EVALUASI DIRI MASING MASING

Pemilu serentak  termasuk pilpres sudah selesai dan kita smeua sudah memberikan suara, meskipun berbeda, namun yang terpenting ialah kebersamaan, karena siapapun yang jadi presiden dan wakilnya ataupun yang jadi wakil rakyat dan wakil daerah, smeuanya  kita anggap sebagai orang baik yang berniat untuk memperbaiki kondisi Negara dan bangsa kita. Lalyu apa yang kita khawatirkan, toh kita juga tidak mempunyai harapan untuk menikmati hasil yang didapatkan, terkecuali hanya harapan mereka akan menunaikan amanah dnegan baik.

Kita tidak mempunyai harapan untuk menjadi menteri atau pejabat lainnya yang mengikuti pemilihan umum tersebut. Untuk itu kiranya akan jauh lebih baik dan manfaat jika kita tidak ikutan untuk mengeshare berita berita yang dapat membingungkan dan bahkan menyesatkan umat. Saat ini saling kalim kemenangan sudah begitu maraknya, meskipun KPU sudah mewanti wanti bahwa yang berhak untuk mengumukkan siapakah yang menang dan kalah hanyalah KPU karean dialah yang diberiikan wewenang oleh undang undang untuk menyelenggarakan pemilu dengan segala hasilnya.

KPU juga sudah memberikan  waktu yang  akan ditempuh untuk menghitung secara cermat, hingga 22 mei mendatang, lalu kalau ini masih bulan April saja belum habis, mengapa sudah banyak orang yang tidak sabar menunggu waktu yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara pemilu tersebut?. Mbok yaho kita belajar bersabar, karena orang yang bersabar itu dikasihi oleh Allah swt. Grusa grusu itu termasuk kebiasaan setan sedangkan kebiasaan orang baik itu ya bersabar dan mengikuti atu5an main yang sudah ditetapkan, bukan lelet.

Para caleg dan para calon yang bertanding pada saat pemilu yang lalu, sebaiknya juga mawaas diri dan selanjutnya  mengevaluasi dirinya, meskipun saat ini penghitungan belum selesai dan juga belum diumumkan oleh KPU, tetapi beerapa aspek tentu sudah dapat diketahui dan  selanjutnya adalah sikap menerima  apapun yang akan diberikan kepadanya. Kita harus terus mengembangkan sikap menerima  yang berarti kiota mengakui manusia hanya dapat berusaha dan selebihnya ketentuan dan ketetapannya adalah milik Tuhan. Dengan dmeikian menjadi presiden . Demikian juga dengan menjadi anggota legislative maupun DPD itu juga sudah ditakdirkan oleh Allah swt.

Kalaupun manusia berusaha dengan gigih bahkan harus mengerahkan seluruh kekuatannya dan hartanya, namun kalau Tuhan  tidak menetapkannya sebagai presiden  atau anggota legislative atau anggota DPD, maka tidak akan pernah menjadi seperti yang diharapkan.  Usaha itu memang penting, karena dengan usaha tersebutlah Tuhan akan mewasilahkan sesuatu untuk diterima seseorang. Artinya tidak ada orang yang tiba tiba tanpa usaha kemudian menjadi ssuatu, sama sekali tidak demikian. Tuhan pasti akan memberikan sesuatu kepada siapapun dengan cara yang wajar dan mengikuti hokum alam yang memang sudha ditetapkan Nya.

Jika kita sudhanmampu untuk menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah swt, maka itu sudah sangat baik untuk kehidupan kita dan ketenangan hati kita, meskipun kita sudah dikhianati oleh orang yang sudah kita percaya sekalipun atau  mereka yang dahulu pernah kita tolong dnegan seluruh kekuatan yang ada, lalu kemudian dia melupannya begitu saja seolah tanpa bekas swedikitpun, semua itu tidak menjadi persoalan baginya, karena kalau sudah menyerahkan segalanya kepada Allah swt secara total, maka tidak aka nada yang tertinggal di hati untuk dipikirkan atau disengketakan.

