MENJADI ORANG BAIK

Mungkin kalau kita bertanya kepada semua orang tentang apakah mereka ingin menjadi orang baik, pasti jawabannya “ya”, tetapi kita tidak tahu apakah perbuatan  orang tersebut selalu baik dan ingin baik, sebab saat ini ternyata banyak orang yang ingin hidup praktis tanpa memikirkan nilai kebnaikan, melainkan hanya semata ingin mendapatkan keuntungan bel;aka.  Jika ada tawaran untuk mendapatkan sesuatu dengan melanggar aturan, maka  kebanyakan orang akan menyiyakan dan mengikutinya mesksipun dengan resiko akan mendapatkan kendala dalam bidang aturan hukumnya.

Jadi keinginan untuk menjadi baik itu mungkin hanya sepontas belaka, dan selebihnya akan mengikuti kondisi dan situasi yang memungkinkan. Menjadi orang baik itu bukan melihat kondisi dan situasi, melaionkan  harus didasarkan kepada hati nurani dan kemudian dipertahankan dnegan konsisten dalam kondisi seperti apapun. Dengan dmeikian  menjadi baik itu merupakan sebuah perjuangan yang tidak mudah, karena pasti akan berhadapan dngan banyak kendala dan godaan yang sungguh luar biasa kuatnya.

Jika orang tidak kuat imananya untuk menjadikan dirinya sebagai orang baik, tentu akan dengan mudah terpeleset menjadi sebaliknya. Orang baik itu akan tetap memperlakukan baik kepada semua orang termasuk mereka yang memperlakukannya dengan sangat buruk sekalipun. Jika  ada orang yang menggangunya atau mengejek atau menyakitinya, pasti  orang baik tetap akan berbuat baik tanpa ada pembelasan atau sakit hati dan dendam. Ibarat berlian, maka meskipun berlian tersbeut dicampur dengan kotoram sekalipun, maka berlian tersbeut akan tetap menjadi berlian yang berbeda dengan kotoran.

Jika kita ingin mengetahui kondisi sesungguhnya  orang baik tersebut, secara mudah kita dapat mengkaca kepada baginda nabi Muhammad saw yang meskipun banyak cercaan dan hinaan, namun beliau tetap menyayangi semua orang dan memperlakukan mereika dengan baik. Tidak pernah sedikitpun mereka di kutuk atau sekedar diodoakan buruk dan sejenisnya. Itulah kebaikan yang sejati. Jika kita belum mampu untuk mempraktekkan semua  atau keseluruhan sikap beliau, setidaknya kita akan mampu melakukan hal hal baik dan tidak membalas keburukan dnegan keburukan pula.

Mungkin banyak orang yang kemudian berkesimpulan bahwa orang baik yang demikian  tidak akan mungkin ada di atas dunia ini, namun kita harus yakin dan kita sendiri harus membuktikannya bahwa kita mampu melakukannya, meskipun  masih di bawah level Nabi. Untuk itu  kita memang harus terus berusaha menjadi orang baik, yakni dengan selalu berbuat baik kepada siapapun dan tidak pernah sakit hati jika disakiti atau diperlakukan dengan tidak senonoh. Angaplah smeua perbuatan buruk yang ditujukan kepada kita tersebut sebagai sebuah ujian bagi kita dan kita harus mampu untuk melewatinya dengan mulus.

Memang untuk menjadi orang baik tersebut kita harus  menjalaninya sendiri dan berusaha sendiri, mungkin dapat dimulai dengan  terus melakukan sedekah kepada orang orang kurang mampu di sekitar kita, lalu berusaha menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan kita. Pertolongan tidak harus berupa harta, melainkan semua pertolongan yang  dapat kita berikan. Dengan membiasakan diri untuk selalu ebrbuat baik tersbeut, insyaallah akan semakin memudahkan kita untuk menjadi orang baik. Allah pasti akan mempermudah jalan menuju kebaikan jika kita berniat tulus dan berusaha dengan  sungguh sungguh.

