CUTI BERSAMA

Beruntung bagi kita umat muslim karena Negara  sangat peduli kepada umat muslim yang akan merayakan idul fitri, khususnya mereka yang berstatus sebagai ASN, yakni dnegan diberikannnya cuti hari raya, yang kali ini diberikan cuti 3 hari yakni dua hari sebelum dan satu hari setelahnya. Namun kalau kemudian kta hitung pemberian cuiti tersbeut sudah sangat cukup, karena  bagi mereka hari santi dan minggu itu merupakan hari libur, sehingga libur pra lebaran terjadi pada senin dan selasa.

Sementara itu hari raya sendiri terjadi pada hari Rabu dan kamis, sehingga cuti pasca hanya diberikan satu hari, yakni jumat, dan selanjutnya sabtu dan minggu libur biasa. Memang untuk tanggal 31 mei merupakan hari terjepit diantara hari libur dan biasanya  digunakan untuk mbolos kerja, namun kali ini karena cuti bersama sudah diberikan, maka  bagi mereka yang sengaja tanpa alasan yang dapat dipertangng jaabkan tidka masuk pada sata itu, aka nada sanksi yang siap menunggu. Demikian juga untuk upacara hari lahir Pancasila yang terjadi pada sabtunya.

Hari sabtu memang libur, tetapi karena harus upacara maka wajib bagi ASN untuk mengikuti upacara, akan tetapi pemerintah lagilagi emmberikan keringanan kepada ASN yang  ingin mudik lebih awal, semacam jumat sore, yakni untuk dapat mengikuti upacara harlah pancasila di manaun  yang terdekat, namun jika melaksanakan upacara di bukan instansinya, harus menyertakan bukti behwa dia memang mengikuti upacara tersebut.

Memang ada sebagian kedcil ASN yang  menggunakan kesempatan  cuti bersama tersebut untuk lebihpanjang lagi sehingga tidak mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan. Kali ini juga ada ancaman untuk mendisiplinkan para ASN, yakni bagi merka yang tidak masuk pada tanggal sepuluh Juni, yakni hari pertama masuk setelah cuti bersama akan mendapatkan sanksi dan akan dilaporkan juga kepada kementerian PAN RB. Sekali lagi itu semua  hanya dimaksudkan utnuk mendisiplinkan para ASN yang sedikit nakal.

Disamping itu biasanya kementerian  terkait  dengan ASN sendiri juga  mengirimkan  staf inspektorat untuk memantau ketadatangan pada ASN  di masing masing satuan kerja. Maksudanya juga untuk mendisiplinkan  mereka yang masih belum menyadari kebaradaannya. Para pimpinan satker tentu juga sudah berupaya untuk mendisiplinkan para ASN nya masing masing dnegan membuat surat edaran yang harus ditaati tenpa terkecuali dan jika ada pelanggaran tentu juga ada sanksi yang akan diberikan.

Cuti bersama memang merupakan salah satu solusi bagi para ASN yang ingin merayakan sebuah hari raya agamanya, seprti  pada saat  ada peringatan hari natal bagi para  umat nasrani, di sana juga diberikan cuti bersama, meskipun hanya satu hari karena sudah dirasakan cukup. Toh pada saat tersebut tidak banyak orang  secara massif pulang mudik yang memerlukan penanganan pihak kepolisian untuk mengaturnya sedemikian rupa. Untuk lebaran atau idul fitri memang special bagi masyarakat Indonesia, karena ada tradisi yang menyertainya, yakni mudik dan baliknya serta halal bi halal yang menyita banyak waktu.

Kita memang menyadari bahwa kecenderungan banyak masyarakat itu menginginkan sesuatu yang dianggapnya masih kurang, walaupun sudah diberikan banyak. Cuti bersama yang telah diberian tentu juga sudah lebih dari cukup jika kita memang menggunakannya dengan  efisien. Dan tentu masih tidak akan cukup jika menurutio keinginan masing masing orang. Barangkali bagi mereka yang bukan ASN bisa saja memperpanjang liburannya, apalagi yang kerjanya dalam bidang swasta dan  tergantung kepada dirinya sendiri.

