MASIH TERKAIT DENGAN HALAL BI HALAL

Mungkin sampai akhir bulan ini, masih akan  ada penyelenggaraan halal bi halal, karena memang masih pantas dan tidak ada larangan untuk itu. Hanya saja  sebaiknya memang tidak terlalu larut dalam acara tradisi tersebut, karena sangat mungkin akan mengganggu kinerja kita, terkecuali jika diselenggarakan pada hari hari tidak efektif atau hari libur. Namun mungkin juga  ada lasan lainnya yang dapat dipertanggng jawabkan dan rasional sehingga semua pihak harus dapat mengerti dan memehaminya.

Hari kemarin juga dilakukan acara halal bi halal oleh kementerian agama  pusat dengan menghadirkan  mufassir Indonesia, Prof. Dr. Quraisy Syihab, MA untuk memberikan pencerahan mengenai berbagai hal utamanya yang terkait dengan etika bermedia social dan lainnya. Tentu ada agenda yang lebih  penting dari itu semua yakni kebrsamaan dan saling memahami dan memaafkan diantara sleuruh ASN kementerian agama, agar ke depan dapat semakin meningkatkan kinerja dan capaian target yang direncanakan.

Kita tentu juga tahu bahwa prof. Quraisy itu seorang yang mump[uni dalam bidang ilmu tafsir sehingga juga penerapannya dalam kehidupan masyarakat akan diwarnai oleh keinginan dan ruh alquran. Untuk itu tepat kiranya  beliau  memberikan pencerahannya kepada seluruh ASN kementerian agama, termasuk para rfektor dan kakanwil kementerian agama seluruh Indonesia. Kalaupun  sebagian diantara para ASN kementerian agama  sudah terbiasa memberikan ceramah dan kajian keilmuan, namun sesekali memang diperlukan adanya penyegaran dari maha guru yang kiranya mampu memberian pengingatan kepada semua agar lebih baik lagi.

Kita juga mengerti bahwa sesungguhnya inti dari halal bi halal ialah saling memaafkan  semua kesalahan dan kekhilafan diantara sesame, namun tentu kita tidak  akan merasa beruntung kalau  kedatangan kawan kawan kita dari seluruh Indonesia tersbeut hanya semata untuk saling berjabat tangan dan memaafkan, melainkan harus ada nilai tambah yang didapatkan sehingga kalau diperhitungkan  tidak akan rugi atas jauhnya perjalanan yang harus ditempuh.

Pada saat saya bertemu dengan para mahasiswa yang menghadiri perkuliahan setelah lebaran, juga sekaligus dimanfaatkan untuk halal bi halal, meskipun secara singkat dan simple yakni dengan bersalaman dengan saling mendoakan dan meminta  maaf, tanpa  ada makanan dan minuman, karena memang dalam suasana kuliah dan mungkin juga  ada bentuk lainnya yang dilakukan oleh pihak lain yang mirip dengan apa yang saya jalani, meskipun tidak identic.

Pendeknya  diantara  kita tentu masih ada kegiatan halal bi halal meskipun bukan kita yang menyelenggarakan, melainkan pihak lain dan biasanya kalau sudah agak jauh dari dari lebaran, akan dilaksanakan pada hari libur sehingga diharapkan akan banyak yang menghadirinya. Kalau hari libur juga sangat mungkin untuk diberikan hiburan yang tidak akan mengganggu aktifitas pekerjaan karena smeuanya sedang libur. Halal bi halal sekaligus reuni dan digunakan untuk bersenang senang, bernyanyi bersama dan juga berpantun ria mengenang masa masa lalu yang penuh dengan kenangan.

Mungkin  diantara kita juga tidak menyangka bahwa  puncak arus balik mudik terjadi pada hari hari efektif, saat para ASN sudah masuk kerja, sebab kita akan menyangkan  puncak balik  itu terjadi pada sabtu atau minggu yang lalu, namun kenyataannya justru pada saat bodo kecil atau bodo kupat karena  semua tiket, baik pesawat maupun kereta api ludes tidak tersisa satu kursipun. Demikian juga pada  sehari setelahnya yang ternyata  tiket juga sudah penuh, meskipun masih dapat satu kursi.

