KESALAHAN YANG MEBUAT PENYESALAN SELAMANYA

Ada kalanya memang orang membuat kesalahan untuk menguntungkan dirinya sendiri dan memang  oarng tersebut sudah menikmati hasil dari kejahatannya, sehingga ketyika hal tersebut kemudian terendus oleh petuigas  penagak hokum dan kemudian dia diberikan sanksi hokum, mak itui sangat pantas dan pasti smeua orang akan mendukungnya, tetapi kalau kemudian ada kasus dimana seseorang karena jabatannya, lalu melakukan sesuatu yang dia sama sekali tidak menyadarinya dan kemudian dinggap melanggar aturan, lalu dijatuhi hukuman, maka itu pasti akan menjadi perdebatan sengit, karena sang pejabat etrsebut sama sekali tidak merasa melakukan  kejahatan, dan bahkan menikmati hasilnya pun tidak.

Ituylah kenyataan saat ini dimana setiap pejabat harus lebih detail tahu menganai hal hal yang terkait dengan pekerjaan dna tanggung jawabnya. Boleh jadi memang anak buahnya yang sengaja untuk menjebaknya atau  tidak sengaja menjelbak,melainkan sengaja ingin mendapatkan keuntungannya sendiri dnegan menggunakan kuasa atasannya, dan atasannya tidka mengetahuinya sama sekali, tetapi tanggng jawabnya memang ada pada atasnnya tersbeut, maka  saat harus dilakukan pemberian hukuman, maka atasnnay etrsebutlah yang harus menanggungnya.

Ini tentu juga berbeda dngan  ketika ada seorang pejabat lalu denagn sengaja  ingin mendapatkan sesuatu keuntungan untuk institusi atau untuk organisasi tertentu dimana memang sang pejabat etrsbeut sama sekali tidak menikmati hasil kejahatan etrsebut, lalu kalau kemudian pejabat tersbeut dikenakan sanksi hukuman, masih dapaty dimengerti karena dialah yang emmang melakukan kejahatan  meskipun bukan untuk dirinya sendiri. Pengertian korupsi itu memang cukup luas termasuk menguntungkan pihak lain dnegan merugikan Negara itu juga masuk di dalam kategori korupsi.

Pertanyaannya ialah kalau ada pejabat yang membuat kebijakan yang dia tahu bahwa kebijakan tersebut tidak meyimpang dari aturan yang ada, lalu kemudian ada celah untuk mengambil keuntungan dari kebijakan tersebut yang dilakukan oleh oknum anak buahnya, dan kemudian anak buahnya tersebut ikut menyeret pejabatnya, maka kemungkina besar dia akan ikut terseret, meskipun sesungguhnya dia sama sekali tidak mengetahuinya. Kalau kejadian yang semacam ini tentu ada kesalahan dan  pejabat yang jujur tersbeut harus ditolong dan dikeluarkan dari lingkaran kejahatan yang  dilakukan.

Hukum di negera kita itu akan diberlakukan kepada smeua orang termasuk mereka yang tidak menyadarinya. Kebanyakan pejabat yang kemudian diundang untuk memberikan semnar atau ceramah di sebuah instansi di daerah biasnya akan diberikan  honor yang pasti tidak sesuai dnegan  SBU, mlainkan akan ditambah karena  kalau sesuaid engan SBU pastinya terlalu sedikit dan dianggap tidak pantas untuk diberikan kepada seorangbpejabat teras di pusat. Lalu ini sudha menjadi kebiasaan dan  duianggap lumrah, namun suatu ketika  kalau kemudian ditemukan persoalan, maka hal etrsbeut akan juga menjadi masalah.

Artinya  seorang pejabat harus mengetahui honor yang akan diterimanya ketika memberikan   ceramah atau seminar dan sejenisnya, semua akan diliohat dari sisi JPL dan ketentuan mengenai JPL juga sudha jelas, lalu ketika  seorang pejabat etrsebut diberiikan honort melebihi kewajaran JPL, lalu kenapa diam saja dan tidak melaporkan ke KPK padhala hal etrsbeut termasuk ke dalam gratifikasi yang seharusnya dilaporkan ke KPK dan kemudian kelebihan homnor tersbeut dikembalikan ke Negara.

