MENGHORMATI TEMPAT IBADAH

Tempat tempat ibadah bagi orang beragama iti merupakan tempat suci dan dimuliakan, bukan saja oleh umat bersangkutan, melainkan juga oleh sleuruh umat beragama yang sadar denagn statusnya. Karena itu idealnya memang semua umat beragama mampu menghargai tempat ibadah, baik milik umat seagamanya maupun milik umat lainnya. Bahkan Negara juga memperlakukan hal tersebut dnegan sangat baik, yakni  seseorang dapat dipidana karena melecehkan atau menghina agama, dalam hal ini termasuk tempat ibadah agama.

Rasa keagamaan  setiap orang meskipun berbeda, namun jika sudha menyentuh persoalan yang  menyinggung agama secara umum, dapat dipastikan akan banyak orang yang mudah tersinggung dan akan mampu melakukan apapun demi kehormatan agamanya. Karena hal itulah, maka  sangat dianjurkan untuk tidak menyentuh persoalan agama tersbeut karena dikhawatirkan akan dapat menyulut kerusuhan dan perbuatan lain yang tidak diinginkan. Bahkan beberapa waktu lalu karena persoalan ketersinggungan mengenai agama tersebut  orang akan mampu melakukan pembakaran terhadap perkampungan.

Beruntung bagi orang yang melakukan hal tersbeut di lingkungan masyarakat yang sudah menyadari pentingnya kerukunan dan saling menghargai, sehingga tidak akan main hakim sendiri, bahkan  mungkin hanya menyerahkan  persoalan tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dnegan ketentuan hukum yang berlaku. Jika tidak beruntung orang yang melakukan penghinaan terhadap sebuah agama akan  babak benjut diadili oleh massa dan beru kemudian diserahkan kepada pihak berwajib.

Berepa hari yang lalu kita mendapati informasi yang sangat mengejutkan yakni adanya seorang perempuan yang masuk ke dalam masjid tanpa copot sepatu dan membawa anjing serta marah marah. Saat dinasehati oleh orang orang di dalam masjid, malahan  marah dan mengamuk lagi sambil berteriak teriak mencari suaminya. Ini tentu sudah merupakan pelecehan tempat ibadah umat muslim, karena siapapun pasti tidak akan berani untuk masuk ke dalam masjid tanpa mencopot alas kakinya, namun ini malahan smabil membawa anjing lagi.

Untunglah masyarakat disekitar masjid tersebut tidak kalap dengan menghakimi perempuan tersbeut, namun kemudian mereka melaporkannya kepada kepolisian sehinggapolisis kemudian membawanya ke kantor untuk dimintai keterangan  dan diproses sesuai dwengan hokum. Sesungguhnya kita menjadi bertanya Tanya mengapa di alam  Indonesia yang sudah sedemikian  baik, masih ada jenis manusia yang tidak mampu emnghargai tempat ibadah umat muslim, bahkan  umat sesame agama dia saja pada mengecamnya dan tidka dapat mengerti dengan apa yang dilakukannya.

Beruntunglah saat ini  perempuan tersbeut sudah berada di tangan pihak berwajib dan sedang dilakukan pengecekan apakah dia  skait jiwa ataukah sedang stresss dan lainnya sehingga nekat melakukan hal tercela tersebut. Pihak kepolisian juga tentu akan  cermat dalam memeriksanya karena menyangkut banyak aspek, khussnya yang terkait dnegan penyakit yang bersangkutan. Banyak yang  berharap bahwa perempuan tersbeut diberikan hukuman yang berat, karena dengan sengaja mengacak acak masjid sebagai tempat ibadah umat muslim.

Banyak pula yang  mengatakan bahwa tidak mungkin dia itu gila atau stress karena paklaiannya juga rapi dan dapat menyetir mobil sensdiri serta mampu mengatakan sesuatu yang sepetinya diyakininya benar. Karena itu jika ada keterangan yang menyatakan dia sakiot jiwa maka harus didalami dnegan benar, atau mungkin mempunyai riwayat sakit jiwa maka juga harus didalami dnegan seksama, agar kita tidak terkecoh oleh ulahnya atau mungkin oleh [ihak lain di kemudian hari.

