PRINSIP DALAM CARA MEMANDANG

Mungkin ada sebagaian orangyang sama sekali tidak mempedulikan mengenai apa yang seharusnya dilakukannya, khususnya terkait dengan cara memandang kita. Mereka beralsan bahwa cara memandang itu menjadi urusan pribadi yang sangat tergantung kepada keinginan masing masing, sehingga tidak perlu diatur oleh siapapun. Kesimp[ulan dalam pandangan tersbeut juga  diserahkan sepenuhnya kepada masing masing orang.

Namun kita tentu juga mempunyau pandangan lain terhadap cara pandang tersebut, karena akan dapat mempengaruhi sikap kita selanjutnya. Karena itulah  melalui riwayat dari Rasulullah saw, beliau menyandarkannya kepada Allah bahwa salah satu yang diperintahkan oleh Allah ialah bagaimana kita seharusnya memandang orang lain. Sebagaimana kita tahu bahwa seharusnya kita memandang kepada orang yang berada di bawah kita dalam hal  harta atau hal keduniaan, sebab dengan melakukan hal tersbeut, kita akan  terpacu untuk selalu bersyukur kepada Allah swt.

Kenapa kita diatur untuk selalu memandang kepada orang yang berada di level; bawah kita, sebab  dengan selalu menyaksikan bahwa keberadaan dan kenyataan hidup kita ternyata lebih nyaman dan lebih baik ketimbang orang lain tersbeut akan mampu memberikan  semacam kesimpulan bahwa ternyata Allah swt sangat saying kepada kita dengan emmberikan karunia Nya yang lebih banyak kepada kiota ketimbang orang lain tersbeut, Untuk itu sangat tidak layak jika kita tidak selalu merasa bersyukur kepada Allah swt.

Sebaliknya jika kita melihat dan memandang kepada orang yang berada di level di atas kita, tentu yang ada ioalah kita akan selalu merasa tidak disayangi oleh Allah swt dan  Allah lebih memilih yang lain ketimbang kita. Akibat lebih lanuitnya iala sikap kita yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah kepada kita, karena kita masih merasakan kekuranagn kasih saying Nya. Itulah yang menyebabkan kenapa kita memang harusnya memandang kepada orang yang levelnya berada di bawah kita.

Namun kalau dalam bidang pengetahuan dan ilmu, tentunya harus dibalik, yakni kita harus selalu memandang orang yang berada  di level di atas kita, sebab dengan begityu kita akan terpacu untuk selalu belajar dan belajar agara kita mendapatkan ilmu yang tinggi sebagaimana orang lain tersebut. Jika kita sudah  puas dnegan apa  yang kita dapatkan dalam kaitannya dngan pengatahuan dan ilmu, maka  kita tidak akan mampu meningkatkan ilmu dan pengetahuan kita, karena rupanya kita tidak mempunyai keinginan lagi untuk belajar lebih giat.

Apalagai kalau kemudian kita hanya memandang kepada mereka yang berada di bawah kita dalam bidnag pengetahuan dan ilmu ini, maka kita akan merasa puas dan merasa pandai, padahal ilmu kita hanyalah sangat sedikit. Kesombongan biasanya juga dapat muncul karena sikap etrsebut, karena itu sekali lagi Allah swt memang menghendaki kita harus mampu memandang  kepada mereka yang berada di level lebih tinggi dari kita dalam bidang ilmu dan pengetahuan.

Kita dapat membayangkan betapa  kita akan  merasakan puas dan tidak mau lagi belajar meningkatkan ilmu dan pengetahuan kita jika yang kita lihat mereka ternyata sudah berada di bawah kita. Berbeda tentunya jika kita mau melihat orang lain yang lebih dala hal pengetahuan dan ilmu, pasti kita akan terpacu untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang  relative tinggi sebagaimana orang lain yang kita lihat.

