KENAPA KITA DIANJURKAN UNTUK BERSIKAP BAIK KEPADA ORANG MISKIN?

Kecenderungan banyak orang ialah jika dia akan s eang dan mudah untuk bersikap baik kepada orang orang yang mampu dan kaya, namun justru agam kita menganjurkan untuk berbuat baik kepada mereka yang miskin. Lalu apa maksudanya?  Tentu kita tahu bahwa merea yang kebetulan ditakdirkan miskin itu  mempunyai banyak perasaan yang tidak nyaman, dan serba salah, karena posisinya yang dmeikian, maka biasanya mereka itu akan enggan untuk melakukan inisiatif lebih dahulu, karena sangat mugkin akan ada penolakan dan lainnya.

Untuk itu mereka yang kaya seharusnya memulia inisiatif untuk melakukan sesuatau, semisal mengajak berkomunikasi dnegan mereka yang berada di level bawahnya dalam persoalan duniawi, atau menyapa dan sejenisnya. Kta memang tidak layak untuk memperlakukan mereka yang miskin sebagai pihak yang harus menghormati kita, melainkan justru kitalah yang harus mampu menghargai mereka  dan meperlakuikan mereka dengan baik.Syukur syukur kita mau membantu mereka dalam urusan keduniaannya, karena smeua yang ada di tangan kita sesungguhnya hanyalah titipan dari Allah swt semata.

Jika kita mamp[u bersikap demikian itu artinya kita sudah mampu membahagiakan orang lain yang msikin, karena mereka sudah akan snagat bangga jika kita sapa dan kita ajak berkomunikasi, apalagi kalau sesekali kita mengunjungi rumahnya. Kalu kita berharap mereka yang mendatangi rumah kita, kemungkinannya ialah sangat sulit, karena pasti mereka akan merasakan sungkan dan  kemungkinan bearnya tidak akan terlaksana. Jika kita memang berniat untuk bersikap baik kepada mereka tentu kitalah yang harus menyambangi mereka dan  seluruh inisiatif memang harus dating dari kita, bukan dari mereka.

Posisi mereka yang lemah secara ekonomi pasti akan mempengaruhi  hubungan dnegan  kita yang dianggap lebih baik secara ekonomi. Karena itulah agama kita menyuruh kita untuk bersikap baik kepada mereka yang miskin secara harta. Kita juga harus tahu bahwa  jika terjadi kerjasama yang baik diantara kita dengan orang orang msikin tersbeut, tentu akan sangat baik, karena  merka mempunyai sesuatu yang kita butuhkan, meskipun tidak harus kita minta.

Para masakin  mempunyai keistimewaan doa yang  akan dikabulkan oleh Allah swt jika mendoakan kepada pihak lain. Untuk itu jika kita mau berbuat baik dan memberikan sessuatu kepada mereka, tentu mereka dengan senang hati akan mendoakan kepada kita, sehingga kita akan mendapatkan keuntungan yang besar. Apa yang kita berian kepada mereka sesunggunnya tidak ada seberapanya jika dibandingkan dnegan doa mereka kepada kita, karena kita tahu bahwa Allah swt pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita jika para masakin etrsbut mau dnegan tukus mendoakan kepada kita.

Disamping itu jika kita menyadari bahwa  substansi dari baik ialah jika kita mampu berbuat baik kepada siapapun, termasuk kepada mereka yang berbuat tidak baik kepada kita. Kalu hanya kita berbaik  kepada orang yang bersikap baik kepada kita maka itu bukan sebuah ukuran kebaikan karena itu sama dengan balasan saja, tetapi jika kita mampu berbuat kebaikan kepada mereka yang ebrbuat buruk kepada kita, maka barulah itu sebagai ukuran kebaikan kita. Baik itu ketia berada di sekumpulan keburukan, pasti tetap akan tampak kabaikannya karena baik itu sebuah sikap yang tidak akan pernah sirna oleh kebnurukan.

