TENTANG SAHUR

Sahur memang sangat dianjurkan saat kita berpuasa, meskipun kalau kita tidak sahur pun juga tetap sah puasa kita asalkan kita kuat menjalaninya. Islam emmang  mengajarkan agar kita makan sahur sata kita berpuasa  tentu harapannya kita masih akan kuat dan mempunyau tenaga untuk menjalankan aktifitas meskipun sedang berpuasa. Itulah mengapa juga sangat dianjurkan bahwa makan sahur itu sangat disukai manakala dilakukan di akhir waktu, yakni menjelang subuh, jangan sahur dilaksanakan setelah shalat isya’.

Sama dengan anjuran makan sahur, Islam juga sangat mengajurkan untuk mensegerakan berbuka puasa, karena dengan begitu kita akan dapat segara menikmati karunia Allah setelah seharian menjalankan puasa. Menurut Nabi Muhammad saw  bahwa orang yang berpuasa itu akan endap[atkan kenikmata dua hal yakni pada saat berbuka puasa dan nanti saat bertemu dengan Allah swt di akhirat, karena itu saat di dunia ini  kenikmatan etrsbeut harus kita rasakan yakni nikmatnya berbuak puasa tersebut.

Mungkin ada orang yang mash kuat untuk menjalani puasa  hingga tengah malam, namun itu tidak dianjurkan dan  sepatutnya mereka itu berbuka pada saat maghrib tiba dan setelah itu menjalankan kewajiban lainnya. Jika kita mampu merenungkan betapa Islam  begitu perhatian terhadap puasa ini, itu disebabkan masih banyak diantara umat yang merasa kebratan atas perintah puasa tersbeut karena biasanya dapat makan dan minum di tengah hari, namun saat berpuasa semuanya dilarang. Karena itu Ilam kemudian memberikan pilihan untuk menjalankan sahur di akhira dan berbuka puasa di awal.

Kita akui bahwa berpuasa memang berat bagi umat terkecuali yang sudah mampu mendalaminya dan bahkan karena berpuas atersebut tidak makan dna minum dalam jangkan waktu yang cukup lama, biasany bau mulut ekmudian terasakan begitu mengganggu, nah, karena itulah Tuhan juga memberikan motivasi kepada orang yang berpuasa,  dnegan pernyataan melalui hadis nabi, bahwa bau tidak sedap orang yang berpuasa itu menurut Allah lebih harusm ketimbang minyak kesturi.

Tentu itu bukan dalam arti hakiki saat kita berada di dunia, melainkan hanya sebuah motivasi  agar kita tidka minder dengan bau mulut yang kurang nyaman. Dapat juga dipahami bahwa bagi orang yang berpuas nanti diakhirat bau mulutnya akan sangat wangi atau dapat dipahami baha meskipun secara riil beu mulut orang yang berpuasa itus edikit tidak nyaman, namun kita tidka usah  canggung dan minder, karena bagi Tuhan itu dianggap sebagai bau wangi yang tidak dapat dicium oelh orang biasa.

Namun dmeikian sebagai umat yang melakukan kontak dengan pihak lain saat kita bekerja, maka kita juga harus berusaha untuk menghilangkan bau tidak sedap tersebut, yakni dengan melakukan gosok gigi saat setelah selesai makan sahur sehingga tidak etrsisa makanan di gigi kita. Bau mulut itu biasanya karena masih ada sisa makanan yang tidak bersiah di mulut kita sehingga karena  lamanya waktu tidaknrtesentuh makanan atau minuman, maka mulut emnjadi mengeluarkan bau yang tidak sedap yang terkadang mengganggu kiat sendiri dan hubungan dnegan pihak lain.

Pada saat kita berpuasa juga jangan terlalu memikirkan tentang makanan atau minuman, karena itu akan semakin menadikan diri kitabtergantung kepada  makanan dan atau minuman etrsebut. Jika kita makan maka secukupnya saja dan diperkitakan akan mampu emmberikan energy dalam emnjalankan aktifitas seharian, sebab kalau kita pikirkan makanan dan kita makan sebanyak banyaknya, justru akan membahayakan kesehatan kita  atau mungkin justru kita tidak akan ammpu melaksanakan aktifitas pekerjaan karena keberatan  membawa peruta yang penuh.

