MARI DAPATKAN LAILATUL QADAR

Setiap akhir ramadalan, masyarakat muslim menyadari bahwa di sana akan muncul satu malam yang diberi nama lailatul qadar, sebuah malam yang nilai kebaikannya melebihi seribu bulan. Mungkin diantara kita ada pwerbedaan  untuk menentukan malam tersebut, sebagian diantara kita meyakini bahwa malam tersebut akan jatuh pada malam ganjil setelah malam ke dua puluh, sebagiannya lagi  memastikan pada tanggal tertentu seperti tanggal 27 ramadalan dan lainnya, karena memang ada sebagaina ulama terdahulu yang meyakini hal demikian.

Namun sesungguhnya nabi Muhammad saw sendiri tidak pernah menentukan malam apa  dan tanggal berapa, karena beliau hanya menyatakan “carilah lailatul qadar tersebut pada sepuluh terakhir pada bulan ramadlan” Dengan dmeikian usaha yang paling aman ialah  emngikuti  apa yang disarankan oelh nabi Muhammad saw, karena boleh jadi kalau kita hanya mencarinya di tanggal ganjil, lalu kita meleset, maka kita akan rugi besar, atau ap[alagi kalau hanya mencarinya di tanggal tertentu saja, maka kita pasti juga akan sangat rugi.

Perintah untuk mencarinya hanya di sepuluh hari terakhir tentu sudah sangat ringan karena nilainya  jauh melebihi seribu bulan. Tinggal kita mau berusaha apa tidak. Nai semdiri juga selalu emmberikan keteledanannya, yakni pada saat sudah memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadlan, beliau sangat rajin untuk menjalankan I’tikaf sambil mencari lailatul qadar, lalu kenapa kita masih ingin lebih ringan lagi hanya mencari satu malam saja diantara sepuluh hari?

Kita memang memahami bahwa lailatur qadar pada saat diturunkannya alquran saat itu terjadi pada malam tanggal 17 ramadlan, meskipun ada juga yang tidak sependaopat dnegan itu, yakni dengan melihat riwayat sebuah hadis, bahwa alquran itu diturunkan bukan pada 17n ramadalan, melainkan justru pada malam tanggla 24 ramadlan. S3dangkan pendapat bahwa alquran diturnkan pada malam 17 ramnadlan itu hanyalah sebuah penafsiran terhadap salah satu ayat yang menyatakan bahwa jika kalian myakinia apa yang kami turunkan pada saat  terjadi perang besar yakni pernag Badar.

Kita memang mengetahui bahwa perang badar itu terjadi pada tanggal 17 ramadlan, namun tidak mesti bahwa yang diturunkan oleh Allah pada persis dan bertepatan dnegan perang tersbeut adalah alquran untuk yang pertama kali, melainkan bisa saja  ayat lain yang memang Tuhan turunkan pada saat etrjadinya perang badar tersebut. Untuk itu kalau kita berpegang kepada pernyataan Nabi tentang lailatul qadar, kita yakin bahwa lailatul qadar itu terjadi pada sepuluh terakhir bulan ramadlan.

Sementara itu informasi alquran sendiri menyatakan bahwa alquran itu memang diturunkan pada malam lailatul qadar, sehingga kalau  kita ingin menyelarasakan antara riwayat tentang lailatul qadar dengan ayat alquran yang memberikan informasi tentang turunnya alquran, maka yang lebih dekat dnegan hal tersbeut ialah jika kita menempatkan nuzulul quran itu pada tanggal 24 ramadlan, bukan tanggal 17. Namun kita  sangat paham bahwa peringatan nuzulul quran yang diperingati setiap tanggal 17 ramadlan sepe4tinya sudah emnjadi keyakinan umat sehingga sebainya kita membiarkannya tetap berjalan begitu.

Tentu  kalau kita ingin memasyarakatkan turunnya alqruan bukan pada malam 17, melainkan justru malam 24 tentu tidak ada salahnya sambil terus memberikan argumentasi yang masuk akal dan  tetap mengedepankan persatuan umat. Jangan hanya gara gara masalah etrsebut, kemudian umat menjadi pecah dan bahkan bertengkar. Mai kita hargai pendapat apapun yang sudah ada di masyarakat dan tentu kita juga boleh menyampaikan informasi yang ditemukan yang dianggap baik dan valid.

