RAMADLAN TELAH MENGUBAH JALAN HIDUP

Mungkin banyak kisah dan cerita yang memberikan inspirasi bagi banyak orang yang dapat dibaca dan dapatkan di banyak tempat, namun kali ini ada sebuah cerita yang mampu membangkitkan semangat dan inspiorasi bagi siapapun yang mau mengambilnya. Cerita tersebut masih terkait dnegan bulan suci Ramadlan dan keberkahannya. Itu kita percaya karena  bermula dari Ramadlan itulah  cerita tersebut munucl dan membuat sebuah perbedaan yang sangat jelas tentang kisah anak manusia menuju keberuntungan hakiki.

Adalah pak Giman alias Darmanto yang sejak kecil sudah terbiasa  dengan kehidupan ala nasrani karena memang dia hidup dan dibesarakan oleh keluarga pemeluk agama nasrani yang cukup ketat. Seorang Giman kecil memang biasa biasa saja dan sama sekali tidak tampak menojjol terutama dalam hal pendidikannya, karena itu meskipun tidak pernah tinggal kelas, tetapi kenaikan kelasnya juga biasa biasa saja tanpa rangking yang membanggakan. Tetapi ketekunannya  mendatangi gereja setiap minggu memang dapat dibanggakan oleh oarng tuanya.

Singkat cerita  Giman etrsebut akhirnya masuk ke perguruan tinggi negeri, mungkin karena nasib saja dia dapat memasuki PTN dan perjalanan pendikannya juga tidak ada sesuatu yang istimewa. Dia menjalani hari harinya dengan tetap tekun mengikuti kuliah dan kegiatan gereja. Suatu ketika dia  saat berada di perpustakaan universitasnya menemukan sebuah buku kecil yang berkisah tentang  sosok ulama yang kharismatik dan mempunyai banyak keanehan atau istilahnya kewalian khoriqul adat.

Entah karena apa lalu Giman tersebut tertarik dengan buku tersebut, maka  dengan  sedikit bersembunyi dia membacanya dan semakin membaca dia  semakin tertarik dnegan ceritanya. Lalu keesokan harinya dia datangi lagi perpustakaan etrsebut untuk melanjutkan membaca cerita etrsebut. Ternyata di dalamnya ada memberikan informasi tentang kitab suci bagi umat muslim yang selama ini  dia sangat membencinya saat mendengar kata alquran. Entah kenapa dia kemudian ada keinginan untuk mengetahui alquran tersebut sebagaimana yang diinfokan oleh cerita tersebut.

Jadilah dia rajin mengunjungi perpustakaan untuk melanjutkan petualangannya  dalam upaya mengenal alquran, namun masih belum berani terang terangan seingga dia sembunyi sembunyi saat membuka kitab suci bagi umat muslim tersebut. Dia mulai membacanya satu demi satu. Meskipun tidak ada cerita yang menarik sampai  beberapa ayat yang dibacanya, namun ada sesuatu yang  membuat dirinya pensaran sehingga ingin melanjutkannya. Keinginan niatnya tersbeut akhirnya dituruti dengan membacanya hingga mendapatkan  banyak halaman.

Ternyata dalam bacaannya tersebut, justru dia menemukan sebuah pengetahuan yang dianggapnya  adil dan  sesuai dengan pikirannya. Semakin hari semakin  menjadi jadi dan membuat pikirannya menjadi ragun dengan agamanya sendiri. Saat ini dia justru keranjingan dnegan agama muslim yang selama ini dia benci dan jauhinya. Seakan ada magnet besar yang memintanya untuk mempelajari lebih jauh tentang  islam, meskipun hanya melalui lembaran lembaran alquran.

Pada saat bulan suci bagi umat muslim dating, dimana banyak kawannya yang muslim menjalankan ibadah puasa, dia kemudian mencoba mencaro buku yang terkait dnegan puasa tersebut, disamping mencarinya di dalam internet. Dari perjalanannya mendapatkan informasi tersbeut, akhirnya dia semkin yakin dnegan islam  dan akhirnya dia harus bertanya kepada salah seorang sahabatnya yang beragama Islam tentang banyak hal tentang islam. Memang sahabatnya tersbeut tidak menguasai tentang keislaman, maka diajaklah  kawannya tersbeut untuk menemui  salah seorang tokoh dan ulama yang dianggap mumpuni ilmunya.

