MAMPUKAH PUASA MENGUBAH DIRI MENJADI LEBIH BAIK?

Seharusnya pertanyaan tersebut tidak muncul ke permukaan, karena jika seseorang menjalani puasa dengan penuh kesungguhan, tentu akan mencapai tujuan, yakni  derajat taqwa. Sedangkan  ciri cir sebagai mukmin taqqwa itu  ialah jika dia mempunyai sifat sifat mulia seperti jujur, disiplin, sabar, peka terhadap lingkungan sekitar, dan sifat baik lainnya. Namun dalam kenyataannya kita banyak dan swering menjumpai orang yang  sudah menjalani puasa  bertahun  tahun, namun masih saja sifat buruknya tidak hilang.

Lalu pertanyaannya ialah apakah puasa tersebt tidak mampu mengubah diri seseorang menjadi lebih baik, karena  dalam kenyatannya ketika orang sudah berpuasa setiap ramadlan, namun tidak juga  mampu menghilangkan sifat buruk yang menempel pada dirinya, bahkan malahan cenderung  bertambah sifat buruknya.  Secara ideal tentu kita harus mengatakan bahwa puaa orang tersebut tidak berhasil, karena tidak mampu menjadikannya sebagai bertambah taqwa dan mendapatkan perubahan yang signfikan utnuk menjadi lebih baik.

Secara ideal puasa itu merupakan latihan diri untuk menjadi lebih baik, yakni latihan dalam menjalankan kebaikan, baik yang sifatnya individual maupun social. Jika kita sedang berpuasa  seharusnya memang kita akan merasakan betapa menderitanya mereka yang tidak mampu makan atau mereka yang kelaparan, sehingga dari perenungan tersbeut dia akan menjadi iba dan tertarik untuk membantu mereka yang kekurangan. Demikian juga jika kita berpuasa pastinya juga akan dnegan mudah dan ringan untuk menjalani beberapa kabaikan, seprti menjalankan jamaah shalat, membaca alquran, bersedekah dan lainnya.

Nah, jika kemudian smeua kebiasan yang sudah kita jalankan pada saat berpuasa tersebt  kemudian dapat kita wujudkan dalam kehidupan kita selanjutnya setelah selesai ramadlan, tentu itu akan mengubah diri kita menjadi lebih baik, dan itulah keberhasilan yang dimaksud, dan bukan hanya  sekedar berbuat baik sekilas saja, setelah itu kembali kepada watak asli yang tetap buruk.

Kalau diibaratkan berpuasa itu menjalani  latihan dalam banyak hal kebaikan, maka bukan saja pada saat latihan kita melaksanakan kebaikan tersbeut, melainkan justru hasilnya akan kita nikmati setelah latihan selesai. Lalu kalau pada saat puasa amalan baik kita meningkat, tetapi begitu selesai puasa kembali lagi kepada kondisi semula, maka kita dapat mengibaratkan bahwa puasa kita tidak berhasil. Kebrhasilan puasa kita ialah jika setelah ramadlan nanti justru smeua amaliah kita menjadi  meningkat, walaupun tidak terlalu banyak.

Kalau bagi saya sesungguhnya kita dapat mengambil beberapa kebaikan yang sudah biasa kita jalani selama ramadlan untuk kita terapkan dalam hidup kita selanjutnya, karena kalu sudah kita jalankan rutin selama satu bulan ramadlan, tentu untuk meneurskannya tidak terlalu berat, walaupun memang harus ada niat yang kuiat untuk menjalaninya. Ambil contoh bahwa setiap malam di bulan ramadlan kita pasti bangun malam untuk makan sahur, dan alangkah ruginya jika kita hanya bangun dan makan saja. Biasanya kita juga menjalani tahajjud dan berdoa bermunajat kepada Allah swt.

Nah, kebiasaan tahajjud itulah yang saya maksud untuk diteruskan pada  usai ramadlan nanti, sehingga ada perubahan dalam diri kita yang sebelum ramadlan jarang atau bahkan tidak pernah tahajjud, dan setelah ramadlan kita menjadi rajin untuk tahajjud. Kita juga akan merasakan perubahan etrsebut menjadi snagat nyaman bagi kita, karena setelah sering tahajjud dan  berdoa serta dzikir kepada Tuhan dalam kondisi sunyi, Allah akan memberikan ketenangan batin kepada kita  dan ketenteraman hatio serta pikiran, sehingga hidup kita semakin terasa nyaman dan bermakna.