Namun kenyataan tersbeut hanya terjadi kepada pejjabat yang naas saja karena pada kenyataannya tidak ada pejabat yang memberikan  ceramah atau seminar yang hanya diberikan honorarium sesuai dengan SBU JPl, melainkan pasti melebihninya, meskipun harus dicarikan dari  pos lainnya.  Ityul;ah yang saat ini belum dapat berjalan dengan baik, karena masing masing tentu akan menakar dengan eprtimbangannya sendiri sendiri. Andai seragam semua pejabat harus menerima honor sesuai dengan SBU JPL dan semuanya mentaatinya, maka sesungguhnya smeuanya akan merasa ringan dan tidak terbebani.

Sayangnya memang budaya kita masih belum mampu menjalaninya dan celaknya para pejabatnya juga tidak mau menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku. Coba seandainya ada pejabat satu saja yang emmberikan xcopntoh dan konsisten dalam menjalaninya, apstinya akan menjadi lebih baik dan dia juga p[asti akan tenang dengan tuigas tugasnya.  Saat ini banyak pejabat yang emmbuat kesalahannyang sudah dianggap biasa sehingga saat ada pemeriksaan dan diangagap sebagai pelanggaran dan bahkan kejahatan,. Lalu penyesalanlah yang akan tersisa dalam dirinya, dan penyesalan tersebut tentu sudha terlambat.

Prinsipnya memang harus dilihat dari sisi integritas  dari masing masing orang, Jika orang itu sudah menyatakan dirinya tidak mau mengambil uang yang bukan haknya meskipun sedikit atau banyak, dan itu kemudian menjadi sikapnya yang dijalaninya dnegan konsisten, maka dia pun pasti akan menjadi orang yang tetap menjaga muruahnya  dengan baik dan pastinya tidak akan tercebur dalam praktek korupsi yang pasti akan membuatnya menyesal seumur hidupnya. Biasnya penyesalan memang datangnya belakangan dan  kalau bisa dihitung mundur pastinya dia mau mengembalikan smeua yang sudah didapatkannya , tetapi itu jelas mustahil dan  biasnya  mereka pasti akan  terpasksa menjalani sanksinya.

Banyak diantara orang orang yang sesungguhnya sudha tidak ekkurangan dalam hal materi, lalu kenapa mereka mau menjalani perbuatan yang terancam hukuman berat speeti korupsi? Jawabnnya pasti akan beragam karena masing masing orang tentu mempunyai keinginan yang lebih tinggi dari yang sudah dicapai saat ini. Ada yang memikirkan tentang organisasinya , ada yang meikirkan untuk sumabnagn kepada maysarakat konstituennya  dan ada pula yang ingin mengembangkan jangkauannya dan lainnya.

jadi keinginan dan program pengembangan yang liar dna tidak dibatasi oleh kemampuan diri,  akan mampu menyeret seseorang untuk melakukan kejahatan yang dianggapnya akan mampu emnyelesaikan persoaannya dengan cepat, namun sayangnya mereka  kebanyakan tidak memikirkan akibat yang akan diterima jika perbuatannya etrsebut ekmudian diketahui oleh pihak lain, terutama penegak hokum.

Kita sudah sering disuguhi oleh peribahasa yang menyatakan sepandai pandainya  tupai melompat, pada saatnya akan jatuh juga, atau sepandai pandai menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga, yang semua itu mengibaratkan bahwa  perbuatan dosa, dan busuk meskipun sudah disimpan dengan rapat, pasti suatui ketika akan terlihat dan ketahuan juga. Karena itu seharusnya kita lebih mewas diri dan berhati hati untuk tidak berani melakukan kejahatan apapun bentuknya, besar maupun kecil, karena pada saatnya pasti kita akan menanggung akibatnya, termasuk kalau lolos di duna, maka pastinya di akhirat tidak akan dapat lolos.

Jangan sampai kita mengalami  perbuatan seidkit yang jahat, lalu dapat merusak reputasi kita yang sudha kita bangun bertahun tahun serta dnegan mempertahankan harga diri  dan  kejujuran. Jika kita emmang sudha bulat dengan niat etrsbeut, maka apapun yang menjadi penghalang pastinya akan mampu diterjangnya untuk sebuah kebenaran dan  keyakinan. Semoga Tuhan akan senantiasa menjaga kita dari segala perbuatan jahat yang pasti akan selalu ditiupkan oleh setan kepada kita setiap saatnya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.