SUASANA RAMADLAN YANG DAMAI

Memasuki bulan suci Ramadlan kali ini kita memang berharap sungguh sungguh agar semua persoalan terkait keduniaan, khususnya terkait dengan pelaksanaan pilpres dan pileg akan mencair dan tidak ada lagi postingan yang mengarah kepada penciptaan dosa. Semua media social juga akan surut dari ucapan yang mengandung kebencian, hoaks dan juga fitnahan. Dengan begitu kita dapat emnjalankan ibadah di bulan suci ini dengan tenang dan penuh kehkhidmatan. Harapan etrsebut tentu beralasan, karena biasanya umat muslim akan focus kepada ibadah  di bulan suci ini sehingga hiruk pik8k keduniaan akan sementara waktu ditinggalkan.

Harapan tersebut lebih terasa  karena  saat ini semua orang sedang ebrselisih mengenai hitungan dan pelaksanaan pemilu serentak tersebut. Dengan berpuasa kita berharap smeua akan dapat menunggu saat KPU nantinya akan mengumumkan hasil pemilu secara serentak, dan dengan demikian seluruh pertentangan akan dapat diakhiri dnegan baik.  Setelah itu harus ada rekonsiliasi diantara seluruh umat yang sebelumnya berbeda p[endapat dan [ilihan. Kita harus lebih menguamakan kepentingan bersama  seluruh rakyat, ketimbanga hanya mementingkan  kepentingan diri dan golongan semata.

Alangkah indahnya jika seluruh umat muslim berkonsentrasi beribah di bulan suci ini, baik dengan memperbanyak sedekah, mebaca kitab suci, berjamaah shalat maktubah, berdzikir, bershalawat dan ibadah lainnya. Kita sangat yakin bahwa dengan melakukan amalan amalan etrsebut kita akan semakin mendapatkan investasi yang banyak untuk kehidupan akhirt nanti. Bukan sebaliknya di bulan suci malah melakuka hal hal yang tidak sepaturtnya, semacam berbohong, menghasut, memfitnah dan sejenisnya, karena itu smeua akan dapat menghapuskan pahal kita dalam berpuasa.

Suasana semua umat menjalankan kebajikan tentu akan terasa dan terlihat damai oleh siapapun yang menyaksikannya. Di masjid banyak orang membuka dan membaca kitab suci, banyak orang mengkaji agama dan banyak pula orang bersedekah untuk mereka yang lemah secara ekonomi dan lainnya. Betapa hati menjajdi sangat nyaman dan tenteram ketika kita menyaksikan banyak orang berbuat kebajikan. Saat sore hari menjelang berbuka puasa juga banyak orang berkumpul dan mendengarkan tausiyah yang baik baik, lalu setelah itu ada para aghniyak yang memberikan takjil dan mereka merasakan kebahagiaan yang sejati.

Mari ciptakan suasana seperti itu di lingkungan kita masing masing, meskipun hanya sebentar dan sedikit yang dapat kita berikan, akan tetapi jika itu dijalankan dengan ketulusan, pastinya Tuhan akan mengetahui dan mencatatnya sebagai amal baik. Apalagi ketika  setelah berbuka puasa  kemudian banyak pemuda pemudi dan masyarakat yang berduyun duyun mendatangi masjid dan mushalla untuk menjalankan ibadah shalat tarawaih berjamaah, rasanya sangat indah sekali dan damai di hati.

Mari manfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah dan amalan baik agar hidup kita bermanfaat dan penuh arti, jangan sampai sebaliknya yakni di buolan suci ini kita malah mnyebarkan dosa dan kemaksiatan, yang akhirnya dapat menyeret kita kepada kesengsaraan yang sulit untuk dikembalikan. Setidaknya kita bangga dengan datangnya bulan suci dan mendorong kepada semua umat untuk menjalankan ibadah dan amaliah yang baik, sehingga kondisi tersebut akan semakin memberikan makna dan suasana yang sejuk bagi umat secara keseluruhan.

