CIPTAKAN KEBERSAMAAN

Pesta demokrasi seharusnya menjadi ajang untuk saling ebrbuat kebaikan, karena di situlah akan dinilai seberapa jauh kebaikan orang yang akan  dip[ilih, baik itu sebagai pemimpin nasional maupun sebagai anggota legislative. Apalagi saat ini tidak sebegaimana  zaman dahulu saat meilih calon wakil rakyat hanya memilih tanda gambar dan smeuanya ditentukan oleh partai. Kita tahu bahwa saat ini  pemilihan ditentukan oleh rakyat, karena rakyat memilih orang tertentu untuk menjadi presiden atau wakil presiden dan juga memilih wakil daerah dan wakil rakyat. Dengan dmeikian seharusnya akan menjadi lebih baik.

Namun sayangnya para calon masih banyak yang sama sekali tidak mengharagi rakyat sehingga mereka berupaya membeli suara mereka melalui pemberian uang tertentu.  Kita juga santat menyayangkan rakyat yang mau dibeli saranya hanya dengan beberapa rupiah saja, padahal dengan begitu mereka yang membeli suara seolah akan dapat melakukan apapun, termasuk kalau harus  melakukan penyeleweangan dari apa yang semestinya menjadi hak rakyat. Itulah mengapa sampai saat ini korupsi dikalangan  angota legisl;atif masih marak.

Mungkin banyak orang yang mempertanyakan keakuiratan maslah ini, namun menurut saya  santat erat hubungannya antara  kasus korupsi dnegan proses perekrutan anggota  legislative. Kalau mereka dalam proses pencalonannya harus mengeluarkan modal besar, maka secara otomatis mereka juga ingin mengembalikan modal tersbeut, lalu mencari keuntungan berikutnya.  Secara teorits hal itu tidak akan pernah terjadi ketika semua proses dalam menjalankan amanah dijalankan dengan benar, karena  honor atau gaji yang diterima pasti tidak akan sebanding dengan modal yang sudha dikeluarkan.

Dengan begitu satu satunya cara ialah dnegan melakukan kegiatan lain baik yang ditempel legal  maupun yang benar benar menyimpang dan dengan resiko akan ditangkap KPK. Kalau hal ini terus berjalan, maka Negara ioni tidak akan pernah mencapai kemajuan yang diinginkan, karena  uang kesejahteraan rakyat pasti akan disunnat oleh mereka. Dalam kaitannya dengan ini rakyat juga ikut bersalah karena membiarkan hal itu terjadi dan dimulai sejak pencalonannya, kemudian juga tidak pernah melakukan pengawasan yang ketat sehingga mereka seolah memang benar benar merdeka untuk melakukan apa yang diinginkannya.

Itulah gambaran suram yang akan terus mewaranai kehidupan kita. Untuk itu kita harus menghe tikannya, yakni dnegan cara memutus tali rantai yang dimulaia dari pencalonan mereka, jangan sampai kita memberikan peluang kepada mereka untuk terus mempraktekkan hal tersebut. Artinya kita harus peduli dengan praktek yang seperti itu dan menghentikannya, baik secara langsung maupun memalui aparat yang ada dengan cara melaporkannya  dan sekaligus memberikan pelajaran kepada siapapun  agar kapok dan tidka mengulanginya lagi.

Saat ini kita menyaksikan sendiri betapa pemilu atau biasa disebut sebaai pesta demokrasi ternyata bukan menghasilkan kemaslahatan, melainkan justru kerusakan. Lihatlah terjadinya kerusuhan itu penyebab utamanya ialah provokasi dari para tokoh yang ambisius, coba kalau mereka memberikan contoh kearifan dan  menjalankan peran peran mereka dengan baik, termasuk ketika mereka ikut kontestasi, juga bersikap jujur dan akan meneria apapun hasil dan pilihan rakyat, tentu smeua akan menjadi terasa nyaman dan indah.

Sayangnya  begitu selesai pesta demokrasi, semuanya ingin menjadi pemenang dan tidak ada yang mau menerima kekalahan. Akibatnya segala cara dilakukan, termasuk kalau harus mengorbankan rakyat kecil dengan berbagai cara yang memungkinkan. Kenapa para tokoh tidak memikirkan keselamatan umat tetapi malah mengejar ambisinya sendiri? Kalau  selamanya begitu, maka kita tidak  mampu mengharapkan sesuatu yang baik untuk menjadi panglima di negeri ini, karena semua akan berantakan.