Lailatul qadar merupakan sebuah hadiah yang paling  hebat yang diberikan oleh Allah swt kepada umat Muhammad saw. Sebagaimana kita tahu bahwa meskipun secara rata rata usia umat Muhammad relative pendek jika dibandingkan dnegan umat terdahulu yang rata rata mencapai seribu tahun atau lima ratus tahun, namun untuk umat Muhammad secara rata rata hanya sekitar enam puiluh hingga tujuh puluh tahun, akan tetapi hebatnya umat Muhammmad saw mampu mendapatkan pahala yang besar bahkan melebihi umat terdahulu.

Kita ingat pada saat nabi  dipanggil khusus oleh Allah swt pada saat isra’ ,mi’raj untuk mendapatkan perintah langsung kewajiban shalat, pada awalnya kewajiabnnya ialah 50 waktu. Kita dapat membayangkan bagaimana jika  50 waktu etrsebut masih harus kita jalankan saat ini, mungkin kita tidak akan sempat bekerja atau melakukan aktifitas lain. Namun untunglah kemudian didiskon menjadi hanay lima waktu, akan tetapi pahalanya masih tetap sama dengan lima puluh waktu, karena setiap satu kebajikan  akan diniali sepuluh ali lipat.

Pada saat ramadalan dating Tuhan juga akan melipat gandakan pahala umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, sehingga meskipun hanya sebulan menjalankan puasa, akan tetapi pahalanya melebihi beberapa tahun. Demikian juga engan beberapa ibadah lainnya yang nilainya dijanjikan melabihi apa yang sesungguhnya. Contoh kecilnya ialah kala umat menjalankan shalat secara berjamaah maka akan diberikan derjat pahalanya sampai dua puluh tujuh lebih. Demikian juga pada saat memberikan santunan dengan ketuluisan, maka pahalanya juga dilipat gandakan beberapa ratus  dan lainnya.

Puncaknya ialah pada saat Allah menurunkan lailatul qadar maka  dengan tegas Allah sendiri yang menyakatakn bahwa lailatul qadar itu nilainya melebihi seribu bulan. Ini sungguh sebuah  penghargaan yang  luar biasa  dari Allah swt kepada umat Muhammad. Untuk itu beruntunglah kita sebagai umat Muhammad, meskipun berusia pendek  namun tetap akan mendapatkan pahala yang luar biasa banyak. Tentu bagi kita yang menyadari hal etrsebut nantinya akan emmperoleh  keberuntunagn yang besar, namun sebaliknya bagi mereka yang tidak mempergunakan kesempatan etrsebut, pasti  mereka akan sangat rugi dan menyesal pada saatnya nanti.

Memamng semua hal itu swelalunkembali kep[ada masing  masing orang, ketika orang mau memanfaatkan fasilitas yang dibwerikan dan menjalankan kebaikan demi kebaikan, maka dia akan memetik hasilnya, tetapi jiak sudah diberikan kesempatan baik, namun dibiarkan berlalu begitu saja, pastinya  pada saatnya  mereka patsi akan menyesalinya dan kerugain besar tentu akan menimpanya. Untuk itu berbahagialah mereka yang selalu inagt dan mau menjalankan kesempatan yang baik untuk emndapatkan keberuntungan dan sekaligus untuk emmperispkan kebahagiaan di akhirat nanti.

Terkait dnegan malam lailatul qadar  juga sangat tergantung kepada masing masing diantara kita. Bagi yang mau mencarinya maka dia juga akan mendapatkan keberuntungan, tetapi bagi yang tidak mau mencarinya, maka dia telah rugi besar karena telah menyia nyiakan kesempatan yang diberian berlalu begitu saja tanpa melakukan apapun. Kita tidak usah mengolok olok  siapapun, namun kita memang berkwajiban untuk saling mengingatkan tentang kebaikan. Karena itu melalui kesempatan ini saya mengajak kepada smeua umat muslim unatuk mencri lailatul qadar etrsebut, dnegan harapan kita akan mampu mendapatkannya dan  menjalankan kebaikan demi kebaikan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.