Kita juga harus yakin bahwa dengan ebrbuat kebaikan maka  akan semakin banyak sahabat sejati bagi kita, bukan hanya sekedar sahabat yang ingin mendekat saat kita jaya dan kemudian kabur pada sata kita sedang menderita. Kita membutuhkan sahabat sejati, karena baik di dunia maupun di akhirat nanti peran seorang sahabat sejati itu sungguh luar biasa menguntungkan, bahkan  akan mampu menolong kita dari kesusahan. Kita tentunya juga yakin dengan  sabda Nabi Muhammad saw yang menyatakan bahwa siapapun yang mempermudah urusan saudaranya, maka Allah pasti akan mempermudah persoalannya.

Allah swt juga akan selalu menolong hamba Nya selama hamba tersbeut selalu menolong saudaranya. Itulah modal dan  kepercayaan kita sehingga tidak perlu ada keraguan sedikit pun untuk selalu ebrbuata baik dan menolong pihak lain terutama yang membutuhkan pertolongan kita.  Sebagai seorang manusia kita memang harus saling memberikan pertolongan, karena menyadari keberadaan kita yang serba lemah dan perlu pertolongan. Memang pertolongan yang kita perlukan ialah dari Allah swt, namun terkadang kita juga perlu wasilah peertolongan etrsbeut dari hamba hamba Nya sehingga lebih memudahkan kita.

Kita juga  harus percaya bahwa terkadang Allah itu menjelma atau menyuruh hamba Nya untuk memerankan  sesuatu  dan menguji kepada kita, dan kita harus menyadarinya sehingga kita dapat memperlakukan hamba yang  menjadi jelmaa tersebut  dengan baik. Seperti misalnya pada saat kita sedang mendapatkan karunia dari Allah swt berupa  kelapangan rizki, lalu tiba tiba datang seseroang yang membutuhkan bantuan, meskipun dia itu seorang pengemis dekil yang tidak level, namun kita harus menagnggapnya bahwa itu adalah  utusan Allah untuk megguji ke-pada kita.

Jika kiota kemudian mau memperlakukan pengemis tersbeut dnegan baik dan kita juga berbagi rizki kepadanya, tentu itu menjadi sebuah kebaikan yang memang segharusnya kita jalankan, karena sesungguhnya rizki yang kita punyai hanyalah titipan dari Allah swt, lalu bagaimana kalau kemudian Allah memintanya melalui pengemis tersbeut kita tidak memberikannya? Tentu Allah swt tidak berkanan, dan lalu kita tidak dianggap bersyukur kepada Nya. Karna itu  mari kita selalu mewaspadai semua keadaan yang ada di sekitar kita dan selalu berprasangkan baik kepada siapapun yang datang kepada kita.

Untuk menjadi baik, kita memang  tidka boleh membeda bedakan orang, karena semua orang itu hamba Allah swt, baik yang tampak terhormat maupun yang sebaliknya. Justru kita harus mau menolong mereka yang  berada di bawah kita dalam hal harta karean itu menjadi tugas kita untuk memberikan bantuan kepada sesama hamba Allah swt. Jika kita memberiikan bantuan kepada mereka yang  secara lahir tampak baik dan mampu, maka kita juga harus mau memberikan bantuan kepada mereka yang lemah dan tidak mampu. Justru pemberian kita kepada mereka yang lemah itu menjadi lebih baik ketimbang pertolongan kita kepada mereka yang tampak mampu.

Biasnaya orang akan suka memberikan peertolongan kepada mereka yang tampai mampu ketimbanga mereka yang tampak tidak mampu, karena  mungkin ada sedikit harapan bahwa merka yang ditolong dan mampu, pada suatu ketika akan membalas menolong kita. Namujn  pe4rhitungan yang demikian sesungguhnya tidak patut, karena pertolongan kita seharusnya tulus karena Allah set dan tidak perlu meminta balasan dari prang yang kita tolong.  Meminta balasan itu hanya  cukup kepada Allah swt semata yang pastyi Maha Kaya dan  ketika membalas juga tidak perhitungan dengan apa yang kita keluarkan.

Memang tidka mudah untuk melakukan hal etrsbeut, karena diperlukan perjuangan dan usaha keras  untuk menunduklkan hati dan pikiran kita yang biasanya cenderung kepada ketidak tulusan. Semoyga kita mampu menjalani kehidupan untuk menjadi baik dengan usaha yang keras dan mendapatkan ridlo dari Allah swt. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.