MASA DEPAN KITA MASIH PANJANG

Terkadang kita menyaksikan betapa orang pada saat mudik seolah  hanya saat itu saja kepentingannya, sehingga keselamatan terkadang tidak diprioritaskan, padahal kita masih harus menyelesaikan banyak hal, terutama  setelah selesai lebaran.  Pada saat lebaran seolah b4esuk sudah tidak ada lagi hari, sehingga apapun dihabiskan pada saat lebaran, termasuk semua harus dibeli pada saat lebaran, bahkan terkadang barang yang tidak dibutuhkan juga harus dibeli. Nah, pada saat selesqai  urusan lebaran, kemudian kita harus menanggung banyak hal, termasuk menyahur urtang dan lainnya.

Barang kali kita harus mampu membatasi diri kita sendiri dan berpikir masa depan. Artinya  kalau lebaran kita  harus membeli barang barang, maka belilah barang yang dibtuhkan saja, bukan barang yang diinginkan, karena di mall dan pasr pasti banyak menawarkan barang dengan diskon menggiyurkan, dan kalau kita tidak mampu menahan diri, pasti kita akan tergiur dan kemudian membeli barang tersebut, padahal berang tersebut tidak kita butuhkan. Akibatnya keuangan kita menjadi jebol tanpa terkontrol.

Sementara itu kebutuhan pasca lebaran masih banyak, terutama terkait dengan pendidikan anak dan juga masalah lainnya. Untuk itu sekali lagi kita harus mampu menahan diri dengan apapun yang kita temui  karena hanya orang yang mampu menahan dirt seperti itulah yang dapt dikatakan sebagai orang bijak dan akan beruntung.  Jika jangkauan pemikiran kita jauh ke depan, tentu apa yang ditawarkan  oleh pihak lain pada saat lebaran kita tidak akan meliriknya dan cukuplah beristighfar saja.

Demikian juga  dalam menghadapi lebaran ini kita juga harus  berhati hati terkait dengan kendartaan yang akan kita gunakan mudik. Jangan sampai kendaraan tersbeut bermasalah, dan sikap terbaik kita ialah mengecek kendaraan kiota ke bengkel  untuk memeastiokan  kesiapan mobil untuk perjalanan jauh. Termasuk sikap bijka ialah jika kita  meninggalkan rumah dan barang yang ada di dalamnya dengan  keyakinan aman,  dan dapat dititipkan kepada pihak keamanan kampong yang biasanya bertugas menjaga dengan sedikit pemberian uang.

Semua peralatan yang tersambung dengan listrik sebaiknya juga sudah diputus agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan semacam terjadinya arus pendek listrik yang menyebabkan kebakaran, atau hubungan antara kompor gas dengan LPG nya, semua harus sudah terputus sehingga kita merasa aman saat meninggalkan rumah untuk mudik beberapa hari. Meskipun ini seeprtinya masalah sepele, tetapi jika tidak kita perhatikan, akan dapat berpotensi menimbulkan persoalan besar bagi kita.

Kita harus ingat bahwa lebaran ini hanya merupakan bagian dari sisi kehidupan kita, dan setelah itu masih terlalu banyak sisi sisi lainnya yang juga membutuhkan perhatian kita. Biasanya banyak orang yang seolah semuanya terfokus pada lebaran dan mudik sehingga persoalan lainnya, bahkan persoalan yang dekat dengan  lebaran sudah tidak lagi menjadi fokusnya. Tetapi biasanya mereka itu akan menyesali perbuiatannya sedniri karena tidak memikirkan persoalan berikutnya tersebut.

Barangkali yang tidak boleh diremehkan ialah mencari informasi sekitar jalan raya yang akan kita lalui, karena jika kita mendapatkan informasi kemacetan yang parah pada jalur yang akan kita lewati, sebaiknya kita menudanya terlebih dahulu dan mencari waktu yang kita perkirakan akan lebih longgar, meskipun tentu kita tidak akan mendapatkan waktu longgar betul, namun setidaknya tidak macet totasl yang harus antri berjam jam di jalan raya.

