MEMBERIKAN SEMANGAT KEPADA DIRI DAN KELUARGA

Sekedar mengenang kembali bulan suci kemarin, yakni biasanya menjelang akhir ramadlan orang menjadi malas untuk melakukan apapun, termasuk menjalankan shalat tarawih dan bahkan untuk makan sahur saja sudah mulai malas. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menggugah mereka agar muncul kembali semangatnya sehingga dapat menjalankan apapun dengan sangat gembira dan bukan karena keterpaksaan. Kalau bagi orang tua mungkin dengan iming iming lailatul qadar akan mampu sedikit membangunkan semangat mereka, tetapi bagi anak muda biasanya kurang tertarik dengan pahala etrsebut.

Maisng masing orang tentu mempunyai trik tertentu untuk memberikan semangat kepada anak anaknya untuk mau menjalankan sesuatu yang baik. Mungkin sebagian diantara kita memberikan janji kepada anaknya untuk membelikan pakaian atau sepatu baru dan  barang lainnya, sehingga dengan janji tersbeut si anak akan terpacu  semangatnya untuk mau menjalankan shalat tarawih misalnya atau  berjanji untuk diajak rekraeasi ke suatu tempat yang sangat dirindukannya dan atau dalam bentuk lainnya. Namun yang terpenting ialah bahwa janji tersbeut harus dipenuhi, bukan hanya bualan semata.

Sebab jika janji tersbeut tidak dipenuhi, maka akan dapat membuat anak anak semakin antipasti dan sama sekali tidak akan memperhatikan apa yang disampaikan oleh kita selaku orang tua. Kita tidak boleh meremehkan anak anak yang dikira tidak apa apa kalau kita kecewakan sekali dua kali. Padahal mereka itu pasti akan terus mengenang kepahitan yang dialaminya karena dikibuli oleh kita. Pada satanya nanti pasti kita akan merasakan buah perbuatan kita sendiri kepada anak anak yang sebeluimnya mungkin tidak kita sadari dan perkirakan.

Kalau  untuk memberian semanagt kepada diri sendiri, mungkin  semuanya tergantung kepada niat kita masing masing karena jika kita  yakin dengan apa yang kita lakukan dan ekmudian kita jalani dengan penuh keyakinan serta niat yang tulus, maka  pasti akan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat, setidaknya akan memuaskan diri kita.  iTu merupakans alah satu kiat untuk membangkitkan semangat kita dalam menjalani sesuatu.

Jadi untuk memberikan semangat kepada diri swendiri tentu akan tergantung kepada masing masing orang, apakah dia mampu untuk melihat apa yang akan dilakukan tersbeut memberikan manfaat yang besar bagi dirinya dan juga  sesuatunyang terkait dengannya ataukah sama sekali tidak terkait. Namun sesunggunnya setiap orang akan dapat emngaitkan antara dirinya dengan sesuatu yang dijalaninya sehingga demngan dmeikian  setiap orang juga dapat melakukan apapun dnegan  saangat senang dan bangga atau sebaliknya sama sekali tidak bersemangat dan tidak bangga.

Lalu bagaimana  untuk memberikan semangat kepada keluarga, terutama anak anak? Tentu sebagaimana yang sudah saya sebutkan di atas kita dapat menjalaninya dengan melakukan berbagia variasi kegiatan dan janji yang akan dengan konsisten ditepati. Kebiasaan anak  itu sangat terganatung kepada sikap dari orang tuanya. Artinya kalau orang tua  tidka banyak memberikan kesempatan kepada anak anaknya untuk berkreasi dan melakukan apa yang ereka inginkan, mereka juga kemungkinannya sangat pesimis untuk mampu mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

Kalau dmeikian kondisinya, maka akan sangat sulit untuk memberikan semangat kepada mereka terkecuali kalau secara langsung mereka diberikan sesuatu yang menjadi keinginan mereka, Semacam kalau kita ingin memberilakn sesuatu itu bukan berupa janji melainkan langsung diajak ke  tempat yang menjual dan dibelikan sehingga akan memberikan keyakinan kepada mereka bahwa apa yang menjadi keinginan mereka bukan hanya sebuah harapan kosong, melaionkan memang benar benar nyata.

