KERJA PADA SAAT PUASA TERASA TIDAK PUASA

Mungkin ada diantara umat muslim yang merasakan begitu susah atau berat dalam menjalankan perintah puasa, apalagi kalau sedang musim panas, bahkan  ada pula yang merasa keberatan jika harus bekerja, sehingga pekerjaan yang dibebanakna kepadanya  dapat dipastikan akan terbengkelai. Namun  semua itu sesungguhnya terpulang kepada masing masing orang dan niatnya  karena  kita tahu bahwa puasa hanyalah menahan diri dalam waktu tertentu yang menurut akal seahat tidak aka nada orang yang tidak kuat menjalaninya.

Bahkan bagi sebagian orang yang sudah membiasakan diri berpuas, maka lapar dan  haus tidak lagi dirasakan, karena itu sudah menjadi sebuah kepastian. Bagi kita sebagai orang biasa juga dapat merasakan betapa memang terasa berat  pada saat awal menjalani puasa tersebut, namun  ketia kta sudah bulat  dalam menjalankannya, maka rintangan apapun ternyata dapat kita lewati dnegan baik. Jika kemudian kita terus menjalaninya dan juga menjalankan kewajiban kerja, maka kita akan merasakan seolah kita tidak sedang berpuasa.

Itu sesungguhnya merupakan  sebuah  kekuatan niat yang dapat menjadikan dorongan bagi kita untuk menjadi kuat dan bahkan tidak merasakan betapa puasa tersebut adalah berat. Tentu terasa sebaliknya jika kita memikirkan puaa dan isi perut kita terus, karena semakin kita merasakan lapar dan terus mengngatnya, maka rasa lapar tersebut akan semakin terasakan dan bahkan juga hari tempak terasa sangat panjang dan itu akan semakin menyiksa diri kita dalam menjaankan ibadah puasa.

Untuk itu sebaiknya memang jika kita sedang berpuasa tidak usah memikirkan diri  bahwa kita sedang puasa, tetapi justru kita harus menjalankan kebiasaan dan aktifitas sebagaimana biasa sehingga keberadaan kita yang sedang berpuasa akan hilang dan berganti dnegan semangat untuk terus menjalankan kewajiban dan tugas kita.  Motivasi memang akan mampu membuat diri seseorang menjadi terasa ringan dan sebaliknya juga akan dapat membuat diri merasakan begitu berat dalam menjalankan puasa.

Kalau kita ibaratkan  pada saat kita sedang menunggu  sesuatu dan selalu memikirkannya, maka hari akan terasa begitu panjang dan perasaan akan terasa tersiksa dengan penantian tersebut, namun jika kita sama sekali tidak memikirkannya, dan terkonsentrasi kepada persoalan lainnya, maka tiba tiba apa yang kita harapkan pada awalnya akan dating dnegan sendirinya, seolah tidak terasa dalam menunggunya. Tidak ubahnya dengan berpuasa, yakni jika kita sama sekali tidak memikirkan mengenai kapan berbuka puasanya, dan terfokus pada bekerja, maka tiba tiba  maghriab tiba sendiri dan begitu seterusnya.

Meskipun demikian kita memang harus berpikir rasional, yakni bahwa pada saat berpuasa tentu badan akan terasa sedikit lemas, karena memang harus menahan diri untuk tidak makan dan minum, namun sekali lagi ketika kita menjalaninya dan meniatkannya dengan tulus, maka apapun yang terjadi dan kejadian apapun yang kita alami, akan dengan sendirinya mampu kita laksanakan dengan penuh tanpa harus mengurangi rasa apapaun dalam menjalankan puasa tersebut. Kita yakin bahwa smeua itu merupakan akibat dari kekuatan niat dalam diri kita yang sudah menyatu dnegan diri dan  sehingga apapun yang ada di hadapan, harus diterjang walaupun harus menjalaninya dengan tertatih tatih.