Kita juga tahu bahwa  ada  dua hal yang kta boleh iri dan kepingin untuk mendapatkannya, yakni orang yang dikasih harta banyak oleh Allah swt dan  dia membelanjakannya untuk keptningan yang hak dan menolong pihak lain sehingga  seluruh hartanya tersbeut dihabiskan atau ditasarrufkan untuk hal hal yang hak. Sedngkan  yang kedua ialah orang yang  mempunyai ilmumpengetahuan banyak dan digunakan untuk kemanfaatan alias dimanfaatkan untuk keptningan banyak orang dan tidak hanya disimpannya sendiri.

Dengan mengacu kepada riwayat etrsbeut maka  kita memang dibolehkan atau bahkan sangat dianjurkan untuk berkeinginan mendapatkan ilmu yang banyak dan kemudian diamalkan untuk keppentingan banyak orang.  Dengan adanya gjhirah untuk mendap[atkan ilmu yang banyak tersebut, akan dapat menarik  minat kita untuk selalu meningkatkan ilmu kita dan sekaligus juga mengamalkannya untu kepentingan masyarakat banyak.

L3ebih jauh dalam sebuah hadis yang lain juga pernah dikatakan bahwa amalm seseorang itu akan habis dan terputus saat dia meninggal dunia,  namun ada tiga amalannya yang tidak akan pernah putus, yakni sedekah jaariyah, ilmu yang bermamnfaat dan juga anak salih yang mendoakan kepadanya. Jadi ilmu yang bermanfaat itu sekaligus juga akan dapat menjadi salah satu yang dapat kita andalkan untuk kehidupan  dan kesejahteraan di alam akhir nanti. Untuk itu  sekali lagi kita memang harus mau memandang kepada mereka yang berada di level lebih tinggi dari kita dalam hal ilmu dan pengetahuan.

Ilmu  dengan  harta itu memang sangat berbeda, meskipun keberadaannya dapat disingkronkan. Artinya  bilamana kita mempunyai harta yang banyak, maka kita dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, melalui  memberikan  honor kepada pihak lain yang akan memberikan pencerhan kepada kita dan juga masyarakat sehingga kita akan bertambah pengetahuan dan ilmu. Atau jika kita sudah mempunyai banyakmilmu dan pengetahuan,  lalu kita  mampu mendapatkan harta, maka harta tersbeut pasti akan  kita manfaatkan secara maksimal untuk kepentingan yang lebih  banyak.

Sikap tersbeut tentu akan sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan yang kita miliki, sebab tanpa ilmu pengetahuan yang cukup, biasanya  diri kita akan dikuasai oleh nafsu yang cenderung  menyesatkan dan menjauhkan kita dari  hal hal yang baik dan bermnafaat bagi banyak orang. Krean itu ilmu pengetahuanlha yang akan mampu melawan dan menjauhkan diri kita dari nafsu serakah yang berpotensi untuk menjauhkan diri kita dari kebaikan dan dari Allah swt.

Pendeknya kita memang harus  mampu menempatkan diri dalam cara memandang sesuatu, yakni jika terkait dengan harta dan keduniaan, maka sebaiknya kita mengarahkannya kepada mereka yang berada di level di bawah kita, sedangkan jika terkait dnegan ilmu pengetahuan, maka pandangan kita harus kita arahkan kepada mereka yang berada di level di atas kita. Dengan demikian kita  satu langkah sudah mendapatkan kemudahan dalam  menjadikan diri kita sebagai hamba Tuhan yang terbaik dan sekaligus juga menyahuti  himbauan Rasulullah saw.

Apa yang disampaikan oleh Rasul;ullah saw tentunya mempunyai kebaikan  untuk umatnya. Tidak terkecuali juga  semua yang diperintahkan oleh Allah swt untuk hamba Nya, meskipun disikapi berbeda oleh hanba Nya  namun yang pasti  semuan itu untuk kebaikan  hamba hamba Nya. Kasih saying Allah itu sungguh sangat luar biasa besar kepada hamba Nya, hanya saja terkadang para hamba Nya tersbeut salah dalam menilai dan menyikapinya. Namun tidak  mengapa karena Tuhan tidak akan  memperlaklukan hamba Nya dengan tidak adil, meliankan smeua yang diputuskan oleh Nya pasti sangat baik utnuk para hamba Nya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.