MEMBUAT KEPUTUSAN

Setiap orang pasti pada suatu ketika aharus memutuskan, apapun itu, sebab hidup itu adalah sebuah pilihan dan setiap orang harus memilih, Bahkan untuk sekedar makan atau tidur pun juga  harus memilih, walaupun pilihannya sangat ringan dan tidak mengandung rsiko. Jika orang sudah mulai ingin hidup berkeluarga, maka dia harus mulai memutuskan dan memilih diantara  para calon yang nantinya akan mendampingi hidupnya. Setelah mendapatkan calon yang dianggap cocok pun kemudian dia harus memilih dan memutuskan lagi, kapan peresmian hubungan tersebut dilaksanakan, dengan rame rame atau hanya sederhana dan lainnya.

Setelah itu  mereka juga harus memutuskan untuk tinggal di mana, lalu ingin mempunyai anak berapa dan  bekerja apa dan lainnya. Pendeknya orang hidup itu memang harus memilih dan itu pasti membutuhkan  keputusan yang mantap, termasuk anak anaknya nanti akan disekolahkan di mana. Pada saat nangti sudah bekerja atau mempunyai usaha sendiri, maka  keputusan demi keputusan juga harus diaambil karena dalam perjalanan selama bekerja atau berusaha, pastilah akan banyak hal yang membutuhkan keptusan dan itu juga seklgus me nyangkut masa depan yang diinginkan.

Mengingat semua itu, maka setiap orang  harus mem;persiapkan diri untuk dapat memilih dan memutuskan setelah didahului oleh pertimbangan matang denagn mem;erhitungkan banyak hal. Jika aorang tidak terbiasa dengan perhitungan dan pertimbangan, maka kebanyakannya justru akan menyesal karena melakukan keputusan yang tidak cermat dan cenderung  sembrono. Sesungguhnya untuk hal tersebut yang terpenting ialah bagaimana kita kita membekali diri dengan keyakinan yang benar terhadap Allah swt, lalu kita konsisten dalam mem;pertahankan semua yang benar yang datangnya dari Allah swt.

Artinya kita harus mengikuti kebenaran yang memang jika dijalankan pasti akan memberikan ketenangan hati dan ;pikiran. Ikut ketentuan yang sudag diatur tengtu akan menjadi sebuah pilihan utama karena itulah yang akan mam;u meberikan ketenangan jiwa dan sekalogus menyelamatkan dri kita dari kemungkinan kemungkinan buruk yang bakal menimpa. Jika seseorng mempunyai usaha  niaga yang harus dikembangkan, maka dia harus memilih memutuskan sesuatu yang menurut keyakinannya akan mengungtungkan dan memberikan ketenangan jiwanya.

Sama dengan profesi lainnya semacam sebagai seornag pendidik, tentu dia juga harus  memberikan nilai kepda pada peserta didiknya sesuai dengan kondisi riil nya meskipun ada tekanan dari banyak penjuru. Demikian juga pada saat memberikan penilian keputusan akhir apakah anak didik tersbeut lulus ataukah harus mengulang, maka sebagi seorang pendidik yang jujur dan mempertahankan integritas, harus berani untuk memberikan penilaian yang sebenarnya, meskipun mungkin akan mendapatkan resiko berat karena adanya  pihak lain yang menginginkan sebaliknya.

Pada saat saat tertentu  juga pasti ada tekanan yang jika tidak kuat imannya  akan menjadikan orang tersbeut  dapat menyeleweng dari kebenaran.  Kita tahu pada saat memasuki tahun pelajaran baru dan banyak orang ingin memasuki sekolah atau perguruan tinggi tertentu, lalu dengan keterbatsaan prestasi yang ada kiranya akan berat bagi anak tersbeut untuk masuk di sekolah atau perguruan tinggi tertentu, maka dicarilah cara lain yang sekiranya akan mampu  menyampaikan gtujuannya. Nah, kalua ini yang terjadi, maka  bagi mereka yang berintegrits tinggi, patsi akan menentang, namun bagi kebanyakan rang  ternyata  akan mau “menolong” orang yang sesungguhnya tidak berhak tersebut.

