HALAL BI HALAL LANJUTAN PUASA

Meskipun saat ini tradisi halal bi halal sudah menjadi milik bangsa Indonesia, namun aspek kesejarahan tetap tidak akan dapat dilupakan, yakni bahwa halal bi halal itu asalnya merupakan tradisi dalam Islam. Mengapa kita  dapat mengatakan tradisi Islam p[adahal kalau dicari dalilnya di alquran maupun hadis juga tidak akan ketemu. Kita harus mampu merunut setiap tradisi di laingkungan kita dengan tradisi keagamaan yang sudah dijalankan oleh masyarakat, karena dengan merunut tersbeut akhirnya akan dapat ditemukan titik singgung yang dapat disimpulklan.

Kita tahu bahwa  umat muslim setiap bulan ramadlan selalu menjalankan ibadah puasa yang memang menjadi kewajiban bagi mereka, dan dalam pelaksanaannya nabi Muhammad saw juga pernah mengatakan yang artinya “barang siapa menjalankan ibadah puasa dengan didasario iman dan penuh pengharapan kepada Allah atau tulus karena Nya, maka segala  dosa dan salahnya akan diampuni oleh Allah swt”. Sudah barang tentu yang akan diampuni ialah dosa yang terkait dnegan hubungan hamba dengan Tuhan, sedangkan untuk dosa dan salah yang bersinggungan dengan sesame umat manusia harus secara pribadi meminta maaf kepada orang yang disalahi.

Nah, karena itu kemudian untuk melengkapi ampunan yang diberikan oleh Allah swt melalui puasa, lalu para ulama dan umat muslim memerlukan sarana untuk dapat saling memaafkan diantara sesame umat manusia, maka jadilan tradisi halal bi halal etrsebut diselenggarakan. Tentyu terlepas dari siapa yang pertama kali memunculkan istilah halal bi halal tersebut. Namun satu hal yang pasti hubungan antara puasa ramadlan dan halal bi hala itu snagat erat dan tidak mungkin dipisahkan.

Karena saat ini halal bi halal sudah mentradisi dan sudah menjadi milik bangsa maka halal bi halal dapat saja dilaksanakan setelah bulan syawal, karena itu juga masih dianggap terkait dnegan ramadlan, namun akan tidak lazim jika halal bi halal dilaksanakan pada bulan  muharram atau mauled, apalagu bulan sya’ban. Masyarakat non muslim pun saat ini juga dapat menyelenggarakan halal bi halal karena itu sangat bagus untuk menjaga tali silaturrahim dan kebersamaan diantara sesame dan sekaligus untuk tetap merajut persatuan dalam upaya membangun bangsa dan negera.

Namun saat ini kita dapat menyaksikan bahwa pelaksanaan halal bi halal sudah berbeda jauh dengan awalnya, yakni  dahulu  halal bi halal itu dapat dipastikan acara utamanya ialah saling memaafkan dan berjabat tangan, namun saat ini terkadang malah lebih menonjol aspek lainnya, semacam hiburan, atau mungkin ceramahnya dan makan makan.  Kita harus bangga karena tradisi Islam kemudian  mampu menjadi tradisi bangsa sehingga kontribusi umat muslim terhadap kegiatan kebangsaan  dapat diakui dan sekaligus dapat emnciptakan kebersamaan anak anak bangsa.

Kita saat ini memandang bahwa halal bi halal lebih menonjol sebagai sarana saja untuk berkump[ul dan kemudian melakukan aktifitas yang relative sama. Kalaupun tradisi berjabat tangan sudah jarang dilakukan, namaun padav saat awal dating biasanya juga sudah saling melepaskan kerinduan melalui jabat  tangan  atau berpelukan. Saat ini inti dari halal bi halal ialah bertemu dan  sekaligus dapat melepaskan kerinduan diantara sesame,  sehingga dapat dikatakan mirip dengan reuni, namun biasanya tetap saja ada kaitannya dengan halal bi halal walaupun hanya judulnya saja.

