BERHARAP AMPUNAN DARI ALLAH SWT

Kita dikenalkan oleh para ulama dan guru kita bahwa bulan ramadlan adalah bulan ampunan, karena itulah dalam kesempatan ini kita harus memaksimalkan aktifitas baii kita agar kita mampu meraih ampunan dari Tuhan atas segala dosa dan kesalahan kita terutama yang terkait dnegan hubungan kita dengan Allah swt. Semakin sedikit dosa dan kesalahan kita tentunya akan semakin ringan langkah kita dalam menjejaki  hari hari di dunia ini. Meskipun persoalan dosa dan pahala tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun setiap orang tentu akan dapat merasakannya sendiri.

Bagi mereka yang belepotan dosa karena melakukan banyak kemaksiatan, tentu  akan semakin beratn jika harus me jalani kewajiban sebagai tanda ketundukan dan kepatuhan kepada Allah swt. Sedangkan bagi mereka yang  dosanya  sedikit dan lebih banyak amal baiknya, tentu akan semakin terpacu untuk menjalankan kebajikan serta menjauhkan diri dari amalan buruk. Semakin orang banyak dosanya, godaan setan akan semakin menjadi jadi dan orang tersebut akan sulit untuk mengelak, sehingga perbuatannya akan cenderung melaksanakan perbuatan yang tidak baik dan cenderung maksiat.

Kita dapat melihat secara nyata bahwa semakin orang itu menjaga dirinya dari perbuatan dosa, maka orang tersebut akan semakin baik dan selalu saja ingin berbuat yang terbaik. Sebaliknya  semakin orang itu melakukan perbuatan dosa dan maksiat, maka akan selalu cenderung menyimpang dalam perilakunya. Di dalam diri seseorang tentu akan terus berjlan pikiran yang baik jika dia memang tidak banyak melakukan dosa, namun jika dia banyak dosa, maka kecendrungannya justru akan sebaliknya, bukan semakin menauhi dosa, melainkan malah ingin terus berada dalam perbuiatan dosa etrsebut.

Nah, dengan mengetahui bahwa bulan suci ramadlan itu identic dengan bulan ampunan, maka kita dapat berkonsentreasi diri untuk memohon ampunan dari Nya, tentu dengan terus berusaha memperbaiki diri dan amalan, sehingga akan sangat pantas jika Tuhan lalu mengabulkan eprmohonan kita. Dalam persoalan ini sesungguhnya ada hal peenting yang harus kita ketahui dan sadari yakni bahwa  untuk dikabulkannya permohonan kita jkepada Tuhan, tentu terleboh dahulu kita harus mawas diri dan berusaha untuk menjalankan yang terbaik.

Artinya yang pertama harus kita pikirkan dan wujudkan ialah agar kita tidak mengkonsumsi makanan apapun yang diharamkan oleh Nya, baik karena substansinya, seperti daging babi dan sejenisnya ataupun karena prosesnya, semacam nasi tetapi didapatkannya dengan menipu atau mencuri dari pihak lain. Demikian juga dengan apa yang diminum juga harus dari yang hahal. Pakaian yang dikenakan juga harus dari yang halal, bukamn dari yang diharamkan. Nah, jika syarat pokok ini sudah dijalani, maka tinggal berklomnsentrasi diri untuk focus memohon kepada Allah swt.

Pada bulan ramadlan ini, nabi Muhammad saw juga sudah banyak mengajarkan ekpada kita doa dioa tertentu dalam upaya kita mendapatkan ampunan dari Nya. Doa yang sangat dikenal oleh umat muslim ialah “ Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni” Ya Tuhan sesungguhnya Engkaulah Sang Maha pengampun, maka ampunilah saya. Disamping mengajarkan doa doa tersbeut, secara umum Nabi juga mengatakan “ barang siapa mau menjalankan puasa ramadlan dengan didasari oleh keimanan dan ihtisab atau penyerahan diri dan ketulusan yang penuh, maka segala dosanya akan diampuni oleh Allah swt”.

