mempunyai hak untuk  menyombongkan diri, karena semua yang ada dalam dirinya adalah karena pemberian dari Allah swt dan yang berhak untuk berbuat sombong itu hanya Allah semata. Kita juga mengetahui sejarah yang dialami oleh makhluk yang somobong, seprti Firaun misalnya yang sangat sombong dan bahkan mengaku sebagai Tuhan, lalu bagaimana Allah swt  memberikan hukuman kepadanya, saat di dunia dan lebih ebih nanti di akhirat. Kita juga pastinya sangat paham bahwa semua pihak yang berlaku sombong pasti akan menderita akhir hayatnya.

Para Nabi dan utusan Allah swt yang pasti juga mempunyau kelebihan disbanding dnegan manusia lainnya, tetapi diantara mereka tidak ada satu pun yang berlaku sombong, bahkan sebaliknya mereka malah berlaaku sangat sopan dan rendah hati. Bagitulah seharusnya yang  dijalani oleh manusia yang lemah. Jadi bukan  melakukan permusuhan serta menentang kepada Allah swt, melainkan justru harus tunduk dan merendahkan diri di hafdapan Allah swt, karena memang hanya Allah lah yang Maha Kuasa  dan seluruh makhluk di dunia ini  utnduk dan bergantung kepada Nya.

Kalaupun ada manusia yang  sedikit diberikan kekuatan oleh Allah untuk mampu berbuat sesuatu yang tidak mampu dikerjakan oleh orang lain, maka iu bukan kekuatannya sendiri, melinkan diberikan oleh Allah swt. Karena itu seharusnya  kekuatan tersebut dimanfaatkan untuk kemaslahatan  manusia, bukan sebaliknya untuk menaakut nakuti manusia atau untuk melakukan hal hal yang dapat merugikan kebanyakan manusia.  Demikian juga jika ada sebagian manusia yang  diberikan kelebihan dalam hal apapun oleh Allah swt, sebaiknya jangan berpikiran bahwa itu adalah murni hasil kerjanya, tetapi dia harus mensyukuri karena itu berarti pemberian dari Allah swt.

Kalaupun manusia telah banyak diberikan karunia oleh Allah swt, tetapi menyadari semuanya itu karena Allah swt, maka  masih diwajibkan bagi manusia tersebut untuk selalu memohon yang terbaik dari Allah swt, serta tidak boleh sedikitpun berlaku sombong karena itu justru akan dapat menyebabkan  musnhanya  semua karunia Allah swt tersebut. Semakin manusia merendahkan diri kepada Allah swt, maka dia akan semakin baik di mata Allah swt. Kita dapat melihat kehidupan para nabi yang meskipun mempunyai kelebihan disbanding orag lain, namun mereka tetap saja berlaku rendah hati kepada smeua orang dan tidka pernah sedikitpun berlaku sombong.

Kehidupan para Nabi juga selalu cenderung bergangung kepada Allah swt, karena mereka sangat menyadari bahwa semua yang dilaukannya tersbeut semata hanya karena kemurahan Allah swt. Mereka selalu bersyukur kepada Allah swt atas apa yang telah mereka terima. Demikian juga cara hidup para ulama  salaf yang baik, pasti mereka selalu memohon kepada Allah swt dan kemudian juga selalu besyukur kepada Allah atas apapun yang diterima dari Allah swt, bik secara lahir tampak enguntungkan ataupun sebaliknya secara lahir tampak merugikan.

Hal tersebut diyakini bahwa  apapun yang diputuskan oleh Allah adala yang terbaik untuk mereka. Mereka sangat yakin bahwa mungkin bagi manusia sesuatu yangterjadi dianggap sebaai sebuah kerugian dan kesusahan, tetapi justru menurut Allah swt adalah sebuah keberuntungan. Dan begitu juga sebaliknya sesuatu yang tampak bagi manusia sebuah keuntungan, ternyata bagi Allah adalah sebuah kerugian dan  musibah. Karena itu jika manusia percaya secara penuh kepada Allah swt, seharusnya tidak akan pernah berburuk sangka kepada Allah, apapun yang diputuskan Nya.