Hal yang mestinya lebih urgen lagi ialah bagaimana kita mampu mengingatkan kepada smeua yang hadir bahwa meminta dan emmberikan maaf itu sangat penting dalam kehidupan kita, abhakan meskipun  pada saat normal, apalagi kalau  habis  melakukan kegiatan yang memerlukan energy dan bahkan terkadanh harus saling mencurigai, pastilah saling memaafkan itu begitu penting untuk tetep menjaga  kebersaman dna persahabatan agar tidak ada dusta diantara kita.

Khusus bagi kita bangsa Indonesia yang baru saja menjalankan pesta demokradi yang potensial untuk terbelah, pastinya  saling memeaafkan itu menjadi keniscayaan. Aapalagi kalau kita mengingat peristiwa  demo tanggal 21-22 mei yang lalu yang sampai harus menelan korban nyawa  dan harta yang terbakar tentu semua harus rela untuk meminta maaf dan memaafkan. Akan tetapi manakala diketahui ada aspek pidananya, maka juga harus tetap diproses pidananya dan persoalan memaafkan tetaplah jalan.

Kita pastinya tidak akan dapat menerima kelakuan apapun yang melanggar aturan main dan hokum karena jika itu ditorelansi maka Negara akan menjadi lemah dan kalau itu terjadi maka akan sangat ebrbahaya bagi kelangsungan  kehidupan bernegara dan berbangsa. Untuk itu kepolisian harus bekerja keras untuk memproses siapapun yang terbukti melakukan hal hal yang dapat merusak bangsa ini, apakah itu emmprovokasi, mereka yang berlaku anarkhis dan juga mereka yang   melakukan pelanggaran atas hokum dan ada aspek pidananya.

Mungkin kita akan memaafkan siapapun yang sudh terlanjur melakukan  pengrusakan, tetapi hokum harus tetap ditegakkan, bukan  diamaafkan kemudian bebas. Kita sebagai masyarakat memang harus mendukung penuh penegakan hokum dan  tidak mentolerir semua perbuatan melawan hokum.  Kita harus tegas bahwa Negara ini Negara hokum  dan siapapun yang melanggarnya harus diproses secara hokum pula tanpa pandang bulu. Kepercayaan masyarakat harus ditumbuhkan dnegan konsisten dalam menegakkan hokum itu sendiri.

Kita juga harus terus menerus menumbuhkan  sikap diri dalam memahami dan mentaati setiap atuarn main yang berlaku, sekalgus juga mengingatkan kepada sleuruh elemen masyarakat untuk tunduk dan mentaai hokum, terlepas apakah kita setuju dengan sebuah kebijakan tertentu ataukah tidak. Aturan dinnegera sudah jelas yakni kalau menemukan sesuatu yang janggal tentu harus dilakukan sesuai dengan aturan mainnya, yakni melalui jalur hokum yang berlaku, bukan memalui hokum jalanan.

Nah, melalui  kegiatan halal bi halal tersebut diharapkan  akan muncul kesadaran yang penuh darui smeua masyarakat bahwa kebersamaan itu jauh lebih indah terasakan dan  akan mampu membuat sebuah keputusan yang bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu meskipun hanya sedikit aatu sebentar, sebaiknya dalam setiap penyelenggaraan halal bi halal sebaiknya diberikan ruang untuk tausiyah atau mengingatkan kepada semua yang hadir untuk berlaku baik kepada semua pihakl dan menjauhkan diri dari semua perbuatan yang membahayakan.

Bagi kita umat muslim tentu akan jauh lebih penting untuk saling memaafkan etrsebut karena untuk melengkapi ampunan dari Tuhan  aatas segala salah kita atau kelalaian kita terhadap kewajiban. Dengan saling memmafkan tersbeut harapannya dalam diri kita akan benar benar bersih lahir dan batin  baik dalam kaitannya dengan posisi kita sebagai makhluk Tuhan maupun kaitannya dengan sesame umat manusia  yang hidup bersama dan berkomunikasi untuk menjalankan berbagai aktifitas.

Pada akhirnya kita juga masih terus berharap bahwa Tuhan akan terus emmberikan bimbingannya kepada kita agar ke depan kita akan mampu menjadi umat yang terbaik dan mampu menjaga keutuhan Negara serta  kehormatan bangsa di mata bangsa bangsa lain di dunia, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.