Kalau kita menginginkan  munculnya semangat anak anak dalam menjalani puasa, khususnya di akhir bulan semacam ini tentu kita juga harus memberikan mereka sesuatu yang nyata bukan hanya sekar janji. Jika kita akan memberikan mereka pakaian baru, maka ajaklah mereka ke took pakaian untuk sekear melihat lihat  yang mereka sukai sambil kita melihat harga yang meungkinkan terjangkau. Kalaupun pada hari itu kita tidak atau belum membelikan mereka, tetapi sudah ada harapan ebsar bagi mereka untuk mendapatkannya di hari kemudian.

Kita akan melihat reaksinya apakah mereka kemudian menjadi rajin untuk menjalani shalat tarawih dan semangat untuk menjalankan ibadah puasa. Jika kita melihat harapan tersebut tentu kita  akan menjadi semakin bersemnagat untuk memberikan yang terbaik untuk mereka, dan kita harrus terus memelihara  kondisi tersebut, jangan sampai justru malah mengendor.  Sikap kita tentu juga akan menjadi salah satu sebab munculnya rasa semangat tersbeut, khususnya yang terkait dengan bagaimana kita  memperlakukan anak anak tersebut dnegan sangat saying dan pengertian.

Kita memang harus terus menjaga hubungan  dnegan mereka dengan seharmonis mungkin agar kita mudah untuk berkomunikasi dnegan mereka. Jalan komunikais itul;ah yang akan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengetahui keinginan mereka dan dalam situasi itulah kita juga  dapat memasukkann harapan kita sebagai orangb tua kepada anak anak tanpa harus memaksakan kehendak melainkan dengan cara kasih sdan saying yang kita kedepankan. Tumbuhnya semangat tersbeut harus dari dalam diri mereka sehingga akan awet dan tidka cepat hilang atau luntur.

Hubungan komunikasi  baik  yang terjalin antara kita sebagai orang tua dengan anak anak tentu merupakan modal dasar yang sangat ampuh untuk p[engembangan selanjutnya. Kita tahu bahwa terkadang anak anak sangat tertutup dengan orang tuanya karena mereka menganggap bahwa  duinai mereka jauh berbeda dnegan dunia orang tua sehingga ada anggapan bahwa jika  dikomunikasikan pun juga tidak akan dapat mengerti. Nah, di sinilah pentingnya kita  dapat menyelami keinginan mereka dan selalu berkomunikasi dengan mereka sehingga kalau mereka sudah mau terbuka kepada kita, maka akan   mudah bagi kita untuk masuk memberikan nasehat dan juga keinginan kita yang  ingin mereka lakukan.

Kita memang tidak boleh memaksakan kehendak kepada mereka  melainkan kita harus mencari cara agar mereka dapat menjalani apa yang kita inginkan dnegan sadar dan bahkan  mereka merasa harus melakukannya. Mendidik anak memang gampang gampang susah. Artinya tidak gampang karena banyak aspek yang harus dipahami terlebihd ahulu dan tidak susah karena sesungguhnya mereka adalah anak anak kita sedniri yang tentu kita  lebih memahami ketimbang orang lain, namun memang harus hati hati dan super cermat sehingga mereka tidak tersinggung dan kemudian malah lari menjauh dari kita.

Memamng untuk memberikan semangat kepada anak anak itu sanagt etrgantung pendekatan kita masing masing. Artinya masing masing kita tentu mempunyainkiat tersendiri yang dianggap akan berhail dan dapat mendorong mereka untuk bersemangat, namun tentu harus ada  garis besar yang tentu tidak terlalu beda jauh. Artinya  pendekatan kita  tentu akan sangat menentukan langkah selanjutnya, karena kalau kita sudha salah dalam hal pendekatan tersbeut, maka tentu akan sangat sulit bagi kita untuk mendekatinya.

Salah satunya ialah bagaimana kita membangun komunikasi dengan mereka  tanpa harus  menjadikan  kita sebagai yang harus di atas atau yng harus selalu benar, melainkan harus ada kemitraan, meskipun dnegan anak sendiri sehingga merka akan merasa dihargai dan akhirnya mereka akan juga menghargai kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.