Dari kunjungan tersbeut akhirnya  Giman menjadi semakin mengerti tentang islam yang memang sangat masuk akalnya dan dia semakin tertarik, tetapi belum berani untuk menyatakan diri masuk islam, karena masih berpikir tentang oramng tuanya dan banyak hal yang mungkin akan emnjadi kendala bagi dirinya. Tepat pada menjelang berakhirnya bulan suci Ramadlan dia memberanikan diri untuk mengutarakan  keinginannya tersbeut kepada kedua orang tuanya.

Sudah barang tentu kita dapat membayangkan apa yang terjadi saat Giman menyanmpaikan maksudnya tersbeut, orang tuanya langsung marah besar dan mengancam Giman untuk  segera menggagalkan niatnya tersbeut. Tetapi rupamnya Giman sudah bulat niatnya untuk beralih agama dan keyakinan,  karena itulah orang tuanya  akhirnya menyarah dan mempersilakn Giman untuk memilih yang terbaik yang dityakininya akan membawa kebaikan bagi dirinya.

Betapa gembiranya hati Giman setelah orang tuanya meyerahkan urusan keyakinan tersbeut kepada dirinya yang dianggap sudah dewasa untuk menentukan nasibnya di masa mendatang. Akhirnya  dengan diantar oleh sahabatnya tersebut Giman mendatangi kantor  MUI untuk mengucpkan dua kalimah syahadat dengan disaksikan oleh beberapa pengurus MUI dan sahabatnya serta seorang tokoh yang memperkenalkannya dnegan Islam.

Tepat sehari setelah islam, Giman kemudian ikut shalat Idul fuitri bersama masyarakat m,uslim lainnya, dan dia sangat bangga dapat berkumpul dengan masyartakat muslim yang merayakan idul fitri tahun itu. Tidak terbayangkan betapa  gembiranya hati dan pikirannya saat itu, tetapi dia kemudian emnadi bingung dan kebingunanhya tersbeut ditangkap oleh sahabatnya tersbeut dan akhirnya diajaknya pulang kerumahnya untuk merayakan idul fitri di rumahnya dengan menyantap ketupat bersama opopr dan sambl gorengnya.

Setelah cukup agak siangan  akhirnya Giman pulang ke rumah dan tetap memperlakukan orang tunya dnegan baik dan sopan. Sesungguhnya Giman akan menceritakan betapa bahagianya hati saat itu, namun dia agak ragu karena takut akan menyinggung paearaan orang tuanya sehingga dia hanya duuduk diam saja sambil menonton siaran televise.  Saat itulah ekmudian ayahnya mulai menanyakan  kegiatannya bersama umat  muslim dalam shalat idul fitri tadi pagi.

Kesempatan tersebut tidak disia siakannya untuk berbagi suka kepada orang tuanya. Dia bercerita  betapa  girang hatinya yang selam ini belum pernah didapatkannya dan juga tentang diajak sahabatnya untuk merayakan idul fitri dnegan makan ketupat, opor di rumahnya. Dia juga bercerita tentang betapa umat muslim khususnya para tokohnya yang menyambut baik kehadirannya serta memperlakukannya dengan baik pula, sehingga kondisintersbeut semakin menebalkan keyakinannya untuk terus bergabung dnegan islam dalam meniti hidupnya ke depan.

Meskipun aayahnya mendengarkan cerita Giman, namun untuk menjaga  wibawanya, seoalh dia mengabaikan cerita anaknya tersbut dan lebih berkonsentrasi dnegan televise.  Secara diam diam ayak=hnya juga mulai tertarik dnegan cerita giman tersebut, dan sudah ada niat untuk mencoba menggali informasi menegnai islam, tetapi dia masih malu  dan rikuh dnegan Giman. Lai dnegan ibunya yang memang masih belum dapat menerima Giman seratus persen  untuk pindah agama, sehingga  ibunya masih diam saja.

Hari itu Giman memang menjadi orang yang paling bahagia dan  karena itu dia  juga berkeinginan orang tuanya  akan mengikuti jejaknya. Untuk itu dia akan selalu mendoakan kepada Allah agar kedua orang tuanya diberikan hidayah agar mau menerima Islam sebagai agamanya  sehingga dia akan elbih bahagia karena dapat seiman dnegan orang orang yang dicintainya. Ada sebuah keyakinan dalam dirinya bahwa suatu saat orang tuanya  juga akan  masuk islam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.