MENJADI MANUSIA TERBAIK

Mungkin ukuran sebagai terbaik bagi masing masing orang akan berbeda, karena sudut pandangan dan ukurannya juga berbeda, namun semuanya tentu merupakan  hal yang dipandang terbaik, sehingga kelaupun ada perbedaan, setidaknya ada sisi persamaan yang dapat disatukan. Secara garis besar sebuah riwayat memang menunjukakn bahwa sebagai manusia terbaik ialah jika dia memberikan manfaat yang besar kepada manusia lainnya. Ini memang masih terlalu umum, tetapi maksudanya tentu semua orang dapat mengerti.

Memberi manfaat itu  jika keberadaannya  menjadi solusi terhadap persoalan masyaratakat, bukan sebaliknya malah menjadi masalah bagi mereka. Manfaat juga dapat berarati bahwa  keberadaannya di sebuah tempat akan selalu membawa keberuntungan dan kebaikan bagi masyarakatnya.  Penggambarannya ialah jika dia mempunyai keahlian dan ketrammppilan khusus, lalu dia mau mengajarkannya kepada masyarakat sekitar, apalagi tanpa harus membayar atau ongkos tertentu, tentu itu dianggap sebagai berkah dan memberikan manfaat.

Bisa jadi manfaat tersebut terkait dengan persoalan materi, yakni jika ada orang  berada di sebuah tempat, lalu dia mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya, apakah melalui mendirikan pabrik dan seluruh pekerjanya ialah orang di sekitarnya ataukah dengan memberikan kesempatan kepada warganya untuk mengikuti training tertentu untuk kemudian dibnerikan modal pinjaman dan dididik mengenai cara bagaimana mengembangkan usaha dan lainnya. Yang jelas masyarakat menjadi terangkat ekonominya sehingga mereka dapat lebih sejahtera dan lainnya.

Bisa saja manfaat etrsebut berupa kondisi  yang semakin nyaman karena banyaknya anak anak mudah yang  mengikuti pendidikan yang diasuh oleh seseorang sehingga anak anak dan para remaja menjadi berakhlak baik dan sleuruh  kelakuan mereka tidak meresahkan masyarakat. Tentu masih banyak lagi gambaran mengenai manfaat yang  dapat dipwetik dari keberadaan seseorang di dalam sebuah tempat. Nah, orang orang terbaik ialah  orang yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

Jika ukurannya ialah hal tersbeut,  maka untuk menjadi orang yang baik, bahkan terbaik itu harus mampu menjadikan dirinya sebagai pihak yang memberikan manfaat bagi pihak lain. Lalu bagaimana caranya orang yang tidak mampunyai pengetahuan tertentu dapat meraih  yang terbaik? Tentu masih dapat, karena memberikan manfaat itu bukan sekdar materi atau pengetahuan, melainkan dapat ebrupa apa saja, semacam ketulusan dalam segala hal, seprti  jika ada orang yang  selalu saja mau membantu keperluan tetangganya dan selalu baik kepada smeua orang tanpa membedakannya.

Jika ada orang yang miskin dari sisi harta lalu dia  mau membantu siapapun yang memerlukan bantuannya tanpa harus meminta upah dan dia selalu saja berusaha untuk mencari ekonomi melalui apa saja yang dapat dikerjakan, berjualan keliling kampong atau pun menjadio buruh bagi tetangganya dan lainnya, tetapi dia selalu berlaku baik, sopan dan tidak pernah menyinggung pihak lain, maka kebaradaannya juga dapat dianggap sebagai orang baik, bahkan terbaik dari sisi ketulusannya dalam berbuat dan menolong pihak lain.

Jika ada orang  karyawan di sebuah pabrik atau disebuah kantor, lalu dia tekun dalam pekerjaannya  dan selalu disiplin saat masuk dan pulang kantor, pekerjaannya selalu beres bahkan sering juga menolong pekerjaan kawannya yang belum selesai, lalu dia  juga selalu aktif dalam beribadah., tidak pernah menggunjing kawannya atau juga tidak pernah menyakiti hati kawannya, maka karyawan tersebut tentu juga dapat disebut sebagai yang terbaik karena mampu emmberikan kesejukan dalam pekerjaan, dapat menjadi teladan dalam kedisiplinan dan lainnya.