Sebagai conothnya ialah nabi Muhammad saw , beliau ketika diperlakukan tidak baik oleh uamt lain yang memang selalu memusuhinya,  beliau tetap berbuat baik kepada mereka tanpa harus  ada  rasa yang janggal, apalagi  dendam. Saat mereka yang memuhi beliau memperlakukan kepada beliau dnegan  ungkapan yang sangat menyakitkan pun beliau tetap  mampu untuk berbuat baik, sampai sampai saat disuapi dengan tangan beliau sendiri, orang itu masih nerocos dengan hujatan kepada beliau, meskipun orang tersbeuit tidak menyadarti bahwa yang sedang menyuapi ialah beliau baginda Nabi Muhammad saw.

Baru setelah dia menyadari bahwa orang yang selama ini selalu dihujat dan dikatakan sebagai setan dan sejensinya, ternyata adalah orang yang selama ini pula yang menyuapinya setiap hari. Lalu dia menyadari dan kemudian menyatakan tentang pertaubatannya dana kemudian menyatakan keislamannya dengan mengakui Allah swt sebagai Tuhan dan Muhammad saw sebagai utusan Nya. Itulah yang seharusnya menjadi motifasi kita untuk selalu memperlakukan pihak lain dnegan sangat baik tanpa mengharap balasan apapun darinya.

Kalaupun kita belum mampu bersikap sebagaimana Rasulullah saw, setidaknya kita akan dapat berbuat dan bersikap yang mendekatinya. Kalu kita berniat dnegan sungguh sungguh, maka kita akan mampu berbuat baik kepada siapapun, kita pun juga akan dapat memberian santunan kepada mereka yang lemah secara ekonomi, meskipun mereka bukan seiman dengan kita, Kita juga dapat memosisikan diri kita sebagai pihak yang mewakili Tuhan dalam menyampaikan amanah harta yang dititipkan kepada kita untuk disampaikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Alangkah indahnya hidup ini jika  smeua orang yang kaya dan mapan mau berbuat sesuatu untuk mereka yang miskin, karena dengan begitu nantinya  jurang yang menganaga diantara kaya miskin akan dapat dipulihkan dnegan sikap yang baik dan berteman dengan mereka tanpa masalah dan tanpa memandang status social mereka. Allah itu tidak akan melihat seseorang dari sisi harta dan juga status social, melainkan pasti hanya akan melihat dari sisi htai dan amalananya, dengan dmeikian sesungguhnya apa yang kita perbuat hanyalah sebagai penguat semat tentang kebersamaan yang  sudah hakiki.

Kondisi dunia saat ini yang sangat timpang disebabkan oleh sikap mereka yang kaya yang tidak mau memeankan diri mereka sebagai perantara  amanah Tuhan kepada mereka, sehingga mereka yang miskin terus akan menjadi miskin untuk selamanya dan bahkan secara turun temurun. Namun jika kita mau memangkasnya sedmeikian rupa dengan mencoba untuk mengangkat anak anak mereka dalam hal pendidikan dan tentu pada saatnya pada hala yang terkait dengan kesejahteraannya, pastinya pada saatnya jurang tersebut akan semakin sempit.

Kita sekaligus juga dapat mengamalkan dan merenungkan  makna dan kandungan surat al Maun yang mengancam siapapun yang tidak mempedulikan anak anak yatim dan membiarkan orang orang msikin tenpa ada upaya untuk mengnentaskannya. Mereka diancam dengan diberikan label sebagai pendusta agama meskipun mereka sangat rajin dalam beribadah individual dan mungkin juga telah ebrbuat baik kepada pihak lain, tetapi bukan kepada anak anak yatim dan orang orang miskin.

Untuk itu semua mari mulai saat ini kita merenungkan perintah dan himbauan untuk berbuat baik kepada para masakin yang saat ini jumlahnya sungguh sangat spektakuler di lingkungan kita.  Bahkan yang terpenting jangan sampai justru kita mencoba menciptakan miskin miskin baru melalui sikap kita yang tidak mempedulikan mereka dan bahkan malah mendorong agar mereka menjadi semakin miskin. Naudzubillah.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.