MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

Siapapun yang mempunyai jiwa sebagai pendidik, dapat dipastikan ingin selalu meningkatkan kualitas pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Semua menyadari bahwa hanya dengan pendidikan yang berlualitas sajalah masyarakat akan menjadi maju dan sejahtera. Hanya saja keinginan tersebut  terkadang tidak sejalan dengan kondidsi masyarakat itu sendiri. Sebagian diantara mereka akan mendukungnya dan sebagian nya lagi akan tetap diam saja, dan bahkan sebagiannya yang lain bahkan menentang.

Kelihatannya memang tidak masuk akal jika ditemukan  pihak yang menentang  dilakukannya upaya upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun itulah yang ditemukan di lapangan, sehingga dalam persoalan ini smeua pihak seharusnya mengetahuinya.  Perl;u diketahui bahwa usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh dengan beberapa hal, salah satunya ialah dengan melihat bahwa aspek manusia atau pendidiknya merupakan hal penting dalam unsur pendidikan, karena itu aspek inilah yang pertama kali harus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

Dengan pertimbangan tersebut kemudian dilakukanlah upaya untuk meningkatkan kualitas  SDM pendidiknya, dan dilaksanakanlah sertifikasi terhadap para pendidik, para guru dan juga dosen, namun untuk pertama kali usaha tersebut  dianggap sama sekali tidak mampu mengubah kondisi mereka, bahkan kemudian muncul  usulah untuk menghentikan serifikasi etrsebut karena hanya menghamburkan kauangan Negara yang sangat banyak. Kita tahu bahwa untuk memkberikan tunjangan sertifikasi pendidik professional tersbeut, pemerintah harus mengalokasikan dana milyaran dan bahkan trilyunan rupiah.

Lalu dilihatlah bahwa cara sertifikasi dengan memeriksa  porto folio masing masing pendidik tersebut ternyata tidak mampu memberikan perubahan yang significant, lalu diubahlah caranya dengan PLPG Pendidikan dan latihan profesi  guru dengan  mengharuskan mereka mengikuti proses pembe;ajaran atau semacam latihan agar merewka mampu menyerap banyak hal, terutama terkait dengan metodeologi pembe;ajaran di kelas. Cara yang kedua ini tentu akan lebih bagus ketimbang  cara yang pertama, akan tetapi kualitas dasar kebanyakan pendidik kita memang masih terlalu rendah, sehingga meesakipun sudah diberikan latihan, tetap saja mereka masih belum mampu memberikan harapan ideal sebagaimana diinginkan.

Lalu pada akhirnya  PLPG pun diakhiri dan kemudian saat ini dilakukan lewat pendidikan profesi guru yang memang mereka harus menjalankan kuliah khusus, setelah mereka menyelesaikan S1, sehingga dengan PPG tersebut diharapkan akan lebih menjalmin  kualitas para lulusannya sehingga tujuan meningkatkan kualitas pendidikan akan benar benar  dap[at dirasakan. Hanya saja  persiapan pelaksanaannya memang dianggap terlalu tergesa gesa sehingga tidak mampu emmpersiapkan dnegan sangat bagus, namun ke depannya memang diharapkan akan mampu memenuhi keinginan kita bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.

Kita belum mengetahui sejauh mana penyelenggara PPG ini akan berani mengambil resiko dalam menentukan kriteria kelulusan peserta PPG, sebab dalam  perkiraan secara kasar, banyak diantara mereka yang belum memenuhi standar, karena nilai ujian yang sudah didapatkan masih  terlalu rendah. Untuk itu para penyelenggara memang harus berpikir keras bagaimana caranya agar mereka mampu mengikuti alur yang diinginkan sehingga mereka akan mempunyai standar kualitas yang dapat diharapkan.

Jika para penyelenggara kemudian  berpikir asal meluluskan dengan standar yang diturunkan jauh ke bawah, maka akibatnya akan sama saja dengan cara yang lain, padahal  PPG inilah yang diharapkan akan menghasilkan para pendidik yang professional secara betul betul, bukan hanya formalitas belaka. Barangkali kalau para penyelenggara kemudian memutuskan  lebih mementingkan kualitas, maka  untuk PPG pertama kali  ini mungkin akan banyak korban yang tidak lulus, tetapi mungkin dampaknya akan jauh lebih bagus untuk angkatan berikutnya.