Kita tidak tahu bahwa  perusahaan swasta meliburkan karyawannya tidak  persis dengan apa yang dilakukan oelh pemerintah, sehingga mereka dapat sedikit lebih lama berada di kampong ketimbang ASN yang memang tanggal 10 harus sudah masuk kerja. Bahkan bagi mereka yang tidak terikat dnegan pihak lain, akan dapat melakukan perjalanan pulang ke rumahnya dengan sangat santai dan dapat memilih hari yang dianggapnya tidak akan macet.

Ternyata masih ada  bentuk halal bi halal yang digandengkan dengan aktifitas lainnya, seperti  saat forum pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri menyelenggarakan rapat kerja sekaliogus juga halal bi halal dan didesain pula dengan penerbitan buku tentang moderasi beragama. Tentu ini merupakan ide yang cemerlang dan  produktif, karena  akan mendapatakn keuntungan ganda, yakni raker akan didapatkan dan halal bi halal juga dapat sejkaligus  pengabdian untuk memberikan kontribusi kepada umat mengenai  moderasi beragam juga  didapatkan.

Meskipun tentu masih sedikit disayangkan karena belum sleuruh pinpinan perguruan tinggi  dapat menulis tentang moderasi beragam untuk dituangkan ke dalam bukut tersbeut, namun sebagai upaya awal terbitnya buku tersbeut sudah cuklup lumayan dan  tentu harus ditindak lanjuti dengan buku buku lainnya yang mencerahkan umat.  PTKIN memang harus berkiprah dan memberikan sumbangan nyata, setidaknya berupa pikiran cerdas kepada bang sa dann Negara dan umat secara umum agar mereka semakin baik dan menyadari posisi mereka.

Demikian p[ula dalam waktu yang hamper besamaan  akan dilaksanakan FGD evaluasi atas p[elaksanaan  ujian CBT dan SBMPTN dan tentu sekaligus berhalal bi halal diantara para rector daan pihak yang terkait langsung dnegan penyelenggaraan CBT dan SBMPTN tersebut. Momentum syawwal ini memang snagat tepat untuk penyelemnggaraan kegiatan etrsebut, karena  akan ada daya tarik tersendiri bagi peserta untuk menghadirinya, meskipun mungkin berbarengan dengan agenda lainnya.

Nah, itu yang terkait dnega  kegiatan para pimp[inan perguruan tinggi, mungkin untuk beberapa pihak lainnya juga  telah dirancang kegiatan yang sekaligus dimanfaatkan untuk acara halal bi halal. Kita sangat yakin pasti ada pihak yang menyelenggarakan acara tertentu yang dibarengkan dengan  halal bi halal sekaligus untuk ngirit dan efektif waktu. Untuk itu asalkan  diselenggarakan pada harui libur saya kira tidak akan merugikan dan mengganggu aktifitas  siapapun. Bahkan  ada yang punya gawe mantu  sekaligus digunakan untuk halal bi halal diantara para tamu yang diundang, karena memang  untuk halal bi halal itu sangat luwes asalkan masih di bulan syawwal.

Jadi sesungguhnya masih terlalu banyak kegiatan yang direncanakan dan dibarengkan dengan halal bi halal karena memang itu sangat tidak dibatasi dan tergantung kepada orangnya saja, bahkan saat ini tradisi halal bi halal sudah tidak lagi milik dan monopoli umat muslim, maka kegiatan halal bi halal semakin marak dan  seolah tidak ada habisnya selama bulan syawwal, karena ternyata masih ada undangan untuk halal bi halal hingga akhir bulan.

Semoga  kegiatan halal bi halal tersbeut  menjadi bukti bahwa masyarakat kita menyadari pentingnya saling memaafakan dan kebrsaaan sehingga apapun yang kita hadapi harus dilakukan  secara bersama sama.  Dengan kebrsamaan dalam membangun lingkungan dan meraih kesejahteraan, maka akan semakin ringan dan mudah untuk menggapainya. Sebaliknya jika kita bercerai berai dan tidak ada kebersamaan diantara kita, tentu semuanya akan terasa berat dan sulit untuk menggapai keinginan kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.