YAKIN DENGAN AMPUNAN ALLAH

Banyak sekali riayat dan pernyataan dari para ulama yang menyatakan bahwa  Allah akan memberikan ampunan Nya kep[ada siapapun yang memintanya, lebih lebih pada bulan suci Ramadlan yang memang merupakan bulan ampunan. Ada riwayat yang shahih bahwa barang siapa yang menjalankan ibadah puasa Ramadlan dengan didasari oleh iman dan  berpengharapan hanya kepada Allah, maka segala dosanya akan diampuni. Tentu juga masih banyak riwayat lainnya yang intinya pada bulan suci tersebut Allah membuka lebar lebar pintu ampunan sehingga siapapun yang memintanya, maka akan dikabulkan.

Untuk ampunan tersebut, Allah memang Maha Pengampun, baik pada saat bulan Ramadlan ataupun selainnya, bahkan ampunan Allah itu sungguh sangatluas yang melebihi dosanya  seluruh hamba Nya, sehingga tidak ada masalah bagi Allah untuk mengampuni seluruh hamba Nya yang memang menghendaki untuk diampuni, yakni  mereka yang memang benar benar meminta ampunan tersebut, seraya  ada niatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Suidah barang tentu Allah juga tahu siapa yang sungguh sungguh meminta ampunan atau siapakah yang hanya main main saja, atau hanya sementara dan ada niat untuk mengulangi perbuatan jahatnya kembali. Ampunan  dan permohonan seorang hamba itu akan dikabulkan oleh Allah secara  nyata akan dapat dilihat dari kesungguhannya dalam meminta ampunan, yakni dengan cara memperbaiki dirinya, mengenai semua makanan yang dikonsumsinya, minuman yang diminum dan pakaian yang dipakai, semuanya harus dari yang halal. Lalu focus untuk meminta ampunan bahkan akan jauh lebih bagus jika ada pernyataan penyesalan terhadap tindakan yang sudah berlalu dan tidak akan mengulanginya lagi.

Kita memang harus yakin saat meminta kepada Allah swt, karena Allah pasti  tidak akan meberikannya saat  seorang hamba meminta tetapi dengan keraguan. Allah sendiri sudah menyatakan dalam sebuah hadis qudsi bahwa Aku Allah hanya akan mengikuti apa  persangkaan hamba Ku, jika dia menyangka baik maka Aku juga akan baik dan jika dia menyangka  buruk, maka Aku juga akan mengikuti persangkaannya tersebut. Jadi sangat jelas jika kita meminta  aopapun, termasuk di dalamnya ialah ampunan, maka kita harus yakin bahwa  Allah akan mengampuni dosa kita tanpa keraguan sedikitpun.

Keyakinan bahwa bulan ramadlan merupakan bulan ampunan tentu juga harus menjadi salah satu pertimbangannya bahwa Allah pasti akan mengampuninya. Nah, karena keyakinan tersebut harus ditancapkan dalam hatinya, maka sebagaimanan  disebutkan di atas, dia juga harus  menyadari dirinya dan kemudan menyesuaikan diri dengan persyaratan yang sudah ditetapkan oleh para ulama sebagai adab dalam berdoa, yakni dengan cara yang baik, disamping memenuhi  syarat makanan, minuman dan pakaian dari yang halal, juga dia sebaiknya berwudlu, dan memakai pakaian yang bersih, lalu focus untuk vberdoa.

Tentu akan jauh lebih bagu jika didahului dengan amalan lainnya, seperti shalat sunnah, atau membaca alquran, berdzikir dan setelah itu baru tertujun kepasda permohonannya. Pwerlu diketahui bahwa dalam memohon atau berdoa tersebut tidak dipersyaratkan dnegan bahasa Arab, melainkan dapat dilakukan dengan bahasa apapun asalkan dia menjadi sangat memahami dan menyadari apa yang ungkapkannya kepada Allah swt. Jika hati dan pikiran menyatu dalam keinginan mendapatkan ampunan tersebut, maka tidak sulit bagi Allah untuk mengabulkannya.

