HADIAH UNTUK SEBUAH KEBAIKAN

Tidak sia sia  saat mengenang beratnya mendapatkan harta sedemikian rupa, karena ternyata pada akhirnya dapat digunakan untuk memberikan hadiah kepada sebuah kebaikan yang akan membawa keuntungan bagi kita sejak di dunia hingga akhirtat nanti. Memndapatkan harta yang benar benar halal memang tidak mudah, apalagi kalau kemudian harus menabung untuk masa depan kita, tentu akan jah lebih berat. Akan tetapi jika kita emmang niat baik untuk melakukan kebaikan demi kebaikan, tentu Allah swt akan membukakan keberkahan dan kemudahan bagi kita, meskipun tentu bukan hanya dengan bim salabim.

Biasanya kita akan memikirkan bagaimana masa depan keluarga kita, terutama anak anak terkait dnegan perkembangan mereka, pendidikan mereka, kesehatan mereka dan lainnya. Lantas di luar pengetahuan kita anak anak ternyat  melakukan terobosan tersendiri yang sangat baik dan  membanggakan, yakni   mereka  mengambil kelas unggulan dengan tambahan menghafal alquran, lalu bagaimana  sebagai orang tua tidak bangga dan bersyukur kepada Allah swt, atas segala karunia tersebut?

Memang kemudian ada sebuah permintaan yang sesungguhnyacukup berat, namun dmi kesyukuran tersebut dan kesenangan, tentu smeuanya menjadi terasa ringan dan  sama sekali tidak terasakan sebuah beban. Jika setelah mengkhatamkan seluruh alquran dan kemudian  hanya meminta untuk mengunjungi baitullah berumrah, tentu itu permintaan yang snagat wajar dan sangat bagus. Sebagai orang tua kita tentu tidak akan menolokanya, karena disbanding dengan hafalan yang telah mereka lakukan, umrah bukanlah perbandingannya.

Apapun akan diusahakan untuk memenuhi permintaan tersebut, termasuk kalau harus  menjual barang berharga misalnya, akan tetapi selam memungkinkan tanpa harus memnujul barang berharga, maka itu jauah lebih baik, semisal harus menyisihkan kepentingan sendiri atau kepentingan tersbeut dapat ditunda untuk masa yang akan dating, sementara untuk pelaksnaan umrah  harus didahulukan agar mereka semakin bangga dengan kita dan  hafalan mereka akan semakin terpelihara dengan hati yang bergembira.

Sebagai orang tua tentu kita harus bangga dengan anak anak kita yang ternyata berhasil dalam studi mereka dan sekaligus mendapatkan tambahan bonus hafal kitab suci alquran. Lalu kenapa kita harus menunda permintaan mereka tersebut? Tentu tidak patut kita untuk mengingkari apalagi kalau kemudian harus tidak mengabulkan permintaan mereka. Tentu tidak sebanding antara kesulitan yang sudah mereka tempuh untuk menghafalkan seluruh alquran dengan  hadiah yang diminta. Akan sangat keterlaluan jika kita sebagai orang tua  tidak memenuhinya.

Memang sangat mungkin pada saat tertentu kita sedang kesulitan keuangan sehingga tidak dapat memenuhinya sekaligus, namun tentu kita harus berusaha untuk memenuhinya sesegara mungkin, termasuk apapun yang harus kita lakukan untuk memenuhi keinginan  mereka tersebut.  Terkadang ada sebagian orang yang berkeinginan agar anak anaknya dapat menghafalkan alquran, namun anaknya sendiri sama sekali tidak tertarik dan berkeinginan, sehingga harapan etrsebut hanya  akan menjadi harapan saja tanpa kenyataan.

Bahkan terkadang keinginan yang kuat etrsebut sampai dia harus semacam memaksa anaknya untuk mau menghafalkan, padahal sama sekali tidak ada niat di dalam dirinya, sehingga keterpakasaan tersbeut akan membawa kesengsaraan bagi anaknya. Kita tahu ada yang kemudian sampai beberapa tahun lamanya tidak pernah selesai menghafalkan, dan sebagiannya bahkan ada yang menyerah dan apa yang sudah dihafalkan  sebagian itupun  kemudian hilang tanpa tersisa sedikitpun.

