PERBANYAK DIKIR DAN DOA

Bulan suci Ramadlan memang memungkinkan bagi setiap muslim untuk lebih focus memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan, karena situasinya memang sangat mendukung, namun ternyata masih banyak juga yang tidak memanfaatkannya untuk kebajikan seperti itu. Masih banyak orang yang suka dengan keinginanya sendiri yang identic dengan nafsu, baik ingin menonton film, komedi ataupun hanya bengong. Bahkan kita juga sering menyaksikan banyak kawula muda yang hanya nongkrong dengan kawan kawannya, dan membicarakan sesuatu.

Untuk mengarah kepada sesuatu yang baik, tentu memang harus ada keinginan yang kuat dari dalam diri sendiri, bajhkan mungkin juga sedikit dipaksakan oleh diri sendiri, sebab kalau tidak demikian, maka keinginan yang ada   pasti sudah dipengaruhi oleh nafsu kita yang pasti cenderung ingin menjauh dari yang baik baik. Masih beruntung kalau mereka masih dalam batas tertentu, dan tidak melanggar aturan, karena sering kali kalau sudah lepas dari kebiasaan baik, biasanya lantas dengan mudahnya berpaling  kepada sesuatu yang buruk.

Kalaupun pada biasanya akan terasa suilit untuk melakukan kabaikan kebaikan karena suasananya yang kurang mendukung, namaun seharusnya bulan ramadlan kali ini dapat dimanfaatkannya untuk kebaikan. Paling tidak membiasakan diri memmbaca kitab suci meskip[un hanya sedikit tetapi dengan sedikit pemahaman, sehingga akan ada manfaat yang dapat dipetiknya. Jika ada kebersamaan diantara anak anak muda untuk mengaji pada jam jam tertentu, tentu itu akan jauh lebih baik.

Anak anak muda juga pasti akan sangat pantas  untuk selalu berjamaah shalat dhuhur pada saat ramadlan, karena itu merupakan saat yang kalaupun melakukan aktifitas lainnya pasti juga terasa berat, karena pada tengah hari. Tentu akan jauh lebih bagus dan mendapatkan kemanfaatan yang besar jika mau bersama berjamaah, dan dilanjut dengan  membaca buku buku  tentang agama Islam atau tentang cerita teladan  para Nabi ataupun para sahabat atau para ulama salaf. Kalau sudah tertarik membaca cerita, biasanya akan sangat asyik dan bahkan dapat lupa dengan yang lainnya.

Aakan jauh lebih baik lagi kalau kemudian  juga dilakukan doa bersama, baik menjelang shalat maupun  dalam kondisi tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan pencerahan dari Allah swt dan terhindar dari segala macam kesulitas serta hal yang membahayakan diri dan keluarga. Kita tahu bahwa doa yang diucapkan dengan ketulusan dan serius serta dengan menjaga diri dari hal hal yang diharamkan, apalagi di bulan puasa  tentu  kemungkinan untuk dikabulkan oleh Tuhan sangat besar, dan itu pastinya akan memberikan kepercayaan diri yang lebih.

Para ulama zaman dahulu juga selalu menafaatkan bulan ramdalan untuk memperbanyak dzikir dan berdoa agar mendapatkan berkah ramadlan, bahkan  seakan mereka sama sekali tidak mengingat waktu, karena setiap kesempatan selalu daja digunakan untuk menjalankan  dzikir dan doa.  Dzikir itu termasuk di dalamnya ialah membaca alquran, dan membaca  semua kalimat yang terkait dengan Allah swt, sepeeti membaca la ilaha illallah,  subhanallah, alhamdulillan, hasbunallah wa nikmal wakil nikmal maula wa nikan nashir dan sejenisnya.

Dengan membaca kalimat kalimat yang baik etrsebut sekaligus juga akan menghindarkan diri kita dari ghibah dan  membicarakan pihak lain yang hanya akan mendatangkan dosa  dan bahkan menghilangkan pahala  puasa.  Nabi sendiri selalu berwasiat kepada kita untuk menjaga mulut karena mulut itu  sangat berbahaya, bahkan kalau seseorang disakiti dengan pedang akan lebih sembuh ketimbang kalau disakiti dengan lisan. Sementara manusia  sendiri terkadang akan  tidak control kalau sudah mulai berbicara dengan kawannya.