Janji jani sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul sebagaimana tersbeut tentu bukan sekedar mainan, melainkan kesungguhan, asalkan kita maua serius, pasti apa kita inginkan yakni terhapusnya dosa kita insyaAllah akan dapat kita wujudkan. Apalagi kalau kita mau mengikuti seluruh perintah dan anjuran dari Nabi dalam menjalankan puasa, yakni bukan hanya sekedar menahan diri dari makan, minum dan berkumpul dengan suamai atau isteri di diang hari, tetapi juga menjauhi hal hal dosa yang akan membuat pihak lain  tersinggung dan sakit hati, maka harapan untuk terwujudnya ampunan etrsebut akan semakin besar.

Sifat sifat yang dapat menghilangkan pahala puasa semacam berdusta, marah, memfitnah, menyinggung  perasaan pihak lain, tidak jujur dan sejenisnya harus tetap kita jauhi meskipun tidak membatalkan puasa secara syariat. Kita memang meyakini bahwa Allah swt memang Maha  Pengampun atas dosa dosa para hamba Nya, namun bukan berate setiap hamba akan diampuni oleh Nya, melainkan hanya merka yang sungguh sungguh sajalah yang akan diampuni, sedangkan bagi mereka yang hanya main main, pastinya akan dibiarkan tetap berdosa, bahkan mungkin mereka akan semakin larut dalm perbuatan dosa tersebut.

Lalu kita juga harus berkaca kepada diri kita sendiri, apakah selama ini kita mudah untuk memberikan maaf kepada saudara kita yang berbuat salah kepada kita? Apakah kita akan mudah memberikan maaf, bahkan sebeluim diminta? Jika jawabannya ialah belum dan tidak pernah, maka  secara etika kita tentu harus malu karena diri kita tidak pernah emmberikan maaf, lalu kita sendiri ingin meminta ampunan. Tetapi tentu tidak menjadi masalah untuk meminta ampunan kepada Tuhan, karena Tuhan memang Maha Pengampun.

Momentum puasa memang  sungguh luar biasa jika kita mampu menyiasatinya dnegan baik. Artinya pada saat kita sedang menjalankan ibadah puasa, kenapa kita tidak melakukan banyak hal positif, sehingga kita juga  dapat memperbaiki diri atas apa yang selama ini sudah kita jalani yang mungkin belum sesuai dengan ajaran agama kita atau mungkin ada yang tanpa kita sadari ternyata telah  memberikan dampak buruk bagi pihak lain atau lainnya.

Kalau Nabi sendiri sudah memberikan jalan bagi setiap orang yang berpuasa untuk emndapatkan ampunan lalu kenapa kita tidak memanfaatkannya? Temntu kita akan rugi jioka hal etrsebut terjadi. Kita harus berbaik sangka kepada Allah, yakni apapun dosa kita selama ini, tetapi dnegan datangnya bulan berkah dan pengampunan ini, kita dating kepada Tuhan untuk menyadong ampunan dari Nya. Dalam hal etrsebut kita juga harus yakin dan mantap bahwa Tuhan akan memberikan ampunan Nya kepada kita.

Sekali kita ragu dan tidak yakin dengan ampunan Tuhan, maka  Tuhan juga pasti tidak akan memberikan ampunan Nya. Itu disebabkan bahwa Tuhan itu akan mengikuti apa yang dipersangkakan oleh hamba Nya. Jika seornag hamba menyangkan hal baik kepada Tuhan, maka Tuhan juga pasti akan berbuat  baik, sebaliknya jika hamba menyanghka buruk kepada Tuhan, pasti Tuhan juga akan memberikan keburukan kepadanya, Untuk itu kita memang harus selelau berbaik sangka kepada Tuhan dan terus memohon tanpa bosan.

Apalagi pada setiap malam kita juga pasti bangun untuk santap sahur, untuk itu jangan lewatkan kesempatan bangun tersebut untuk menjalankan shalat tahajjud dan memohon kepada Tuhan tentang kebaikan yang akan diberikankepada kita. Akan sangat rugi besar bagi kita yang  bangun malam hanya untuk tujuan makan saja, sedangkan ada kesempatan baik untuk bermunajat  kepada Nya dan sekaligus untuk mendekat dan meminta kebaikan  demi hidup kita di masa mendatang dan juga keluarga kita. Semoga kita mampu menuju ke sana, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.