Terkadang kita menyangka sama sekali bahwa dengan tahajjud tersbeut Allah akan memberikan sesuatu yang sangat luar biasa, yakni keinginan kita yang  dianggap tidak mungkin, ternyata diwujudkan oleh Allah swt. Keinginan  baik yang kita punya terkadang memang kita sendiri tidak yakin untuk dapat meraihnya, namun dengan tahajjud etrsebut  ternyata bukan saja tidak mungkin untuk digapai, malahan  tidka terlalu sulit dan berat untuk kita raih. Hal terpenting bagi kita ialah bagaimana kita dapat menjalani hidup dengan tenang, aman dan  juga menyenangkan.

Lalu kalau kita masih merasa masih mampu untuk menjalankan kebaikan lainnya,  ya harus kita wujudkan karena berbuat baik itu pasti akan mendatangkan keberuntungan, apalagi kalau perbuatan baik tersebut berkaitan dengan p[ihak lain, semacam sedekah. Tentu kita tahu mengenai rahasia sedekah yang sudah dip[raktekkan oleh banyak orang. Sedekah tidak akan mengurangi harta yang kita punya, malahan akan menambahnya, meskipun terkadang kita tidak menyadarinya. Bukti yang tidak terbantahkan ialah bahwa orang yang rajin bersedekah tidak akan menjadi miskin.

Jika kita  rajin bersedekah dnegan ketulusan hati, maka Allah pasti akan menggantinya baik saat masih di dunia maupun lebih lebih nanti diakhirat. Bahkan secara lahir Allah telah menjanjikan  pengembalian yang jauh lebih baik, yakni  siapapun yang dating dengan membawa kebaikan satu, maka dia akan mendapatkan basalan kebaikan sepuluh kali, dan itu pasti, bukan sekedar janji kosong. Sayangnya memang masih belum banyak yang sudah mampu merasakannya dan mendapatkan  bimbingan langsung dari Tuhan sehingga kecwenderungannya untuk sedekah menjadi meningkat.

Lalu jika kita selama menjalani puasa tersebut juga tidak melupakan membaca alquran, tentu akan jauh lebih bagus jika setelah ramadlan nanti kita juga tetap emmpertahankan membaca alquran, karena kalau kita meyakini bahwa alquran itu merupakan kitab suci dan pedoman kita dalam menjalani hidup di dunia hingga akhirat nanti, maka bagaimana mungkin kita dapat mempertanggung jawabkan hal tersbeut jika nanti di akhirat kita ditanya oleh Allah swt, tentang isi kandungan alquran.

Kalau kita tidak pernah membacanya, mana mungkin kita akan mengetahui isi kansungannya. Untuk itu membaca dan mengkajinya adalah sebuah keniscayaan bagi s,luruh uamt muslim, namun kenyataannya  tidaklah dmeikian, karena diantara umat muslim yang mau mengkaji kitab suci hanyalah segelintir saja, dan selebihnya tidka mau tahu dnegan isi kandungannya, sehingga hidupnya tidak lagi berpedopman kepada alquran, melainkan kepada yang lain. Setidaknya kalau kita sering membaca alquran, mak ada beberapa manfata yang dapat dipetik yang salah satunya ialah mendapatkan pahala membaca.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad saw, bagi siapapun yang mau membaca kitab suci alquran, meskipun dia sama sekali tidak mengetahui dan memahami kandungannya, tetaplah dia masih mendapatkan pahalanya. Lebih lebih lagi saat ini  sudah ada yang emmbuktikan bahwa dengan sering mendengarkan dan juga membaca kitab alquran, maka hal tersebut dapat menghindarkan diri dari sel kangker yang snagat berbahaya. Ini sungguh luar biasa, karena selama ini kita sama sekali tidak mengetahuinya.

Dengan dmeikian dnegan selalu membaca kitab suci etrsebut kita juga sekaligus menjaga kesehatan diri kita dari kemungkinan terjangkit penyakit kangker yang sangat membahayakan jiwa kita. Tentu hal ini semakin menambah motivasi kita untuk terus membaca alquran dalm berbagi kesempatan  sekaliogus juga berusaha memahaminya serta menjalani isi kandungannya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.