Jika perjalanan mudik kita sangat jauh dan  secara normal kita membutuhkan istirahat, sebaiknya  istirahatlah di pos atau rest area yang tersedia, sebab memaksakan diri juga akan fatal akibatnya, padahal sebegaiamnan tersebut di ats kita masih herus menjalankan peran kita selanjutnya sehabis lebaran nanti. Sering orang dibruu oleh keinginannya segera bertemu dnegan sanak family di kampong lantas tidka mengingat kemampuan dirinya, lalu8 mel;anjutkan perjalanan dalam kondisi yang kurangn normal.

Akibatnya terkadang sama sekali tidak kita duga  dan kita mengalami kecelakaan. Kalau itu terjadi, bukan saja kita dan keluarga yang direpotkan, melainkan juga sahabat dan tetangga. Kita ini masih mempunyai masa depan yang panjang dalam mengarungi hidup, sehingga  dalam kondisi apapun kita harus selalu waspada dan memikirkan keselamatan diri dan keluarga. Kalaupun kita harus terlambat barang beberapa jam karena kita mengantuk dan  kemudian kita beristirahan, itu jauh lebih bijak dan bagus ketibang memaksakan kehendak diri.

Kita  tentu sangat paham bahwa  jalan raya pada saat seperti ini  merupakan  jalur yang berbahaya, karena semua orang menginginkan untuk segera sampai tujuan, dan terkadang tidak lagi mengingat keselamatannya sedniri. Untuk itu beruntunglah bagi mereka yang bersabar dan mengendarai kendaraannya dengan  tetap focus serta tidak terpencing oleh kendarana lain yang maunya menyerobot dan sejenisnya. Banyaklah berdoa kepada Allah agar diberikan keselamatan dan kelancaran sehingga dapat bertemu dengan sanak family dengan sehat dan penuh kebahagiaan.

Bawalah bekal secukupnya, meskipun sedang berpuasa, sebab siapa tahu ada kemacetan sehingga  kita tidak mampu mencapai tempat yang menjual minuman dan makanan saat berbuka puasa atau saat akan makan sahur. Memang boleh kalau perjalanan jauh sebagai musafir kita tidak menjalankan puasa, namun jika kita masih mampun menjalankannya tentu akan jauh lebih bagus tetap berpuasa. Atau kalaupun kita terpaksa tidak berpuasa juga kita tetap membutuhkan minum dan makanan untuk mengisi perut yang kosong.

Sekali lagi sikap berhati hati dan waspada  tentu aklan  sangat baik meskipun mungkin kita sedang menjalani mudik dengan kondisi lengan di jalan raya, sebab boleh jadi kelenganan tersbeut justru membuat kita tidak konsentrasi dan bahkan mungkin mudah ngantuk sehingga kita tidak dapat mengendalikan kendaraan. Sering terjadi justru dalam kondisi jalanan lengang justru kendaraan pribadi menjadi kecelakaan dengan sebab mengantuk.

Ingatlah terus  bahwa kita masih mempunyai tugas yang menunggu saat selesai lebaran atau selesai mudik, sehingga kita akan tetap mempunyai harapan dapat menyelesaikan  pekerjaan tersebut dengan baik. Kita juga masih mempunyai peran dan tugas untuk mendidik dan mendampingi anak anak hingga mereka dewasa , karena itu sikap tidak berhati hati di jalan saat mudik juga akan menjadi sebab terpenting kita akan kehilangan  kesempatan untuk menjalankan peran dan tanggung jawab tersebut.

Sementara itu masa sdepan kita sendiri juga  masih terpamapng sangat panjang, dan itu harus kita jalani dengan penuh optimis. Nah, salah satunya ialah jika kita dalam kondisi sehat, normal dan selalu berusaha dengan kekuatan penuh.  Tujuan kita hidup sebagaimana  dimaksudkan ialah agar kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan atau dalam bahasa agama ialah hasanah di dunia dan sekaligus juga hasanah di akhirat. Untuk mencapai hasanah di dunia tentu kita juga harus mekikirkan segala sesuatunya dari sisi  dunia dan juga untuk memastikan hasanah di akhirat kita juga harus mendapatkan sesuatu  yang kita lihat dari aspek keakhiratan. Semoga kita mampu menjalani smeua itu dengan   baik dan beruntung, semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.