Nah, kalau ini kemudian tanpa kita  menyuruhnya dan timbul dalam diri anak sendiri untuk menghafal, lalu apa yang  masih kita pikirkan. Jika kita berpikir positif bahwa alquran itu merupakan  mukhjizat Nabi Muhammad saw yang terbesar, maka kita pasti tidak akan pernah  berani untuk menyakiti dan mengecewakan hati anak kita yang sudah menghafal alquran tersbeut.  Untuk itu sekali lagi mari kita  rawat  keberadaan anak anak kita yang sudah mendapatkan kebaikan etrsbeut agar mereka  sampai akhirnya tetap akan memelihara kebaikannya tersebut.

Hadiah untuk sebuah kebaikan memang bukan hanya saat anak kita berhasil menghafal alquran, melainkan juga saat anak anak kita berhasil dalam prioses pendidikan mereka, semacam naik kelas dengan nilai yang bagus, atau saat lulus ujian akhir dengan predikat yang bagus atau saat mengikuti perlombaan apapun yang diikutinya dan emndapatkan prestasi yang bagus. Semua itu dimaksudkan agar mereka juga merasa bangga dan diperhatian sehingga   mereka akan semakin berusaha untuk berprestasi lebih.

Terkadang  kita sebagai orang tua ada yang  mengabaikan prestasi anak anak kita dan tidak emmberikan apresiasi apapun, termasuk mengucapkan selamat kepada mereka. Dalam hati mereka tentu  kecewa dan kurang bangga kepada kita, karena kita sama sekali tidak emmperhatikan mereka. Tentu akan beerbeda dengan apabila kita memberikan perhatian kepada mereka dalam setiap jegaian yang mereka ikuti, termasuk manakala belum berhasil dalam sebuah perlombaan. Support dan motifasi tentu akan memberikan bekal yang kuat pada diri mereka untuk mencapai prestasi yang lebi baik di masa mendatang.

Memang kita tidak boleh terlalu royal dnegan hadiah kepada anak anak,  karena hal tersbeut juga dapat berakibat buruk bagi mereka, Artinya kalau kta emmberikan apresiasi kepada mereka harus dilakukan dnegan cara yang wajar dan  mereka akan merasa bangga, bukan sebaliknya karena terlalu kita berikan sesuatu yang terlalu besar, maka  akhirnya mereka malah tidak berprstasi karena kebanggannnya sudah beralih ke persoalan hadiah dan materi. Tentu ini harus kita hindari dan  sebagi orang tua kita mesti harus mengetahui hal hal yang terkait dnegan perkembangan anak anak kita.

Mungkin memang bukan khusus  hadiah untuk sebuah kebaikan etrsbeut hanya dari kita kepada anak anak, melainkan juga dapat diberikan klepada pihak lain yang kita anggap pantas, semisal dari pasangan suami isteri kepada pasangannya yang telah membuat sebuah kebaikan dalam hal apapun. Memang romantic dalam kondisi tertentu antara suami isteri itu diperlukan untuk  mengusir kebosanan yang biasanya mudah menghinggapi mereka. Jika mereka terbiasa saling memberikan hadiah untuk kebaikan yang telah dibuatnya, maka kehidupan mereka pasti akan tambah bergairah dan menyenangkan.

Konsep keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah itu bukan saat  baru menikah saja, melainkan justru akan lebih penting pada saat perjalanan pernikahan sudah mencapai puluhamn tahun. Hakekat pernikahan itu jika  mereka mampu untuk tetap saling menjaga pernikahan dengan baik dan saling menyayangi serta saling percaya sehingga tidak ada dusta diantara mereka atau tidak ada kecuraiaagn diantara mereka.  Saat seperti itulah  dibutuhkan semacam  bumbu yang menyenangkan, mungkin dapat berupa hadiah dari pasangan dan sejenisnya.

Tradisi saling memberi hadiah memang  saat ini sudah agak kendur, apalagi kalau terkait dengan pihak lain, karena  ada semacam ancaman terkait dengan gratifikasi. Namun jika kita niatnya baik dan tidak ada keinginan untuk mendapatkan keuntungan dan manfaat dari pemberian hadiah tersbeut, tentu kita akan aman dan  tidak ada yang mencurigainya. Jika kita memberikan hadiah kepada kawan yang tidka ada hubungan pekerjaan, ataupun kepada saudara kita ataupun bahkan orang tua dan lainnya, tentu itu semua merupakan kebajikan yang tidak akan termausk gratifikasi yang haramkan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.