MENGIMPLEMENTASIKAN KANDUNGAN ALQURAN

Meskipun masa ramadlan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki semua amalan, termasuk  keinginan untuk menjalankan isi kandungan kitab suci alquran, namun bulan syawwal pun juga tetap sangat baik untuk hal tersebut. Mungkin terlalu luas  kata kata isi kandungan alquran, namun jika kita mengelompokkan isi kandungannya  tentu kita akan menemukan  hal yang mudah untuk diungkapkan, yakni seluruh kandungan alquran ialah tentang perintah menjalankan kebajikan dan melarang perbuatan mungkar dan kemaksiatan. Jadi kalau kita menyatakan ingin mengamalkan isi kandungan alquran itu berarti kita akan menjalankan  kewajiban dan sekaligus menjauhkan diri dari semua larangan.

Muara  dari menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan ialah sikap taqwa yang biasanya juga didefinikan sebagai menjalankan semua kewajiban dan perintah dan menjauhi larangan. Sedangkan perintah printah yang ada di dalam alquran tentu juga perintah yang terkait dengan kewajiban umat manusia, dalam kapasitasnya sebagai khalifah Tuhan di bumi dan dalam hubungannya dengan sesame umat manusia, alam semesta dan juga kepada Allah swt.

Manusia mempunyai kewajiban individual yang  memang sudah ditetapkan oleh Allah swt, speerti kewajiban menjalankan ibadah shalat, kewjiban mengeluarkan zakat atas harta bendanya, kewajiban menjalankan puasa Ramadlan, dan juga kewajiban menjalankan ibadah haji ke baitullah.  Dalam kaitannya dengan alam semesta  manusia juga mempunyai kewajiban menjaga  kelestarian alam, menjaga keasriannya, ketertibannya dan juga kelestariannya. Sedangkan  dalam kaitannya dengan sesame umat, manusia juga mempunyai kewajiban untuk saling menghormati, menghargai, menjaga, menolong dan  menasehati.

Bahkan jika kaitannya dengan kedua orang tua, manusia juga mempunyai kewajiban yang lebih khusus yakni  menghormati dan taat kepada mereka sepanjang mereka juga taat kepada Allah. Jika mereka durhaka kepada Allah, maka kewajiban manusia hanyalah menghormati dan memperlakukan mereka dengan baik tanpa harus mengikuti arahan mereka. Tentu masih banyak keajiban lainnya yang mengikuti pola kehidupan masing masing orang.

Sedangkan untuk hal yang terkait dengan upaya menjauhi  larangan, maka manusia juga mempunyai banyak larangan dalam kaitannya dengan hebungannya dengan Allah swt sekaligus juga  dalam hubungannya dengan alam lingkungan dan sesame. Manusi  dilarang untuk membuat kerusakan, membuat keonaran, melakukan  p[erbuatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain, berzina, mencuri, merampok, menganiaya, membuat sakit kepada pihak lain, dan segala perbuatan munghkar dan maksiat.

Manusia juga dilarang untuk berani membantah dan menyakitkan perasaan orang tua, sahabatnya sendiri, dan pihak lain.  Manusia juga dilarang untuk memakan makanan yang diharamkan semacam daging babi, makanan hasil mencuri atau menipu dan sejenisnya. Sudah barang tentu masih banyak lagi ketentuan yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar atau dijalankan, karena akan dapat menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Itulah beberapa hal yang memang harus disikapi oleh manusia jika ingin  menjadi pihak yang dianggap menjalankan isi kandungan alquran.

Ketika kita merinci isi kandungan alquran tentu akan jauh lebih anyak lagi ketentuan yang harus dilakukan oleh manusia dan sekaligus juga diupayakan untuk terus dijalankan karena memang sebagai sebuah keniscayaan bagi eksistensinya. Namun sekali lagi kalau disimpulkan dalam bahasa yang simple  memang hanya akan muncul kata kata perintah sebagai kewajiban dan cegah sebagai larangan. Semua itu dimaksudkan agar manusia menjadi baik dan selamat serta tidak akan mengalami hal hal buruk yang akan menyulitkannya.