Pada awal sebelum melaksanakan p[esta demokrasi, sepertinya smeuanya baik baik saja, dan sudah ada kesepakatan untuk menerima apapun hasilnya, yakni siap menang dan juga siap kalah, sebab setiap kontestasi psti ada pemenang dan ada yang kalah, untuk itu  kalau smeuanya berjalan sebagaimana mestinya, kita pasti akan merasakan ketenangan dan rakyat juga akan senang karena telah menjalankan perannya sebagai pemilih. Namun memang saying seribu saying karena yang terjadi ialah malah rakat menjadi terpecah dan terbelah.

Bahkan  kondisi tersebut akan berlangsung sangat lama  dan itu pastinya sangat merugikan kita sebagai sebuah bangsa yang akan kesulitan untuk membangun karena ada kerikil yang akan menjadi sandungan.  Kenapa kta tidak mencotoh falasafah sapu lidi, yakni jika hanay sebuah sapu lidi saja, pasti tidak akan berguna untuk melakukan apapun, namun jika sap[u lidi tersebut dipersatukan dan diikat dengan tali yang kuat, maka kumpulan sapu lidi tersbeut akan dapat dan mampu dijadikan alat pembersih dan untuk keperluan lainnya.

Dengan kebersamaan kita akan mampu melakukan banyak hal yang akan bermanfaat bagi masyarakat secara luas, namun kalau hanya sendirian, maka akan snagat sulit mengatasi masalah, apalai maslaha bngsa yang sangat kompleks. Untuk itu tidak ada kata lain  dalam upaya kita membangun bangsa ini terkecuali kita harus bersatu dan menyatukan langkah bersama untuk membangun. Jangan ada yang merasa jumawa dan mengecilkan pihak lain, karena itu hanya akan menjadi penyebab terhentinya banyak hal yang sulit untuk dilanjutkan.

Dahulu saat ta belum merdeka  hambatan yang paling serius ialah tidak adanya kebersamaan diantara seluruh elemen bangsa, namun begitu dapat disatukan dalam semangat menyala untuk merdeka, maka  dengan  peralatan seadanya merka mampu menrjang peralatan yang canggih sekalipun karena kebersamaan tersebut sungguh dahsyat akibatnya, Kita juga mengetqahui banyak sejarah umat manusia yang dengan kebersamaan dan kesatuan, akan sangat sulit untuk dikalahkan oleh musuh, tetapi begitu ada rebuatan kekuasaan diantara sesame  jadilah mudah untuk diporak porandakan oleh musuh.

Mungkin saat ini kita merasa aman dan sepertinya tidak ada musuh di sekitar kita, namun  kita tetap harus waspada, sebab jika bangsa ini terus menerus diributkan oleh kepentingan masing masing kelompok, pastinya akan memisu bangsa lain  untuk menenfaatkan kondisin tersebut untuk menyusup dan akhirnya menguasai kita. Dalam perspektif keamanan intelejen tentu kondisi  saat ini sama sekali belum aman, karena masih banyak kendala, baik yang datngnya dari dalam  sendiri, maupun yang dating dari luar.

Justru  kendala  atau mush yang dari dalam itulah yang snaat sulit untuk diperangi, dan mereka dengan leluasa dapat mempersiapkan diri untuk menyerang kita. Kita memang tidak berburuk snagka kepada kelompok manapun, namun segala kemungkinan memang harus kita sadari dan waspadai agar kita tidak terlanjur membiarkan mereka yang mempunyai niat jahat dapat melancarkan aksinya tanpa kita sadari.

Bahkan  unjuk rasa yang sengaja disulut dalam  persoalan pemilu kali ini pun sesungguhnya sangat rentan untuk ditunggangi oleh kelomp[ok tertentu sehingga mereka akan emndapatakn kesempatan melakukan aksi tanpa harus dicurigai sebagai tindakan mereka sendiri.  Oleh karena itu smeua pihak harus tetap waspada dan  tidak merasa bahwa kita sudha aman. Semoga kita tetap diberikan keamanan oleh Tuhan dan diselamatkan dari ekmungkinan terburuk yang dapat terjadi, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.