Pada saat awal menerima informasi dan video tersebut, banyak umat muslim yang giti giti  ingin emmukul perempuan tersebut, karena memang sudah keterlaluan, yakni sudah masuk masjid tanpa mencopot alas kaki, lalu membawa anjing dan marah marah pula. Bahkan diantara masyarakat muslim yang untungnya jauh dari tempat kejadian perkara yang ingin melupuhkan perempuan tersbeut agar jera  dan juga agar orang lain taidak akan meniru perbuatannya. Namun untunglah  masyarakat di lingkungan masjid tersbeut cukup rasional dan tidak melakukan hal hal yang bersifat main hakim sendiri dan lebih memilih menyerahkannya kepada pihak berwajib.

Siapa yang tidak tergerak jiwanya melihat masjid  sebagai tempat ibadah yang suci bagi umat islam di acak acak dengan emmbawa anjing lagi, padahal kita juga tahu bahwa binatang anjir=ng bagi sebagian ebsar umat muslim Indonesia itu najis dan tidak layak untuk mendekat masjid, apalagi ini malah dibawa masuk dan diletakkan di dalam masjid. Bahkan orang yang tidak pernah melakukan ibadah di dalam masjid pun pasti akan ikut tersinggung dengan perbuatan perempuan tersebut.

Memang Negara kita adalah Negara hokum yang   segala sesuatu yang melanggar huykum harus diproses  sesuai dengan hokum yang berlaku. Namun terkadang kita juga dapat memahami jika suatu ketika ada pelanggaran yang sangat keterlaluan dan menyakiti serta menyinggung keimanan umat lalu umat bertindak cepat dengan melakukan  sesuatu yang  di luar proses hokum.  Walaupun tentu kita sangat berharap seluruh masyarakat akan rasional dan  dalam kondisi yang baimanapun tetap mendahulukan proses hokum ketimbang emosi yang pasti akan merugikan diri sendiri.

Kita yakin bahwa kasus  perempuan masuk masjid tanpa mencopot  alas kaki dan membawa anjing tersbeut diketahui oleh masyarakat Indonesia dan merka mengecam dan mengutuknya, termasuk masyarakat seagama dia, karena perbuatan tersbeut memang merupakan perbuatan nista yang sangat tidak patut dilakukan oleh umat beragama. Namun karena itu sudah terjadi, maka  yang dapat kita lakukan ialah bagaimana kita mampu emncegah segala kemungkinan sertupa di berbagai tempat agar kondisi umat dapat terus terjaga kesejukannya.

Kita sangat yakin bahwa umat berama apapun pasti akan mengutuknya dan kita juga akan  berusaha untuk menunjukkan sifat arif kita bahwa kita tidak akan main hakim sendiri, melainkan  harus  memperlakukannya sesuai dengan prosedur hokum yang berlaku. Biarlah aparat penegak hokum yang akan memberikan hukuman kepadanya dan tentu kita hanya berharap bahwa  penegakan hukum memang harus dijalankan demi kebersamaan dan kebaikan bersama.

Umat dan bangsa Indoensia adalah umat yang relisuius dan  karena itu masing masing umat saling menghargai kepercayaan dan agama masing masing, termasuk tempat tempat ibadah mereka. Persoalan keyakinan adalah persoalan yang sangat sensitive, karena itu kita tidak boleh mengganggu sedikitpun persoalan keyakinan tersebut, karena akibatnya akan fatal dan dapat memecah kebersamaan yang selama ini sudah terjalinn dengan sangat baik. Tentu peran para tokoh sangat diharapkan akan mampu memberikan keteladanan dan ketenteraman bagi warga yang akhirnya  juga akan menjadi salah satu factor penentu keberhasilan pembinaan dalam bidang keyakinan tersebut.

Semoga kasus tersbeut akan mampu memberikan perhatian kepada smeua pihak agar  mawas dan tidak akan terulang kasus yang sama sehingga keinginan kita untuk tetap menjaga kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat tetap akan dapat kita pertahankan. Kita memang harus saling mengingatkan untuk kebaikan dan menjauh dari p[erbuatan tercela serta dilarang. Mudah mudahan kasu tersebut merupakan kasus terakhir yang kita temui di negera kita ini, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.