PUASA ITU SEHAT

Memang tidak salah jika aa pernyataan bahwa berpuasa itu sehat dan menuehatkan, namun tidak mutlak karena pasti ada beebrapa hal yang harus dilakukan. Hal tersebut terkait dengan beberapa kasus yang justru sebaliknya, yakni berpuasa tetapi malah bukan sehat tetapi sakit. Riwayat yang menyatakan bahwa berpuasalah agar sehat, itu juga harus ditempatkan pada posisi yang benar, bukan sembarangan. Puasa memang didefinikan sebagai menahan diri untuk tidak makan, minum dan berkumpul dnegan suami atau isteri  sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun tentu tidak hanya itu karena berpuasa itu juga melatih disiplin, mel;atih diri agar peka terhadap sesame, sehingga memang seharusnya  orang yang berpuasa mau menghayati kondisi lapar dan haus serta bagaimana seharusnya memosisikan diri, agrar tidak melakukan berbagai hal yang dapat mel;enyapkan pahala puasa, seperti melakukan kemaksiatan, berbohong, memfitnah, menghardik dan sejenisnya.

Kita tentu juga dapat mengerti kalau ada orang orang tertentu yang ketika berpuasa malahan akan sakit, semisal  orang yang sakit mag akut yang seharusnya perut tidak boleh kosong dan sejenisnya, namun jika  dia  membiasakan dirinya untuk selalu berpuasa, ada kemungkinan justru sakitnya akan menjadi sembuh. Atau ketika berpuasa lalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang justru dapat membuat perut sakit dan tidak dapat menyesuaikan dengan makanan atau minuman etrsebut.

Terkadang kita juga menemukan adanya sebagian orang yang berpuasa lalu, ketikla berbuka makan makanan yang banyak sekali sehingga perutnya  tidak mampu menampung seluruh makanan yang dikonsumsi.  Akibatnya tentu dapat ditebak, yakni akan sakit perut dan mungkin juga akan merembet ke penyakit lainnya. Untuk itu puasa yang menyehatkan ialah puasa yang memang mengikuti cara cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw, yakni makan sekedarnya pada saat mendekati waktu imsak, dan berbukan puasa dengan air atau dengan kurma  dan tidak langsung makan besar.

Jika kita  makan sahur biasa saja dan porsinya juga biasa, tentu pada siang hari perut kita akan kosong dan itu juga menjadi enteng bai kita untuk menjalankan ebrbagai aktifitas.  Rasanya nyaman sekali dengan kondisi demikian, asalkan kiota  dapat menyesuaikan diri dan tidak  menuruti nafsu untuk bermalas malaasan.  Dengan kondisi  peruit yang kosong dan hanya ada sedikit makanan dan  tidak sampai memenuhi seluruh isi perut, tentu akan semakin emmbuat  kondisi perut dan pencernaan kita ringan.

Itulah yang menyebabkan  kita menjadi semakin sehat, karena tidak terganggu  oleh makanan yang masuk terlalu banyak sehingga alat pencernaan kita tidak akan pernah istirahat. Saya sendiri memang tidak ahli dalam bidang kesehatan, namun dapat merasakan betapa nyamannya  ketika perut tidak terlalu banyak makanan dan terasa sangat ringan jika kita melakukan kegiatan apapun. Tentunya kita juga  mengetahui sebuah riwayat yang intinya menyatakan bahwa  di dalam perut itu harus dibagi tiga ruang, satu untuk makanan, satu untuk minuman dan satu lagi untuk nafas.

Nah, kesalahan kebanyakan kita ialah tidak mau mengaturnya sedmikian rupa sehingga pada saat makan makanan yang lezart, lalu lupa dengan isi perut kita yang juga harus emmberikan ruang untuk minum dan juga nafas. Dengan tidak memberikan ruang yang cukup bagi nafas, tentu akan berakibat perit keberatan  dalam menanggung beban makanan dan nafas justru malah akan terusir dari dalam perut.  Akibat selanjutnya tentu kondisi kita akan semakin berat dan payah, khususnya yang terkait dengan pernafasan.

