MERENUNG SEBELUM DAN SESUDAH IEDUL FITRI

Mungkin sampai sekarang belum ada yang mengungkapkan meskipun memalui pemikirannya sendiri tentang pemberian cuti besama  menjelang dan sesudah lebaran, paling paling  ada yang memberikan komnetar bahwa itu dimaksudkan untuk meberikankesempatan kepada para umat muslim untuk dapat mudik dan bersilaturrahim dengan sanak familinya di kampong  halaman. Ata kalau tidak mudik ya untuk  sekedar libur dan menikmati liburan sekalian  pergi ke beberapa tempat wisata dan sejenisnya.

Namun kita tentunya juga boleh untuk merenungkan sendiri apa maksud dari  pemberian cuti bersama menjalang dan setelah lebaran tersebut. Untuk pemberian cuti bersama sebelum lebaran tentu ada maksud tertentu yang diharapkan akan dapat lebih membuat  segalanya semakin membaik dan dapat menjalani lebaran dengan penuh hikmah dan Nyman serta menyenangkan.

Perenungan tersebut juga dapat dikaitkan dengan doa kepada para leluhur yang telah berjasa kepada kita selama hidup di dunia, yakni terutama kedua orang tua yang sudah dengan kasih sayangnya dan keseriusannya telah mendidik dan merawat kita dengn sedemikian baiknya, lalu kita sendiri yang belum mampu berbuat banyak kepada mereka berdua, bahkan mungkin malah banyak merepotkan dan masih banyak hal lagi yang mungkin akan bermunculan dalam p[ikiran kita sehingga memungkinkan kita untuk  mawas diri dan mengevaluasi diri.

Mungkin juga dapat kita kembangkan perenungan tersebut dengan melakukan evaluasi diri kita selama mnejalankan ibadah puasa di bulan suci ramadlan, apakah sudah pantas kita menjalankannya dan juga apakah kita sudah melakukannya dengan penuh berharap ridlo kepada Allah swt ataukah kita masih terlalu banyak menuntut kepada Tuhan, semenetraa kesyukuran kita justru malah menghilang atau semakin menipis dan lainnya.demikian juga apakah setelah idul fitri ini kita mampu lebih bijak ataukah tidak.

Kita tahu bahwa  sebagai manusia sifat dasar yang sering muncul ialah selalu kurang dan ngersulo, padahal sudah terlalu banyak karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Nah, perenungan tersbeut  akhirnya akan sampai kepada  betapa Tuhan sungguh sangat baik kepada kita yang telah memberikan kehidupan kepada kita, kesehatan,  kesejahteraan dan kebahagiaan. Coba kita berpikir kalau Tuhan berkehendak untuk memberikan penyakit kepada kita sehingga kita harus meringkuk di dalam rumah sakit atau mungkin juga di rumah sendiri, tentu kita akan menderita.

Coba kita mencoba untuk melihat kanan kiri kita yang masih lebih menderita ketibang kondisi kita yang serba kecukupan, mempunyai anak yang baik dan mau sekolah dan juga beribadah, coba  kita menengok orang lain yang anak anaknya  mursal dan tidak mau mengikuti apa yang diarahkan bahkan kemudian hanya membuat masalah saja di masayarakat. Kita juga  dapat melirik kepada  tetangga sebelah yang seallu rebut dengan pasangannya hanya karena persoalan kecemburuan atau mungkin juga masalah  fginansial dan masalah lainnya.

Pendeknya dengan merenung menjelang lebaran tersebut kita akan dapat menggambarkan suasaan  kehidupan kita dengan tenang dan mungkin juga  dengan memunculkan keseluruhan persoalan hidup yang pernah kita alami. Lalu akhirnya kita akan dapat menilai diri kita sendiri seperti apakah kita, apakah sudah sesuai dengan harapan ataukah justru masih jauh dari harapan tersebut. Dengan begitu kita  kemudian akan berpikir sebaiknya apa yang harus kita lakukan setelah  lebaran nanti.