Bahkan seharusnya kita bersyukur bahwa dengan perintah agama untuk menjalani puasa tersebut kita tidak usah mencari jalan tersendiri untuk mengistirahatkan perut kita yang selalu bekerja siang malam untuk menyelesaikan perrsoalanmencerna makanan yang kita konsumsi. Kita memang terkadang sama sekali tidak mengerti dan tidak mempedulikan kesehatan sendiri, karena terus memaksa perut dan pencernaan kita untuk terus bekerja nonstop sepanjang hidup, sehingga pada saatnya jika kekuatan organ kita sudah menurun kita akan mengalami kesakitan  karena ketidak pedulian kita kepada organ tubuh kita sendiri.

Nah, puasa ini merupakan salah satu cara untuk memberikan rasa istirahat kepada anggota  tubuh kita dalam menjalankan fungsinya. Dengan  kenyataan tersebut  sudah sharusnya kita bangga dengan ajaran islam yang berupa puasa tersebut.  Bagaimanapun juga  Islam itu memang hebat dan  keberadaan seluruh syariatnya diperuntukkan bagi kebaikan umatnya. Dahulu kita memang belum tahu dan hanya menjalankan kewajiban puasa bahkan terkadang dengan sedikit merasa berat, namun seiring dnegan perkembangan ilmu pengetahuan dan tersingkapnya banyak kehebatan ajaran Islam, maka  kita akan semakin kuat meyakininya.

Belum lagi kita mendapatkan informasi yang benar secara ilmiah bahwa dengan mendengarkan bacaan alquran saja  akan mampu mengusir sel sel kanker berbahaya, yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan telah membuktikan  hal etrsebut. Untuk itu dengan hanya membaca dan emndengarkan bacaan alquran, disamp[ing mendaptkan pahala sekaligus juga dapat menjaga kesehatan diri kita dari openyakit yang berbahaya. Subhanallah sungguh hebat agam yang kita peluk dan yakni ini.

Jika motivasi untuk menjalankan ibadah puasa semakin kuat dengan bertambahnya pengetahuan kita bahwa puasa tersebut sekaligus juga akan menjaga kesehatan, maka kita akan semakin kuat pula dalam memotivasi diri untuk terus menjalani puasa tersebut dnegan penuh  ketulusan. Sejak dulu kita memang sudah mendengar dan tahu bahwa Nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa  berpuasa itu menyehatkan, namun pada umumnya kita belum mengerti maksudnya, bahkan sebagian orang bahkan mempertanyakan hadis tersebut karena dianggap tidak sesuai dnegan kenyataan.

Nah, karena saat ini ilmu pengetahuan dengan penyel;idikannya sudha membuktikan banyak tentang  hikmah puasa yang diantaranya ialah menyehatkan, maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk keberatan dalam menjalankan ibadah puasa tersebut. Mungkin memang dirasakan agak sedikit berat, Karena harus menahan diri dari makan dan minum  seharian penuh, namun sebagaimanan kaidah dalam kesehatan, maka obat itu juga pahir tetapi akan menyembuhkan. Jadi kalau kita ingin sehat dan sembuh dari banyak penyakit, maka kita juga harus meau menjalani puasa dengan penuh keteguhan dan ketulusan.

Bagi kita yang sudah terbiasa dnegan pekerjaan rutin, maka jika kita tambah motivasi untuk menjalankan puasa agar juga mendapatkan kesehatan dan pekerjaan juga tidak terbengkelai dan beres, maka sangat mungkin pada saat kita menjalani kerja dan tetap berpuasa, maka seolah kita tidak sedang ebrpuasa, karena semangat dan spirit kita tetap menyala untuk merampungkian pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita.

Karena itu sekali lagi mari kita resapi setiap peruintah agama kita, karena pasti ada sesuatu yang baik bagi diri kita meskipun saat ini kita belum mnegetahuainya. Kita hanya yakin bahwa setiap perintah agama yang ditujukan kepada umat manusia pasti di sana ada manfaat besar yang dapat diperoleh oleh umat tersebut. Kita juga sudah sedikit tahu bahwa perintah shalat misalnya yang harus dijalani sebagaimana petunjuk dari Rasul saw, pasti ada manfaat besar yang dikandungnya, termasuk pada saat rukuk, saat sujud dan menjalankan rukun lainnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.