MARI GAPAI BERKAH RAMADLAN

Bulan suci Ramadlan sudah dating dan seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa  selama satu bulan penuh. Tentu mereka mempunyai harapan yang baik, yakni akan mendapatkan berkah Ramadlan dan sejkaligus juga pahala yang dijanjikan di dalamnya. Antusias masyarakat muslim begitu besar, karena ada sesuatu yang sangat luar biasa di dalam Ramadlan tersebut, baik karena segala amaliah baik akan dilipat gandakan pahalanya ataupun sesuatu yang masih misteri dan hanya Tuhan saja yang Mengetahuinya.

Mengapa umat begitu percayanya terhadap Ramadlan dan tidak sebagaimana yang lain. Itu semata karena keimann yang ada di dalam dada mereka begitu kuat sehingga membentuk sebuah kepercayaan yang penuh, walaupun ada gangguan yang mempengaruhinya. Bahkan apa yang masih misteri sekalipun tetap dipercayanya. Ini merupakan sebuah  kondisi yang sangat baik bagi umat untuk terus memperkokoph keimanannya serta memperbanyak amalan baik sehingga investasi akhirat akan semakin banyak.

Kita menyaksikan betapa ramainya masyarakat, baik tyua maupun muda, laki laki maupun perempuan yang memadati tempat tempat shalat tarawih, sehingga tarasa begitu nikmatnya saat kita menyaksikan begitu antusianya masyarakat dalam menjalani sebuah ibadah, meskipun bukan ibadah wajib. Barangkali itu disebabkan oleh aura Ramadaln yang memang berbeda dnegan bulan lainnya dan  mungkin juga disebabkan pahala yang dijanjikan di Ramadalan berbeda dengan pahala di selain bulan Ramadlan.

Di samping kita menjalankan ibadah  puasa, tentu kita juga berharap dapat melaksanakan berbagai kebaikan lainnya, seperti berbagi dan sedekah kepada para fakir miskin ataupun kepada mereka yang mau mengkaji kitab Allah dan ajaran agama mereka, lalu kita juga mampu mengkaji jitab suci serta mendalami kandungannya secara cermat dan penuh kesungguhan, demikian juga  beerzikir sebanyak banyaknya, serta memelihara seluruh tubuh, terutama lisan kita agar tidak melakukan hal hal buruk yang justru akan menghilangkan pahala puasa kita

Tentunya kita paham bahwa  bulan suci itu harus dihargai, bukan saja kepada bulannya, melainkan juga kepada orang yang sedang menjalankan ibadah di dalamnya. Karena itu kita harus juga menjaga diri agar tidak mengotori dan  merendahkan kesucian bulan Ramadlan. Bahkan ada semacam ancaman bagi siapapun yang mengotori dan mencemarkan bulan suci ini, kalupun dia juga menjalankan puasa, maka pahala puasanya akan terhapus, apalagi kalau dia juga tidak berpuaa di dalamnya, sudah pasti dia akan mendapatkan dosa dan balasaan yang sangat pedih di akhirat nanti.

Jika seseorang berkata bohong, atau menyakiti pihak lainnya, baik dengan  fisik maupun dnegan kata kata dan sikap, maka dia  akan kehilangan pahala puasanya. Demikian juga pada saat dia melampiaskan emosinya sedemikian rupa atau membentak pihak lain hingga  membuat pihak lain tersebut tidak nyaman, maka  sanksinya relative sama, yakni kehilangan pahala. Untuk itu di bulan suci ini kita memang harus senantiasa menjaga diri kita agar tidak terjebur alam perbnuatan yang justru akan merugikan diri kita sendiri.

Sebaliknya mari kita manfaatkan momentum Ramadlan kali ini untuk menjalankan ibadah dnegan khusyuk dan juga  ditambah dnegan perbuatan baik yang akan menambah pahala, seperti mebaca kitab suci, mengkaji syariat agama, mendengarkan tausiyah, shalat berjamaah dan juga bersedekah. Dengan menjalankan p[erbuatamn baik tersebut diharapkan kita akan semakin mantap dalam menjalani ibadah dan sekaligu juga akan semakin menjadikan diri kita sabar serta taqwa sebagaimana yang diharapkan.