Kalaupun kita tetap menjalankan aktifitas kerja kita, namun apabila di sertai dnegan semangat yang menyala untuk mengabdikan diri secara penuh kepada Allah, tentu hasilnya akan lain  ketimbang sebelumnya. Kita tahu bahwa bekerja yang dijalankan dnegan baik dan penuh pengabdian, maka itu akan mampu bernilai ibadah, karena itu tidak aad persoalan dengan aktifitas pekerjaan kita, karena sesungguhnya kita juga menjalankan ibadah di bulan suci ini. Bahkan kalau bekerja kta niatkan ibadah, justru akan mampu emmbantu kita menghindarkan diri dari perbuatan curang yang merugikan pemberi pekerjaan kepada kita.

Sebagaimana kita tahu di dalam ramadlan ini benayk sekali hikmah dan manfaat yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam menjalankan semua perbuatan baik. Tentu manakala kita memahaminya dan sekaligus mempercayainya, karena itu  akan jauh lebih baik jika kita semakin rajin untuk mempelajari ajaran agama kita dan mengkaji banyak hikmah yang dikandung di dalam Ramadlan. Saat ini sudah terlalu banyak buku buku dan kitab yang membivarakan dan emmbahas mengenai  bulan suci Ramadlan, karena itu mari kita pelajari dan dalami  ajaran islam kita yang benar dan dari guru yang memang memahami secara benar terhadap ajaran Islam etrsebut.

Tentunya kita berusaha untuk menjauh dari orang orang yang hanya belajar dari pihak yang yang tidak dapat dipertangung jawabkan kelimuannya, karena hal etrsebut akan semakin menipiskan keimanan kita dan bahkan dapat memunculkan pertentangan dengan kebanyakan orang.  Mari mencari informais yang bener dan mendapatkan pengajian dan penjelasan tentang ajaran agama dari mereka yang memang berhak meberikan ajaran etrsebut karena cara memperoleh ilmunya juga benar dan tidak diragukan lagi.

Intinya kita memang wajib untuk mengjhimbau dan sekaligus juga menjalankan himbauan tersebut secara langsung kepada semua umat aga mereka  setidaknya dapat menghargai bulan suci. Artinya kalauipun mereka misalnya tidak menjalankan ibadah di dalamnya,  kita berharap mereka mampu menghormatinya, melalui penghargaan kepada mereka yang menjalankan puasa dengan cara tidak melakukan hal hal yang dapat mengganggu ibadah umat, seperti berbohong dan dan melakukan aksi yang dapat  menyulut pertentangan diantara  beberapa pihak yang berbeda, tidak makan dan minum di sembarang tempat dan lainnya.

Himbauan tersebut tentunya ditujukan kepada semua umat, khususnya umat muslim, karena kalau umat muslim sendiri tidak mampu menghargai orang yang berpuasa, apalagi kepada umat selainnya. Kita sangat yakin apabila umat muslim dapat menghargai dan menghormati bulan suci etrsbeut, maka umat lainnya pun juga akan mengikuti cara yang dilakukan oleh umat muslim. Sudah cukup banyak himbauan yang ditulis melalui spanduk di beberap ruas jalan strategis agar bulan suci tersebut dihormati dan bukannya malah dijadikan sebagai wahana untuk melakukan balas dendam ataupun perbuatan lainnya yang tidak terpuji.

Kita sangat yakin bahwa semua orang terutama umat muslim akan merindukan suasana damai, terutama pada saat mereka sedang menjaolankan ibadah puasa. Kalaupun terpaksa ada yang memancing kita untuk ikut emosi selama bulan suci ini, maka sebaiknya kita mampu menahan diri untuk tidak ikut terpancing oleh provokasi tersebut, karena yang ada hanyalah kerugian bagi kita. Kalau kita mengidentikkan puasa itu dengan menahan diri, maka bukan saja menahan diri dari makan dan minum di siang hari saja melainkan juga seharusnya kita mampu menahan diri dari smeua perbuatan mungkar dan maksiat, baik yang dilakukan oleh lisan ataupun anggoota badan kita yang lain.

Sekali kita terpancing untuk emosi, maka kemungkinan besar kita akan kehilangan control dan itu akan menyebabkan pahala ibadajh kita di bulan suci ini akan hangus terbakr oleh emosi kita sendiri. Semoga kita diselamatkan oleh Allah dari hal hal yag merugikan tersebut, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.