Namun jika sebaliknya, yakni memberikan maaf kepada merek yang masih di bawah standar dan tetap diluluskan, maka  angkatan berikutnya juga akan menginginkan hal yang relative sama, sehingga tidak  aka nada peningkatan bagi mereka.  Tetapi smeua pastinya akan menjadi pertimbangan matang mereka, dan kita sebagai masyarakat tentu berkeiningan agar para guru yang sudah digodog melalui PPG ini akan jauh berkualiotas ketimbang yang tidak melalui PPG.

Itu cara yang sudah dilakukan oleh pemeriontah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun kita juga  mengetahui bahwa aspek pendidikan tidak hanya pendidik, melainkan juga ada sarana  dana prasarana yang diperlukan dalam upaya menunjang pembelajaran, seperti laboratorium dan peralatan lainnya yang dapat menunjang pembelajaran kepada peserata didik. Sesungguhnya peran seorang pendidikn itu memang penting, namun bukan segala galanya, karena ada aspek lain yang jika diabaikan  maka pendidikan juga tidak akan  berada di level yang diinginkan.

Sebagai contoh  jika sekolah tidka mempunyai laboratorium untuk para peeserta didiknya, maka otomaris mereka tidak akan mampu mengetahui secara detail apa yang  sudah dipelajari  secara teoritis di dalam kelas. Laboratorium sesungguhnya akan menjadi  penguat dalam upaya  memahami dan mengetahui lebih detail aspek apa yang menjadi inti dari pelajaran yang disampaikan, karena itu aspek ini juga seharusnya dipenuhi oleh pihak sekolah. Nah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, maka  mewujudkan laboratorium  harusnya menjadi sebuah kewajiban, bukan hanya sekdar tambahan.

Selain itu aspek pendidikan lainnya yang tidak kalah pentingnya ialah pemenuhan literature perpustakaan yang terus  diupdate, sebab kita tahu bahwa ilmu pengetahuan itu selalu dinamis dan terus bertambah, demikian juga buku buku  akan selalu terbit dan jika kita mengikuti perkembangannya, maka peserta didik juga akan ketinggalan. Untuk itu pihak sekolah juga harus terus berusaha untuk menambah literature pelajharan yang sesuai dengan tingkatannya.

Dengan demikian aspek pendidikan itu bukan hanya SDM semata, bahkan kalaupun SDM nya berkualitas, tetapi tidak ditunjang oleh beberapa sarana yang dibutuhkan sebagaimana tersebut, tentu keinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita akan sangat berat. Bahkan ada hal penting lainnya yang tidak boleh diabaikan, yakni tentang regulasi dan tata tertiba  bagi para peserat didik. Ini sangat penting karena jika para peserat didik tidak mengindahkan ketentuan yang diberlakukan, pasti  akan  tidak akan berhasil  apa yang dicita citakan.

Tentu masih banyak hal lainnya yang harus dihadirkan  jika kita ingin meningkatkan mutu pendidikan kita, namun kiranya untuk menjadi sangat ideal itu tidak m7udah, untuk itu setidaknya bebrapa aspek penting dalam proses pendidikan itulah yang harus dipenuhi agar kualitas pendidikan di lingkungan kita dapat meningkat dan  bersaihng dengan pihak lain yang sudha terlebih dahulu maju. Jika ada penyelenggara pendidikan mengabaikan ini dan hanya menginginkan menampung sebanyk banyaknya siswa, maka itu pasti  akan mengalami ketidak stabilan pada saatnya.

Untuk itu siapapun yang peduli terhadap pendidikan sudah seharusnya berupaya untuk melakukan pembenahan dalam berbagaia spek agar  keingina kita untuk meningkatkan  kualitas dan  mutu pendidikan akan dapat diwujudkan. Kita smeua tentu juga berharap banyak bahwa dalam bukan mei yang kita kenal sebagai bulan pendidikan ini semua pihak  dan para pelaku pendidikan akan berpikir ulanag mengenai pengelolaan pendidikan yang memang harus ditangani dengan banar dan serius. Harapannya ialah bahwa pendidikan kita akan  mampu bersaing dnegan  lainnya  bahkan dalam kancah global, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.