Kita pasti juga mengharapkan bahwa  selama menjalankan ibadah puasa ini kita akan mendapatkan  kondisi sehat pada tubuh kita, dan juga semakin  kuat keimanan kita serta  semakin peduli kepada pihak lain.  Kita  tidak ingin bahwa ibadah puasa yang kita jalani tersebut hanya akan menghasilkan lapar dan haus semata, melainkan  justru sebaliknya, akan emnghasilkan sesuatu yang dapat mempengaruhi kehidupan kita semakin bermakna dan memberikan manfaat besar bagi diri, keluarga dan juga masyarakat lingkungan kita.

Pada bulan suci ini sesungguhnya kita diuntungkan dengan suasana yang sangat mendukung, karena aura Ramadalan begitu tampak dan menjadikan setiap orang semakin dekat kepada Tuhan. Kalaupun kita tidak meyakini  benar tentang sebuah riwayat bahwa pada bulan Ramadlan ini seluruh pintu neraka di tutup rapat dan smeua pintu surge di buka lebar , serta semua setan dibelenggu sehingga tidak akan bisa menggoda manusia, namun dorongan untuk melakukan kebaikan memang begitu muncul; dan ringan bagi kita untuk menjalaninya.

Mungkin bahwa riwayat tersebut hanyalah sebuah kata majazi atau metaforis yang menggambarkan kondisi seperti itu.  Masyarakat dalam kenyataannya juga sangat ebrbeda dengan selain Ramadlan, kita dapat menyaksikan betapa muda mudi begituhembiranya mengikuti shalat jamaah, padahal sebelumnya tidak seperti itu. Maaysrakat juga begitu antusias ketika  waktu shalat dating, langsung cepat cepat mempersiapkan diri untuk ikut berjamaah bareng, padahal sebelumnya  tyerkadang diminta saja masih ogah ogahan.

Jadi dengan kondisi yang sangat mendukung tersebut, kita dapat memanfaatkannya untuk mengambil keberkahan di dalam Ramadlan sesuai dengan kemampuan kita  menggali dan mendapatkannya. Hal terpenting ialah bahwa kita harus yakin bahwa apa yang ada di dalam Ramadlan yang dijanjikan bagitu hebatnya, nantinya akan dapat kita raih sebagai buah puasa yang kita jalani.

Jika kita ambil  pokoknya yakni mendapatkan ketaqwaan, maka kita juga akan mendapatkannya, melalui berbagai sifat baik yang kemudian dapat kita jalankan, seperti sifat sabar, disiplin,  peduli, baik hati, dan sifat terpuji lainnya. Kita tentu sangat bangga jika mampu emngimplementasikan semua sifat baik etrsebut dalam kehidupan nyata kita seharui hari. Mungkin saat ini masih ada diantara kita yang masih  tidak mampu mengendalikan emosinya, atau masih suka marah marah atau tidak peduli kepada pihak lain, namun setelah Ramadlan nanti kita berharap akan mampu mengambil suifat baik tersbeut untuk mengisi diri kita.

Kita selalu memohon kepada Allah agar dipertemukan kepada Ramadlan dan saat ini kita sudah dipertemukan dengannya, untuk itu kita harus memanfaatkannya dengan baik sehingga apa yang kita harapkan beberapa waktu yang lalu memang benar benar serius dan kita tidak hanya bermain main semata.  Kita emmang tidak boleh kalah oleh godaan setan dan  kawan kawannya, yang tentu ingin kita mengikuti keinginan mereka sehingga kita akan melewatkan begitu saja kesempatan Ramadlan tanpa mendapatkan apapun.

Jika kita menyadari hal tesebut, tentu kita tidak akan rela jika kita diperdaya oleh seta dan kawan kawannya tersebut, lalu kita akan  terus mengingat bahwa setan itu memang musuh abadi kita  dan karena itu kita harus melawan keinginan mereka. Kita dapat memperhatikan godaan mereka, yakni jika kita sudah mulai cenderung untuk m,engabaikan perintah Tuhan dan ingin hal hal yang menyenangkan nafsui, maka itulah awal kita dimasuki godaan oleh mereka. Namun jika kita menyadarinya dan kemudian kita mengambil langkah untuk mengantisip[asinya, pasti ada jalan keluara yang  diberikan oleh Allah untuk menjauh dari setan tersebut. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.