Sesungguhnya bagi seorang pendidik yang baik, pasti hal hal tersebut akan menjadi ganjalan dan menjadi pertentangan antara hati njurani dengan keinginan untuk berbuat baik kepada seseorng. Pertentgangan batin itulah yang pada saatnya akan menjadi kendala terberat bagi kemajuan pendidikan dan kualitas yang diinginakn tercapai. Kita menyadari bahwa  kemampuan  masing masing orang tengtu tidak sama, dan itu dapat dipastikan akan mempengaruhi prestasi yang dicapai oleh masing masing anak. Nah kalau kita kemudian memaksakan seorang anak yang tidak level prstasinya dengan  kebanyakan anak anak lainnhya, justru akan membuat anak tersebut  semakin ketinggalan dan mungkin malah akan gagal.

Begitu pentingnyaa  mengambil keputusan yang tepat dan baik, sehingga semua orang harus berlajar untuk memutuskan yang terbaik dalam bidang apapun.  Memang kita akui ada beberapa pihak yang tidak peduli dengan segala keputusan, karena orang tersebut biasanya memang tidak mempunyai tujuan hidup, sehingga hidupnya bagaikan mati. Dia tidak akan mengambil pusing apapun tentag dirinya dan dia juga tidak peduli dengan apa yang mestinya diputuskan.

Kalau saat ini kita sedang memikirkan keputusan apa yang terbaik untuk institusi kita, tentu itu merupakan pertaruhan berat untuk masa  depan. Jika kita memang memikirkan masa depan yang terbaik, sudah pasti kita akan berpikir bagaimana  keptusan yang kita buat akan mendukung keinginan tersbeut sehingga memnag harus dipertimbangkan secara matang sebelum diputuskan. Setiap orang bijak pasti tidak akan sembrono dalam mengambil keputusan, karena akibatnya pasti  akan menjadi pertimbangan tersendiri dan begitu seterusnya akan selalu berantai akibat yang akan ditimbulkannya.

Sudah barang tentu bukan hanya persoalan institusi semata, melainkan juga  tentang berbagai hal yang menyangkut masa depan kita, termasuk tentang masa depan rumah tangga dan keluarga kita. Pada saat kita mengambil keputusan tentang tempat tinggal tentu juga harus sudah dipikirkan tentang masa depan. Bagaimana mungkin kita dapat hidup dengan nyaman jika tempat tinggal kita tidak nyaman untuk hidup berkeluarga? Lalu terkait dengan pendidikan anak dan lingkungan perkembangan mereka dan lainnya. Mungkin bagi mereka yang tidak terbiasa berpikir masa depan, akan dengan mudah mengambil keputusan tentang tempat tinggal tersebut, namun kemudian biasanya  akan diralat dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Meralat keputusan memang tidak salah, namun pasti akan menimbulkan ongkos dan “kerugian” tersendiri. Untuk itu pertimbangan secara matang tentang segala sesuatu termasuk tempat tinggal tersebut mesti harus dilakukan secara cermat. Demikian juga tentang pekerjaan dan juga  pasangan hidup, karena ini merupakan  keputusan yang sangat penting, maka  sekali lagi harus dipikirkan dan pertimbangkan secara matang. Banyak rumah tanggal gagal mewujudkan  kehidupan  yang Nyman dan bahkan akhirnya berpisah gara gara tidak ada pertimbangan matang dan komitmen untuk mempertahankannya.

Jadi untuk  segala sesuatu memang harus dipertimbangakn secara matang dan mantap serta penuh perhitungan. Dengan demikian apa yang kita putuskan akan menjadi sesuatu yang dapat kita banggakan dan pelihara hingga akhir. Nmun ada juga  terlalu mempertimbangkan tentang berbagai  hal, lalu dapat menghambat pengambilan keputusan, sehingga akan merugikan juga bagi dirinya. Artinya jika  terlalu dibayangi tentang kegagalan tentang sesuatu yang akan diputuskan dan tidka mempunyai keberanian, tu juga merupakan sikap yang kurang baik, karena pasti akan menghambat pengambilan keputusan dan selamanya akan menjadi peragu.

Krena itu sikap yang paling baik ialah jika kita tetap mempertimbangkan segala sesuatu, namun tidak ragu saat harus mengambil keputusan, dan berani menanggung resiko yang diakibatkan oleh keputusannya sendiri. Dengan begtu hidup akan menjadi nyaman karena tidak monoton, melainkan ada dinamika yang memebrikan kebebasan kita untuk berpikir dan bertindak yang tentu harus dibarengi dengan pemikiran yang benar.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.