Pada posisi tidak sedang berpuasa saja kita diberikan teladan oleh nabi Muhammad saw bahwa kita tidak boleh rakus dalam makan ataupu minum, melaionkan hanya sekedarnya saja yang dapat diperkirajkan sudah memberikan energy atau kekuatan untuk melaksanakan aktifitas. Ingat bahwa nabi Muhammad saw itu tidak akan mengkonsumsi makanan terkecuali setelah perut beliau terasa lapar dan beliau juga tidak akan meneruskan makan meskipun perutnya belum kenyang, aliasa beliau akan berhenti makan sebelum perutnya menjadi kenyang.

Mungkin bagai sebagian orang keteladanan yang dmeikian dianggap sebagai sesuatu yang tidak seharusnya diikuti, tetapi jika kita memperhatikan apa yang pernah disabdakannya, yakni kiota harus emmberikan ruang yang cukup untuk nafas, tentu contoh yang diberikan Nabi etrsebut selaras dengan keinginan Nabi memberikan pendidikan kesehatan kepada umatnya. Meskipun hanya sekedar urusan makanan, namun itu juga penting untuk diketahuyi oleh umat sehingga dengan makanan etrsebut mereka akan mampu melakukan ebrbagai aktifitas dan  badannya juga masih tetap fit dan sehat.

Kita juga dapat melihat bagaimana para ulama dahulu dapat hidup dnegan nyaman karena cara makan dan minum mereka mengikuti Rasul sehingga jarang sekali mereka mengalami sakit perut sebagaimana yang sering dialami oleh umat pada saat ini. Para ulama biasany makannya hanya sedikit saja  dan tidak memperbolehkan bdannya terisi oleh makanan yang banyak yang hanya akan menyebabkan ngantuk dan tidak kuat untuk  berjaga banyak di malam hari. Padahal mereka setiap malam harus bangun dan bermunajat  kepada Allah swt.

Lantas bagaimana mereka akan mampu bertahan berjaga di malam hari kalau perut mereka penuh dnegan makanan dan minuman? Benarlah apa yang diteladankan oleh Rasulullah saw bahwa  makan itu hanya sekedar untuk mendapatkan kekuatan dan energy agar dapat melaksanakan aktifitas, tetapi tidak  berlebihan. Cara makannya juga tidak asal makan, melainkan  pada saat sudah merasa lapar barulah mereka makan dan sebelum mereka menjadi kenyang  mereka harus mengakhirinya.

Kita juga dapat membedakan sendiri pada saat perut kita teruisi penuh denagn pada saat perut kita kosong atau hanya terisi sedikit saja. Jika kita  mau merasakannya pasti akan dapat membedakan betapa nyamannya saat kita sedang berpuasa dan masih menyimpan energy tetapi perut kita sedang kosong, maka saat itulah kondisi kita sangat nyaman, baik untuk bernafas maupun utnuk menjalankan berbagai aktifitas yang dapat kita lakukan. Namun jika kita tidak mau merasakannya, mungkin juga tidak akan mendapatkan  perbedana tersebut.

Alangkah hebatnya syariat islam yang kita anut dan percaya, karena bukan saja mengandung makna secara ukhrawi, dimana kita dijanjikan akan mendapatkan pahala, melainkan juga sekaligus dapat kita petik hasilnya pada saat kita masih hidup di dunia ini. Tentu  bukan hanya puasa semata, melainkan juga ajaran syariat lainnya yang sungguh luar biasa jika kita mau memikirkann  dan merenungkannya. Hanya  saja  belum banya diantara kita yang mau dan peduli terhadap pencaria hikmah  pada setiap ajaran syariat sehingga kita kuirang mampu untuk menghayati dan sekligus mempertebal keimanan kita.

Mungkin dahulu kita hanya  membaca alquran karena ada perintah dan sekaligus juga akan mendapatkan pahal, meskipun kita sama sekali tidak mampu memahaminya, namun setelah ada penelotian ilmiah yang menyatakan bahwa dengan mendengarkan suara  bacaa alquran ternyata mampu mengusir virus kangker yang sangat berbahaya, maka kita akan semakin terpacu dan tentu akan memberikan ketebalan keimanan kita kepada Allah swt. Semoga kita akan terus mendapatkan informssi hebat dari seluruh perntah Allah swt yang sementara ini belum terkuak. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.