Seringkali kita menyaksikan betapa peri bahasa yang sduah cukup lama selalu didengungkan kemudian menjadi kenyataan, yakni panas setahun hanya terhapus oleh hujan  beberapa saat. Begitu banyak kebaikan yang sudah ditanamkan oleh seseorang kepada sahabatnya  dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, namun  kemudian sahabatnya tersebut dengan entengnya melupakan smeua yang pernah diterimanya dari sahabatnya tersebut. Seolah tanpa ada beban sedikit pun yang  menggelatyuti hatinya. Namun jika sahabat yang sudah berbuat baik tersebut rela hati dan semuanya dilakukan karena TUhan, pastilah dia tidak akan terpengaruh sedikitpun oleh kelakuan sahabatnya yang telah melupakannya etrsebut.

Bahkan berbahagialah dia karena mampu mengetahui siapa sesungguhnya sahabatnya tersbeut, karena sahabat yang baik untuk dunia dan akhirat justru akan selalu mendekat jika  sedang ada masalah atau kesulitan, bukan mereka yang akan mendekat saat Berjaya saja dan kemudian menjauh ketika sedang kesulitan, bahkan bukan hanya sekedar menjauh, melainkan justru malah tega untuk menjegalnya bersama denagn sahabat barunya yang dianggap memberikan banyak keuntungan.

Memang sudha seharusnya kita mampu untuk membalas budi kebaikan siapapun yang telah pernah berbuat kebaikan kepada kita, meskipun hanya sedikit saja, karena itu justru akan lebih memberikan  kebaikan dan mengangkat derajatnya di mata Tuhan. Ingatlah  suatu ketika  saat ada seorang anak kecil yang kelaparan, sedangkan orang tuanya juga  tidak mampu memberikan apapun, lalu  anak tersebut dipelihara oleh seseroang yang beruntung mempunyai kekayaan, lalu disekolahkannya anak tersebut hingga akhirnya mendapatkan bea siswa  ke luar negeri untuk menyelesaikan pendidikannya.

Namun orang yang telah menyelamatkannya tersbeut memang  dengan hati tulus sehingga saat anak tersebut sudah dianggap sukses karena sudah mampu mendapatkan beasiswa, maka dia juga tidak mengurusinya lagi dan  kemudian hidup sebagaimana biasanya, sampailah kemudian dia mendapatkan penyakit akut yang sangat luar biasa, dan seluruh dokter di Negara etrsbeut sudah angkat tangan untuk menyem,buhkannya, lalu  dia mendapatkan sebuah berita bahwa di Negara lain ada seorang dokter yang genius dan kemungkinan besar akan mampu menyembuhkannya.

Lalu pergilah dia ke Negara tersebut untuk berobat dan menyembuhkan penyakitnya. Pada saat dia terbujur di kamar sebuah rumah sakit, lalu datanglah seorang dokter muda  yang sangat ebrwibawa, dan lalngsung memeluk orang yang sedang terbaring tersebut sambil mengatakan terima kasihnya dan syukurnya kepada Tuhan yang telah mempertemukannya dengan orang yang sudah cukup lama dicarinya, yakni orang tua angkatnya tersebut. Lalu setelah terjadi pelampiasan kerinduan diantara mereka, lalu dokter muda tersebut menanganinya dengan snata cermat.

Alhamdu lillah kemudian penyakit orang tuantersebut dapat dideteksi dan akhirnya dapat disembuhkan. Betapa bahagianya orang tua tersebut yang sudah tidak mengingat lagi pertolongannya kepada si anak malang yang ternyata saat ini telah menjadi seorang dokter ahli yang begitu tenanr dan dikenal oleh dunia.  Akhirnya orang tua tersebut diminta untuk tinggal bersama  dokter tersebut hingga akhir hayatnya. Sungguh sebuah pertemuan yang sangat mengharukan karena berkat pertolongan dan kebaikannyang tidak didasari oleh sebuah harapan atau tujuan tertentu melainkan hanya semata menolong, apalagi kalau kemudian  hal tersbeut didasari hanya karena Allah semata, pastilah akan jauh lebih bagus.

Untuk itu janganlah pernah menyesal saat menolong atau berbuat kebaikan untuk orang laian,  dan tetaplah bahagia  meskipun kemudian diketahui bahwa orang yang telah kita tolong tersbeut ternyata justru malah menjahati  atau berlaku sangat buruk.  Doakanlah agar dia ingat kepada kebaikan  seberapaun yang pernah dibuat oleh orang lain, sehingga dia akan merasakan kesyukuran atas apa yang pernah diterimanya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.