BERJIWA BESAR

Persoalan akan selalu muncul baik yang terkait dengan posisi kita maupun yang terkait dnegan institusi kita, karena itu dibutuhkan jiwa besar untuk tidak larut dengan apa yang menggoda kita. Memang ada kalanya kita harus melakukan usaha sesuatu, namun jika prinsip kita sudah kita yakini sebagai sesuatu yang harus terus dipertahankan, maka pantang bagi kita untuk melanggarnya, apalagi kalau kemudian pelanggaran etrsebut akan mengurangi integritas kita sendiri. Mnejaga kewibawaan itu menjadi sebuah keniscayaan walaupun terkadang dianggap merugikan.

Orang yang berjiwa besar dan menjaga diri dari melacurkan diri, pastinya tidak  akan  menyenagkan kepada orang yang berharap  orang tersebut melakukan hal hal yang biasa ditempuh oleh kebanyakan orang. Orang yang  berintegritas timnggi dan mempertahankannya sedemikian rupa pastinya akan selalu menjaga dirinya terus dalam kebenaran dan  menjauhkan diri dari setiap sikap yang dapat menceburkan diri ke dalam kubangan, walaupun mungkin untuk sementara waktu terlihat menguntungkan.

Kita memang harus percaya kepada Allah swt  seratus persen dan jangan sampai sedikitpun meragukan Nya, karena semua keputusan Nya pastyi  baik bagi kita. Kita memang harus yakin  dalam menghadapi apapun karena tanpa ijin Allah swt, pasti sesuatu yang diupayakan dengan sekuat tenaga sekalipun, pasti tidak akan pernah terwujud. Tuhan pasti sudah mempunyai scenario yang sangat bagus dan bagus untuk smeua orang, karena itu jika kita memeprcayakan kepada Nya  seratus persen, pasti Dia juga akan memutuskan yang terbaik bagi kita.

Kita pasti akan menemukan banyak jhal yang disodorkan kepada kita untuk kita ambil dan tempuh, namun  sangat mujngkin apa yang disodorkan tersebut akan berakibat baik kepada kita tetapi ada kalanya  akan berakibat buruk untuk kita, karena itu kita harus benar benar selektif dalam memilihnya dan  menjalankannya. Jika kita yakin bahwa  pilihan kita tersbeut baik dan diperkirakan akan  memuluskan jalan kita, maka  bolehlah diambil, namun jika menurut perkiraan kita jalan tersbeut justru akan memperburuk kita, maka kita harus tegas untuk menolaknya.

Hidup ini memang konpetisi yang  setiap orang harus memainkan  perannya masing masing sesuai dengan hati nuraninya. Mengejar ambisi itu boleh asalkan tidak melanggar aturan main yang sudah ditetapkan. Tidak ada yang melarang kita untuk mengejar cita cita, apapun cita cita kita etrsebut, asalkan bukan untuk kemaksiatan. Akan tetapi kita mestinya juga harus mengaca diri, apakah cita cita kita tersebut  sangat mungkin kita gapai ataukah tidak atau cita cita kita etrsebut layak untuk kita raih ataukah tidak dan lainnya.

Kita tentu mempnya ukuran secara  pribadi mengenai keinginan tersbeut. Jika menurut kelayakan dan  perhitungan kiota keinginan tersebut akan membuat diri kita semakin  dekat kepada Tuhan dan akan emmbuat kemaslahatan bagi banyak umat manusia, maka sebaiknya keinginan tersebut kita kejar dengan cara yang baik. Namun jika sebaliknya, maka sebaiknya kita mundur secara teratur dan tidak lagi memaksakan kehendak dan niat serta ambisi hanya untuk mengejar sesuatu yang sama sekali tidak menguntungkan masa depan kita sendiri.

Jika seseorang mempunyai keinginan untuk memimpin sebuah daerah tertentu, lalu dia mengukur dirinya akan sanggup untuk menunaikan amanah dengan baik, yakni emmajukan daerah etrsebut dan juga akan mampu menyejahterakan rakyatnya, maka sebaiknya dikejar keingian tersebut, tetapi tetap harus mengindahkan rambu rambu aturannya, sehingga kalau keinginan etrsebut benar benar dapat diraih akan mampu membuat kenyamanan dan kepuasa hati  dan tidak malah menyengsarakan pihak lainnya.