Para pengusaha biasanya juga sangat memahami para pekerjanya sehingga terkadang memberikan kelonggaran cuti yang lebih panjang ketimbang cutinya ASN. Para pengabdi Negara memang harus mengikuti apa yang trelah ditentukan oleh pemerintah dan menjalankannya dengan  penuh tanggung jawab, karena  mereka sesungguhnya telah diberikan hak haknya. Bahkan kalau ditinjau dari pandangan agam sekalipun juga  sangat tepat dan jika masih menambah sendiri cutinya, pasti itu tidak akan dibenarkan, bahkan mungkin  gajinya termasuk sesuatu yang syubhat.

Masing masing kita khususnya yang berstatus ASSN seharusnya dapat memenej waktu yang tersedia sehingga semuanya akan berjalan sesuai dnegan rencana dan tidak harus melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Waktu satu minggu penuh tentu cukup panjang dan akan memnuhi keinginan semua pihak, terutama mereka yang mudik dan harus pulang kampong. Hanya mereka yang sengaja ingin tidak disiplin sajalah yang akan beralasan  masih kurang waktu cuti bersamanya dan kemudian dengan paksa menambah sendiri cutinya.

Memang  ketika  iman sudah  menjauh dari diri kita, apa saja akan dapat dijalankan, namun jika keimanan tetap dalam dada kita, pastinya  akan nyaman menjalankan ketentuan yang ada. Kita bekerja bukan hanya memeprtanggung jawabkannya di dunia saja kepada pemberi pekerjaan, melainkan juga  bertanggung jawab kepada Allah swt sebagai Dzat yang Maha Segalanya. Untuk itu keimanan tersbeut memang harus terus kita pertahankan secara habis habisan dalam diri kita sehingga kita akan terbentengi dari menjalankan sesuatu yang salah dan menyimpang.

Apapun nama dan alasannya, pemberian cuti bersama atau libur bersdama tersbeut memang  sangatbpenting, khususnya terkait dengan adanya keinginan bersama yng didasarkan tass keagamaan masyarakat sehingga hal tersebut merupakan bentuk penghargaan Negara kepada masyarakat yang religus dan sedang menjalankan  acara keagamaannya. Jika hal tersebut kemudian dikebiri dan tidak diberikan, tentu akan berkibat terjadinya ketidak nyamanan atau bahkan  mungkin complain masyarakat yang hanya akan  menimbulkan masalah baru dan mungkin juga susah untuk diselesaikan.

Pemberian cuti bersama tentu sudah dipikirkan secara matang oleh pemerintah, dalam hal ini tiga kementerian yang terkait, yakni kementerian pendayaan aparatur negara  dan rrformasi birorasi, kemudian kementerian dalam  negeri dan juga kementerian agama. Pembicaraan tentang cuti tersebut juga pasti telah mempertimbangkan banyak hal sehingga diperkirakan tidak akan menyulitkan umat, khususnya yang terkait dengan cuti tersebut.  Kita pun kemudian dapat mengerti dan memberikan aprsiasi kepada pemerintah karena telah memberikan sebuah kebijakan yang sudah matang untuk dijalani oleh masyarakat secara umum.

Terkait dengan masalah ini. Sebagai warga bangsa dan sekaligus juga ASN selayaknya kita harus tetap menjaga diri terkait dengan kinerja kita, apalagi kemudian kita juga diberikan THR dan juga masih ada gaji ke 13. Jika ini smeua kita anggap tidak ada dan kita masih meuntut yang lain seperti memp[er[anjang sendiri cuti tersebut, tentu kita termasuk mereka yang tidak mensyukuri nikmat yang sudah kita peroleh dari manapun datangnya.

Pada akhirnya kita  hanya berharap bahwa ke depan tidak ada lagi ASN yang nakal dan tidak menjalankan pekerjaannya dnegan bertanggung jawab, karena saat ini kita sudha mengubah emej masyarakat terhadap ASN yang dahulu dianggap sebagai pegawai malas, dan saat ini sudah jauh lebih baik dan bahkan sangat baik. Semoga  ke depan kita akan semakin membaik dan Negara ini akan mendapatkan pengabdian kita denagn sangat baik pula, semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.