Jika ada seorang mahasiswa atau  siswa yang selalu rajin dalam masuk sekolah, rajin dalam mengerjakan soal ujian dan PR, selalu rapi dalam berpkaian dan selalu mendapatkan nilai bagus dalam setiap ulangan, karena dia juga selalu rajin dalam belajar di rumahnya, tidak pernah membuat onar di sekolah dan tidak pernah terlibat dalam persoalan perkelahian dan sejenisnya. Dia sangat sopa terhadap ghuru dan karyawan yang ada di sekolah serta dfua juga berbuat baik kepada sesame kawannya, maka dia boleh juga disebut sebagai siswa atau mahasiwa terbaik, akrean telah emmbuktikan dirinya sebagai orang baik dan memberikan inspirasi baik kepada lingkungannya.

Pendeknya untuk menjadi yang terbaik diantara  yang lain, sesungguhnya tidak terlalu sulit jika orang mengetahui  perbuatan baik yang dapat dijalankan dan kemud9ian secara konsisten dijalankannya. Sebagai anggota masyarakat dis ebuah perkampungan kita tentu ada hak dan kewajiban terhadap lingkungan, semacam harus melakukan penjagaan lingkungan, harus ikut dalam ronda jaga malam, dan juga kewajiban iuran bersama untuk kepentingan kampong dan lainnya. Nah, jika kita mau melakukan itu semua dengan tulus dan bahkan lebih dari sekedar kewajiban, tentu kita akan dinilai sebagai masyarakat yang baik bahkan terbaik.

Bukan keinginan kita untuk dipuji atau dikatakan sebagai yang terbaik, melainkan sudah menjadi keinginan kita untuk selalu menajdi yang etrbaik dalam bidang apapun. Kalaupun kita sudha melakukan yang terbaik tetapi masyarakat tidak menilai kita yang terbaik pun tidak ada masalah, karena terbaik  yang kita inginkan ialah  kita dinilai oleh Tuhan sebagai makhluk yang mampu menunaikan kewajiban dan haknya secara berkeadilan dan sama. Kita tidak peduli apakah orang lain akan menilai kita sebagai yang terbaik atau bukan, karena yang terpenting kita sudah menjalankan sesuatu yang terbaik.

Dalam ukuran yang relative  lebih sederhana kita dapat emngatakan abhwa  kalau kta ebraad di suatu kampong dan kita tidak menjadi biang kerusuahan  serat keonaran itu sudha cukup bagi kita untuk menjadi orang baik. Sebagai anggota masyarakat kita tentu harus menjaga kampong kita dari kerusuhan dan sejenisnya bahkan dari peredaran obat terlarang dan sejenisnya. Nah, jika kita mampu melakukan hal tersebut dan bahkan mempelopori untuk berbuat kebajikan, semaca,m mengajak anak anak mudah untuk rajin ke masjid, mengaji dan  mengadakan aktiofitas yang bermanfaat, tentu kita sudah berbuat yang terbaik.

Jika kita mempraktekkan   keteladanan  dari rasulullah saw terkait dnegan  rasa solidaritas kepada sesame umat, lalu kita sering berbagi makanan misalnya ekpada para tetangga, meskipun makanan tersbeut bukan istimea, tentu itu menjadi lebih baik dan akan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.  Sesekali kita berbelanja  dan kemudian membeli sesuatu yang  lebih banyak kemudian dibagi dengan tetangga dekat atua kita mengundang mereka untuk sekedar makan bersama, sudah tentu itu merupakan ebntuk kebaikan yang bermanfaat.

Apalagi kalau masuk bulan suci Ramadlan lalu kita selalu saja memberikan  takjil kepada masyarakat di masjid dan selalu menyantuni anak anak yatim, terutama bagi kita yang mampu secara ekonomi, tentu itu juga bagian yang baik untuk dijalankan dan dipertahankan. Namun jika kita termasuk golongan yang miskin kita  lalu mau secara tulus membersihakn masjid dan lingkungannya serta mengepel  masjid dan memebrsihkan  tempat wudlu dan lainnya, tentu juga merupakan perbuatan yang sangat bagus. Karena itu apapun yang dapat kita sumbangkan untuk kepentingan umum sebaiknya memang segara kita lakukan dan tidak perlu menunda nundanya. Semoga,.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.