Jika kita membuat perumpamaan ialah  bahwa smeua yang ada dan melekat pada diri kita adalah pemberian dan kasih saying dari Allah swt, bukan dengan sendirinya ada. Kelengkapan anggota tubuh, fungsi anggota tubuh, dan juga semua  anggota tubuh adalah pemberian Allah swt, dan jika Allah mengambilnya sedikit saja, biasanya kita akan merasakan kesakitan yang luar biasa. Semisal ketika  kita mengalami musibah dan sebagian anggota tubuh kita harus hilang, maka barulah kita merasakan betapa anggota tubuh yang utuh itu merupakan sebuah karunia yang luar biasa.

Bahkan kesehatan juga mestinya kita sikapi sebagai sebuah anugerah yang paling hebat, karena sedikit saja kita kehilangan sehat tersebut kita akan kehilangan banyak hal, termasuk harta yang digunakan untuk berobat dan lainnya. Semisal ketika kita kehilangan sehat di gigi kita, kita sudah pontang panting kesakitan dan mungkin juga akan  menyalahkan banyak pihak. Demikian juga pada saat sebagian anggota badan kkta sedang dicoba sakit atau kesehatannya dicabut oleh Allah swt, maka kita juga pasti akan merasakan betapa sakitnya dan kita akan berusaha mencari pengobatannya.

Padahal semua itu  adalah  keputusan Allah swt, mungkin hanya sekedar mencoba para hamba Nya untuk sadar apakah mereka segera kembali dan mengingat kepada Allah swt ataukah sebaliknya malah semakin menjauh dari Nya. Bagi kiya yang mempunyai keyakinan banr tentu akan segera sadar bahwa semua itu hanyalah cobaan dari Allah dan  pada saat kita kembali meminta  kesembuahan kepada Nya dan juga berwasilah dengan obat obatan, tentu akan segera di berikan kesebuhan dari sakit etrsebut, atau mungkin juga  Allah membuat keputusan lain tetapi itu juga untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Terkadang memang ada sebagian orang yang tidak mempercayai kekuatan doa dan mengabaikannhya, padahal kalua kita mempercayainya dan  sangat mengharapkan  kasih saying Nya, pasti Allah akan memberikan sesuatu yang kita inginkan, meskipun jalannya dapat beraneka ragam. Para ulama salaf yang salih dahulu akan sangat mempecayai kekuatan  dan kedahsyatan doa dan  karena itu kebanyakan doa mereka akan segara dikabulkan oleh Allah swt. Llau pertanyaannya ialah mengapa saat ini banyak doa yang dipanjatkan oleh banak orang juga, namun sangat jarang dikabulkan?

Nah, kalau itu mungkin ada persoalan lainyang  terkait dnegan persyaratan doa. Kita tahu bahwa  untuk memohon kepada Allah dan sekiranya akan dikabulkan tentu harus dipenuhi beberapa syarat, yang diantaranya ialah kesucian jiwa melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi apakah halal ataukah haram, lalu juga pakaian yang dikenakan apakah dibeli dai sesuatu yang halal ataukah dari yang haram. Menurut imam Ghazali bahwa ntuk sebuah doa yang dikabulkan itu harus dipenuhi beberapa syarat, yakni mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsi itu harus berasal dari sesuatu yang halal. Demikian juga pakaian yang dikenakan juga harus dari sesuatu yang halal. Lalu yang terakhir ialah  saat berdoa juga harus berkonsentrasi penuh kepada Allah swt.

Intinya kita memang harus terus memanjatkan doa kepada Allah swt untuk kebutuah kita, karena kita memang membutuhkan Allah swt  dalam hidup ini. Tanpa berdoa, maka kita justru dapat terkontaminasi sifat sombong karena seolah kita tidak membutuhkan bentuan Allah swt. Semoga kita akan selalu ingat untuk berdoa kepada Allah swt., amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.