Kandungan  alquran juga kaya tentang cerita yang dapat diambil hikmahnya, semacam cerita umat terdahulu berserta para utusan Allah swt, cerita orang orang shalih zaman dahulu dan juga cerita para Nabi dengan segala  romantika hidup beserta umatnya  yang mempunyai watak yang berbeda beda. Sebagian diantara umat tersebut  mentaati para utusan Allah dan sebagiannya yang lain justru malah menentang dan berusaha memerangi mereka. Nah dengan kondisi etrsebut kita  akan mampu menyimpulkan apa sesungguhnya yang sudah terjadi dan bagaimana kita akan menyikapinya.

Kita juga dapat menarik pengertian bahwa beruntung bagi kita sebagai umat nabi Muhammad saw, karena meskipun kebanyakan usia umat Muhammad relative pendek, namun mereka mampu berinvestasi besar untuk kehidupan akhirat mereka, sebaliknya  meskipun umat para nabi terdahulu usianya panjang panjang, namun untuk urusan investasi akhirat mereka akan kesulitan  mendapatkannya. Umat nabi Muhammad saw memang diberika keistimewaan tersendiri oleh Allah swt, yakni seluruh amalnya akan dilipat gandakan jika  dijalankan dengan penuh ketulusan.

Sebagai contohnya ialah kewajiban menjalankan shalat yang lima waktu tetapi nilainya sama dengan lima puluh waktu, karena  perbuatan baik yang dijalani oleh umat Muhammad saw akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat, bahkan dalam  kesempatan lain dapat digandakan menjadi beratus kali. Jadi  usia sesungguhnya tidak emnjadi masalah karena yang terpenting ialah bagaimana kita mampu untuk berbuat kebajikan dan memberikan manfaat bagi pihak lain, lebih lebih jika perbuatan yang kita jalankan tersebut memang sangat jelas kebaikannya.

Terkait dengan  cerita  orang orang munafiq di dalam alquran juga dapat memberikan inspirasi bagi kita untuk mawas diri agar kita tidak ditipu oleh orang yang mempunyai perangai sebagaimana ditunjukkan oleh orang munafiq tersebut. Orang munafiq itu penipu yang seolah emmbela kepentingan kita, namun dalam kenyataannya justru malah merugikan. Pada zaman nabi orang munafiq lah yang  selalu membuat ulah dan merugikan umat muslim karena mengadu domvba  denagn orang kafir. Mereka seolah memang membela umat muslim, tetapi ketika terjadi pertempuran yang sengit mereka justru malah lari menghindari padahal sebelumnya merekalah yang meberikan  semangat untuk berperang.

Pantaslah jika kemudian Nabi memberikan sifat yang melekat pada diri mereka yakni jika mereka berkata selalu saja berbohong, jika mereka berjanji pasti akan  mengingkari dan jika dipercaya pasti mereka akan mengkhianati dan begitu seterusnya. Jadi keberadaan mereka bukan menjadi solusi melainkan justru menjadi sumber masalah karena selalu saja berusaha untuk emngancurkan  dari dalam. Mereka akan sangat senang kita kita hancur dan mereka sedih jika kita gemilang mendapatkan kemenangan. Itulah perangai mereka yang mudah kita kenali.

Kisah kisah di dalam alquran juga banyak yang dapat kta jadikan sebagai teladan, karena mampu mengingatkan kita tentang kehidupan yang seharusnya kita jalani. Jika kita memutar cerita tentang firaun yang mengaku sebagai tuhan dan kemudian juga memaksakan kehendaknya agar smeua orang yang menentangnya  dapat ditumpas serta tidka diberikan sedikit pun kesempatan, kita dapat menilai bahwa firaun ini merupakan manusia serakah dan haus ekkuasan, padahal dnegan jel;as kekuasannya sangat terbatas, tetapi dia selalu menginginkan  yang  lain sesuai dengan nafsunya.

Lain halnya dengan kisah  karun yang sangat kaya tetapi sangat kikir dan tidak pernah memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menikmati hartnya. Pada akhirnya karun ditenggelamkan oleh Allah dalam tanah untuk selamanya beserta seluru hartanya sehingga semua orang akhirnya juga mengenalnya sebagai orang tamak harta dan mendapatkan hukumannya. Semua cerita tersebut tentu akan emnjadi pengamalan bagi kita untuk tidak tercebur dalam  hal yang sama. Satui satunya jalan ialah dengan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah swt dna menjauhi larangan Nya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.