Nabi  Muhammad saw sendiri  pernah memberikan  pesan kepada umatnya tentang berdoa di bulan suci Ramadlan yakni agar umatnya memperbanyak bacaan doa yang diajarkannya, yakni Ya Allah Engkau Maha Pengampun yang suka memberikan ampunan, maka  ampunilah segala dosaku, atau kalau  dalam kehariannya dikenal dengan bahasa Arabnya “ Allahumma  innaka Afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni”. Memang simple dan  mungkin juga dapat diungkapkan dnegan bahasa lainnya, karena substansinya ialah meminta ampunan kep[ada Dzat yang maha Pengampun.

Perlu diketahui bahwa Tuhan itu tidak sebagaimana makhluk, yang ketika selalu dimitai, maka lama lama akan menjadi bosan. Justru Allah swt  akan senang jika para hamba Nya selalu memohon dan berdoa kepada Nya. Bahkan kalau para hamba Nya tidak mau berdoa dan emmohon kepada Nya, maka itu sama denagn kesombongan, karena yang mempunyai dan menentukan segala sesuatu adalah Tuhan, lalu kenapa tidak mau meminta kepada Nya? Keberadaan dan kondisi hamba itu lemah dan seharusnya selalu meminta kepada Tuhan yang Maha Perkasa dan Kuasa.

Itulah mengapa  kita tidak boleh malu dan bosan dalam berdoa, karena Tuhan tidak mungkin bosan untuk menerima permohonan kita, bahkan Allah sendiri yang meminta kita sebagai hamba Nya harus selalu memohon, bukan sebaliknya kita menjaga jarak dengan Allah swt. Allah sudah berjanji kep[ada para hamba Nya bahwa siapapun yang serius dan sungguh sungguh dalam memohon, maka pasti Allah akan mengabulkan. Namun yang harus kta ketahui bahwa perkenan dan pengabulan Allah etrsebut tidak mesti sekaligus sebagaimana yang kita inginkan, melainkan  akan dilihat sesuai dengan  yang terbaik bagi kita.

Allah itu Maha Mengetahui apapun yang terjadi ataukah yang akan terjadi pada diri hamba Nya  karena itu Allah pasti akan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dnegan apa yang nantinya akan menjadi baik bagi kita. Itu smeua karena Tuhan  sangat  saying kepada kita sehingga apapun yang terkait dnegan diri kita pasti akan di putuskan yang terbaik. Hanya sauja  terkadang kita tidak mampu melihatnya demikian. Untuk itu kita harus terus mengembangkan sikap baik sangka kepada Allah swt, meskipun secara lahir mungkin yang kita dapatkan sesuatu yang tampak buruk.

Ada kalanya sesuatu yang tampak lahirnya buruk bagi kita tetapi sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita, atau sebaliknya adakalanya sesuatu tampak baik secara lahir, tetapi sesungguhnya itu sangat buruk bagi kita. Karena itu jika kita mampu bersikap baik sangka tersebut maka Allah pasti akan membukakan pintu hati kita untuk mampu meresapi hikmah dibalik sesuatu yang lahir, dan kita pastinya akan melihat kebaikan demi kebaikan  yang diberikan oleh Allah swt, termasuk saat kita diberikan  sakit misalnya.

Memang tidak mudah untuk bersikap demikian, karena biasanya kalau kita melihat secara lahir sesuatu keburukan, maka cepat cepat kita memvonis bahwa keputusan Allah kepada kita memang buruk. Ityulah mengapa kemudian Allah akan selalu menguji kep[ada kita, dan kita selalu akan gagal dalam menjalaninya. Marilah sejak saat ini kita berlajar untuk bersikap bijak yakni mensyukuri apapun yang diberikan Allah kepada kita, termasuk yang tampak buruk bagi kita sekalipun.

Kita berharap bahwa di ramdlan kali ini kita akan mampu meraih banyak kebaikan, yang salah satunya ialah mam[u bersikap baik kepada semua keputuisan Allah dan mampu menggali hikmah setiap kejadian yang menimpa kita. Dengan begitu kita pasti akan semakin matang dan bijak serta  mampu menyikapi hidup dnegan sangat baik dan hidup kita pasti akan terasa nyaman serta  tenang, smeoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.