Demikian juga pada saat berbuka puasa sebaiknya secukupnya saja dan tidak berlebihan, disamping berlebiahan itu dilarang, juga pasti akan mengganggu kegiatan kita terutama shalat tarawih. Jika kita kekenyangan pastinya kita akan malas untuk ebrgerak dan menjalankan kewajiban apalagi kalau kemudian  meremhkan shalat sunnah. Sungguhnluiar biasa apa yang dianjurkan oleh agama kita karena itu pastinya membawa keberkahan dan juga kemaslahatan bagi kita.

Kenapa soal sahur juga harus diatur oleh Islam, karena kalau kita berpuasa tanpa makan sahur tentu secara manusiawi dan kebanyakan orang akan mengalami kekurangan energy dan  mungkin lemas dan tidka bergairah, yang akan emngakibatkan kinerja kita tidka maksimal. Untuk itu kekuatan manusia itu memang ada batasnya dan  saat diperintah untuk berpuasa tentu harus dibarengi dnegan  persiapan untuk  mengisi energy agar nantinya tidak akan mengurangi kemampuan aktifitasnya  dalm hari etrsebut.

Kalau  ada orang yang super sehingga akan tetap bertenaga meskipun tidak makan sahur, maka itu merupakan pengecualian dan sesuatu yang merupakan pengecualian tentu tidak  m,asuk dalam kategori umum. Sayariat islam tentu diperuntukkan bagi kalangan umum yang  tentu  akan mersakan kelaparan dan lemas jika memang tidak makan sahur, kaerena itu perintah agama ialah makan sahurlah agar kita mempunyai tenaga untuk menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya.

Lantas bagaimana jika ada orang yang ketiduran sehingga bangun setelah subuh, apakah dia tetap menjalankan puasanya atukah dia tidak usah berpuasa? Jawabannya ialah dalam bulan puasa semua orang yang tidak ada halangan secara syari maka wajib berpuasa. Caranya ialah dengan tetap berhati hati yakni sebelum tidur dia harus berniat dahulu esok hari akan berpuasa, sehingga kalaupun misalnya dia ketiduran hingga subuh dia sudah mniat berpuas, meskipun tidak sempat sahur.

Sahur memang bukan merupakan sebuah kewajiban sehingga kalaupun tidak sempat sahur maka puasanya tetap dianggap sah, hanya saja itu merupakan sesuatu yang dianjurkan agar saat seharian menjaalani puasa masih tetap fit dan berenergi. Bahkan untuk sekedar niat tersebut ada ulama yang memperbolehkannya diucapkan pada saat awal ramadlan, sehingga kalau di pertengahan ramadlan lupa tidak niat masih tetap sah puasnya, yakni naita puasa selama bulan ramadlan dan tidak dirinci niatnya setiap malam, namun jika kta emnginginkan akan jauh lebih baik jika kita niat di awal secara umum lalu setiap malamnya kita juga meniatkannya kembali.

Apaapun yang diperintahkan oleh agama  kita hartus yakin bahwa itu sebagai bentuk  kasih saying Tuhan kepada umat Nya dan pasti mengandung hikmah yang besar, termasuk sesuatu yang mungkin secara lahir kita anggap remeh sekalipun. Namuns ebagai orang beriman kita memang tidak boleh meremahkan setiap perintah dari syariat, apakah itu perintah yang ebrssifat wajib atau hanya sbeuah perintah anjuran atau sunnah saja. Bahkan kalaupun sampai saat  tertentu kiat belum juag mengethui hikmahnya kita harus tetap meyakininya itu hikmah yang besar di dalamnya.

Kita jalani saja smeua perintah dari syariat  agama kita, meskipun kita tidak tahu apa rahasia di balik perintah tersebut. Kepatuhan kita kepada perintah agama tentu harus kita kedepankan melebihi opengetahuan kita terhadap hikmah di balik perintah tersebut. Tuhan tentu akan  menghargai kepatuihan kita tersebut, meskipun kalau kita mengetahui hukmah daolam perintah tersbeut tentu akan jauh lebih baik dan memberikan dampaik yang lebih terhadap kepatuha kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.