Barang kali itulah yang kemudian  menjadi buah dari puasa yang kita jalankan, ialah kita akan mampu untuk melihat diri sendiri lalu memperbaikinya atau setidaknya mau mempertahankan kebaikan yang selama puasa kita sudah jalani sehingga kehidupan kita akan semakin meningkat dan semakin bermakna. Jadi cuti bersama yang diberikan oleh pemeirntah akan mampu kita gunakan dengan baik dalam upaya memperbaiki kehidupan kita selanjutnya dan bukan sekedar untuk rekreasi yang sifatnya hanya sementara saja.

Bagi yang harus mel;akukan perjalanan panjang untuk mudik dan bertemu dengan sanak family serta handai tolan di kampong halaman, tentu pernungan juga dapat dilakukan untuk memikirkan jalan terbaik selama mudik dan persiapan apa yang harus dilakukan. Bnayknya kejadian kebakaran atas rumah yang ditinggalkan mudik atau banyaknya rumah yang dimasuki pencuri saat mudik juga seharusnyan menjadi pemikiran kita agar kita lebih berhati hati sehingga kita tidak akan mengalami kerugian.

Sebelum  mudik tentu juga harus dipikirkan mengenai keamanan rumah terutama dari sasaran pencuri, sehingga rumah sudah dikunci serta barang barang yang sangat ebrharga sudah kita amankan, lalu terkait dnegan sambungan arus listrik juga tentunya harus sudah kita putuskan sehingga kemungkinan  adanya arus pendek listyrik yang sering menjaid penyebab kebarakan juga sudah kita hindari , Lagi terkait dnegan kompor gas yang biasanya sambungan dengan gasnya masih tersambung, maka sebaiknya kita periksa sekali lagi agar  sambungannya diputus terlebihd ahulu sehingga aman.

Jika memungkinkan juga  lebih baik ditiipkan kepada orang yang akan menjaga kampung selama  ditinggal mudik, dan biasanya ada petugas penjaga yang akan selalu berkeliling rumah rumah karena memang diberikan tugas untuk itu. Meskipun kita harus membayar mereka tetapi rasa aman akan lebih terasa lketimbang kita membiarkan rumah ditinggal begitu saja tanpa dititipkan kepada orang yang mau menjaganya.

Lalu dalam perjalanan selama mudik dan pulang balik tenu juga harus dipikirkan, terutama mengenai kesiap[an oendaraan yang akan kita jadikan sebagai armada, apakah sudah kita service denagn kemungkinan kemungkinannya. Artinyan jika ada potensi untuk menjadi masalah maka akan lebih bagus jika diselesaikan terlebih dahulu sebelum berangkat sehingga nantinya tidak akan merepotkan, termasuk kesiapan rem dan segala keperluan kendaraan.

Nah, perenungan yang dmeikian komprehensip tersbeut diharapkan kita akan dapat menjalani lebaran, baik di rumah maupun mudik dengan nyaman dan tanpa gangguan  serius yang akan menggangu  kenyamanan kita. Namun dmeikian sebaiknya kita memang tidak memaksakan diri jika kita tidak mampu. Artinya kalau misalnya kita tidak siap dengan persiapan yang diperlukan untuk mudik misalnya, maka sebaiknya mudik ditunda dan tidak usah dipaksakan karena  sesuatu yang dipaksakan tentu akibatnya tidak baik.

Hidup itu bukan hanya sekesar untuk mudik atau untuk lebaran, karena lebaran itu merupakan sesuatu yang rutin dan  kalaupun tahun ini tidak dapat mudik, maka masih ada waktu lain yang dapat kita gunakan, meskipun bukan pada saat lebaran  dan pasti kondisi jalan juga malah lebih nyaman tidak terlalu padat. Cuma kalau misalnya  ada kesempatan dan kita perkirakan akan tidak masalah jika kita mudik, maka itu tentu akan jauh lebih bagus karena kita dapat bersilaturrahim dengan banyak orang dan family.

Kita berharap bahwa lebaran tahun ini akan menjadi lebih baik bagi kita ketimbang lebaran tahun yang lalu. Artinya kita akan diselamatkan oleh Tuhan dari segala kemungkinan terburuk yang dapat menimpa kita, kita diberikan kesehatan yang prima berserta seluruh keluarga dan  yang terpenting kita dapat melalui lebaran tersbeut dnegan sangat  nyaman dan berkesan baik. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.