Namun sekali lagi jika dia mengukur bahwa dia tidak akan mampu melakukan perubahan terhadap kondisi yang ada dan mungkin hanya akan membuat banyak kesalhan atau bahkan mungkin merugikan, maka sebaiknya tidak usah diupayakan, karena itu artinya  dia sedang menuju kepada kehancuran dirinya. Kita harus mempercayakan segala sesuatunya kepada Allah swt karena semua keputusan itu atas kehendak Nya sebagaimana  diutarakan di atas.

Itulah arti dari berjiwa besar yang tidak semata mengejar ambisi, melainkan dengan keinginan untuk mengabdi dnegan tulus dan iengin membuat kemaslahatan yang lebih. Artinya  kita harus mampu mengendalikan diri untuk tidak mengejar ambisi jika hal tersbeut justru akan menyengsarakan diri dan memperberat tugas diri. Kita harus mampu belajar untuk ikhlas untuk tidak meneruskan keingiann yang hanya akan mebuat persoalan baru, baik bagi diri kita sendiri maupun kepada pihak lain.

Meskipun kita yakin tidak banyak orang yang berjiwa besar, karena itu kita dapat menyaksikan betapa banyaknya orang yang mebngejar ambisinya, meskipun dia sendiri tahu sesungguhnya dia tidak pantas untuk hal tersbeut. Itu hanya untuk memuaskan nafsunya sesaat semata dan sama sekali tidak berpikir mengenai kemaslahatan umat. Terlalu banyak orang  tidak memperhitungkan segala sesuatunya, melainkan hanya ingin mendapatkan sesuatu dengan dasar nafsu semata. Akibatnya kemudian banyak kerusakan di mana mana dan terkadang malah dirinya menjadi stress  dan tidka dapat ebrpikir rasional.

Hanya orang yang beriman dengan tebal sajalah yang mampu mengendalikan dirinya dan itu berarti berjiwa besar untuk tidak meneurskan keinginan yang tidak akan membawanya kep[ada kemaslahatan. Memang kasihan kepada mereka itu karena dia akan jatuh ke jurang yang akan emmbuatnya semakin sakit dan terpuruk. Lain halnya dengan mereka yang berjiwa besar, maka ketika  rakyat memutuskan aiap yang di[ilih pasti dengan tulus dia akan menerimanya dan bahkan mngucapkan selamat kepada yang dipilih oleh rakyat. Meskipun dia berusaha untuk mendapatkannya, tetapi dia yakin smeua itu sudah menjadi keputusan Tuhan.

Untuk itu sekali lagi kita memang harus  dapat memperkirakan diri kita dalam posisi apapun, karena tanpa mampu mengukur diri sendiri, maka yang terjadi ialah  ketidak puasan dan akhirnya justru malah akan menyengsarakan diri sendiri. Kalau itu yang terjadi kita justru tidak akan mampu menyumbangkan ide dan pemikiran kita yang terbaik, melainkan  sebaliknya kita hanyan akan menjadi pecundang yang  keberadaannya justru sangat merugikan banyak pihak.

Timbulnya perselisihan dan pertentangan diantara banyak kubu ialah disebabkan oleh ketidak puasa pihak tertentu dan kemudian melakukan upaya tertentu yang justru mengganggu situasi dan kondisi yang sudah kondusif. Coba kalau semua orang dapat menerima apapun keputusan yang dibuat oleh pihak yang memang diberikan kewenangan untuk memutuskan, pastinya dunia akan tenang dan kondisi aman akan tercipta. Namun kiota sangat paham bahwa saat ini belum banyak orang yang mampu menerima keputusan yang tampak merugikan dirinya, sehingga ada upaya untuk mempersoalkannya meskipun alasannay dicari cari.

Jika kita emngacu kepada pemilihan umum yang baru saja terjadi, maka  sampai saat ini ternyata peroalanya belum selesai meskipun seharusnya sudah  dapat ebrkonsentarsi untuk melakukan hal hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Waktu banyak tersita untuk mengurusi perselishan yang seungguhnya tidak pelu terjadi. Semoga ke depan kita mampu menadi orang yang berjiwa besar sehingga semua persoalan akan mudah diselesaikan tanpa harus menyisakan   Pr untuk masa mendatang.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.