Jadi dengan berdzikir, membaca kitab suci kita sesungguhnya juga telah mengusahakan untuk menjaga lisan kita dan berusaha untuk menjaga puasa kita. Berdusta biasanya juga melalui mulut dan dusta itu disamping  doasa juga sekaligus menghilangkan pahala puasa, serta pasti akan menyakitkan pihak lain. Nah, kalau kita sedang berpuasa namun menyakitkan pihak lain, terus puasa kita pasti tidak akan nyambung dan sia sialah apa yang kita usahakan untuk memperbaiki diri melalui perintah puasa tersebut.

Keinginan kita menjadi muttaqin  tentu akan jauh dari harapan, karena perilaku yang kita praktekkan  selama berpuasa tidak mendukung sama sekali bahkan bertentangan. Ketika kita menginginkan mendapatkan predikat muttaqin tentu kitanharus berusaha, di samping berpuasa juga menjalankan perintah perintah Nya sekaligus menjauhi larangan lrangan Nya, dan juga memperhatikan peringatan dari Rasulullah swt tentang ebrbagai hal yang  potensi menghuilangkan pahala puasa.

Aktifitas yang paling mudah dan mampu menghasilkan banyak keberkahan dan keuntungan ialah dengan membaca kitab suci, karena bukan hanya pahala semata yang kita dapatkan, melainkan juga kepahaman serta kesehatan sekaligus.  Pahala pasti akan didapatkan  karena meskipun tidak mampu memahaminya saja kalau kita emmbaca alquran tetap akan mendapatkan pahalanya sebagaimana disampaikan sendiri oleh Rasulullah saw, bahkan menurut penlitian mutakhir bahwa dengan membaca dan atau mendengar bacaan alquran sel sel kangker ganas pun akan menjadi lemaas dan akhirnya mati.

Ini sungguh sesuatu yang  sebelumnya sama sekali tidak pernah kita bayangkan, namun  dengan penelitian yang ditemukan etrsebut semakin meyakinkan jkepada kita bahwa  sesungguhnya setiap perintah yang diberikan dalam ajaran Islam, pasti mengandung aspek yang dibutuhkan oleh manusia. Sebagaimana dalam pernitah shalat yang ternyata jika gerakannya diikuti cara menurut Nabi Muhammad saw juga mengandung  kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Jadi kesimpulannya, semakin kita mengetahui berbagai aspek ajaran islam, akan semakin tebal keimanan kita karena semakin  menyaksikan keluhuran dan kehebatan Islam itu sendiri yang hanya akan didapatkan melalui pengalaman  yang didapatkan  setelah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dnegan ketulusan hati. Untuk itu beruntunglah bagi kitanyang selama ini dan setrusnya  tetap meyakini kebenaran ajaran islam dan menjalankannya secara konsisten. Kita masih yakin bahwa dalam perjalanan kita menjalankan syariat Islam pasti akan masih banyak lagi kita temukan rahasia yang akan semakin memperkokoh keimnaan kita.

Dalam salah sebuah hadis rasul pernah bersbda bahwa jika kita mau menjalankan syariat Islam dengan penuh keyakinan dan ketulusan, maka kita akan mampu menemukan masinya iman itu sendiri, padahal semala ini ketika kita menjalankan syaraiat hanya dengan  sebuah kegiatan rutin saja atau bahkan mungkin sedikit terpaksa, maka kita belum pernah mendapatkan kenyamanan dan menisnya iman tersebut. Bukan tidak mungkin dengan pengalaman yang kita jalani dengan menjalankan syariat Islam etrsebut, kita akan  mendapatkan ketenangan jiwa dan manisnya bermunajat  kepada Allah swt.

Banyak ulama zaman dahulu yang begitu menikmati beribadah pada tengah malam dan  bahkan  mata mereka sama sekali tidak mau terpejam karena mampu menikmati ibadah yang dijalankannya. Seolah mereka asyik berdialog dengan Tuhan dan  mendapatkan ketenangan hati yang sangat luar biasa. Lalu kenapa kita tidak juga mampu mendapatkannya?. Jawabannya ialah  mungkinkah kita masih belum  mampu menjalaninya dengan sangat baik dan tulus. Entahlah, yang penting kita harus teruis berusaha mendapatkannya, semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.