LUPAKAN PEMILU

Puncak pemilu, yakni pemungutan suara oleh rakyat sudah selesai dan hitungan pun masih berproses yang dilakukan oleh KPU, sehingga seharusnya kita sudah tidak lagi berpikir tyentang pemilu. Biarlah KPu dan pernagkatnya seratya para pihak yang berkepntingan dnegan pemilu yang akan terus masih bekrja. Untuk itu disarankan kepada kita semua yang tidak terkait dnegan pemilu untuk melupakan pemilu dan memikirkannya lagi lima tahun mendatang agar kita dapat focus kepada pekerjaan dan kewajiban kita sehari hari.

Proses pemilu memang belum selesai karena penghitungan oleh KPU memang bel;m selesai, tetapi bagi rakyat yang hanya berkepentingan untuk menyalurkan suaranya tentu sudah selesai dan jika kita ingin mengetahui  hasilnya, cukuplah kita menunggu hingga opengumuman oleh KPu pada saatnya. Bagi kita pekerjaan  yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban adalah yang paling pokok dan harus kita tunaikan dengan sebaik baiknya, karena  itulah yang akan berkaitan dengan diri kita sendiri, dan bukan dengan pemilu.

Terkait dengan gegap gempitanya pemilu kemarin itu seharusnya sudah  kita tinggalkan atau bahkan kita lupakan, karena jika kita masih memikirkannya, pasti kegiatan kita akan dapat terganggu, apalagi sama sekali tidak ada kepentingan kita untuk itu. Untuk itu bagi kita yang  masih kuliah, sebaiknya kembali menekuni kuliah kembali, bagi kita yang berusaha, kembalilah kepada usaha yang seang kita kembangkan dan bagi kita yang sudah bekerja, juga kembalilah bekerja dengan lebih baik.

Kita sangat berharap bahwa  ujaran kebencian yang sempat muncul  seiring dengan kampanye dan dukung mendukung paslon, dengan berakhitrnya pemilu juga akan ikut hilang. Demikian juga dengan fitnah dan hoaks juga akan berkurang bahkan akan menghilang. Namun rasanya akan masih sulit menghilangnya hoaks tersebut, karena saat ini masih  terdapat saling klaim kemenangan  dalam pilpres yang sudah berjalan kemarin itu, tenetu terkecuali bilamana smeua piha menyadari hal tersbeut dan kemudian menunggu pengumuman dari KPU dan menerimanya sebagai hasil akhir pemilu.

Jika masing masing masih kukuh dengan pendapatnya masing masing, maka keinginan untuk mendapatkan kondisi yang damai, rasanya akan sulit didapatkan. Memang kuncinya ada  pada para tokohnya yang selalu berbuat sejuk dan bukannya malah memprovokasi atau mengancam dengan  pengerahan massaa yang besar dan lainnya, atau mencari cari alasan sebagai sebuah kecurangan dalam pemilu dan lainnya. Mari kita  juga ikut menyokong penciptaan kondisi yang kondusif tersebut agar bangsa  ini mendapatkan kebaikan dan ketenangan serta kedamaian.

Kita harus mampu menghargai kerja para penyelenggara pemilu yang saya thu sendiri mereka bekerja seharui semalam tidak tidur, karena penghitungan  di TPS saja harus diselesaikan sampai  lebih dari jam 12 malam, lalu masih merekap dan menyelesaikan administrasi lainnya. Bahkan di TPS di dekat kediaman saya,  mereka bekerja hingga  subuh dan bahkan selesainya  hingga sekitar jam 7 pagi. Nah, kalau mereka bekerja demikian beratnya, maka seharusnya kita mampu mengharagi mereka dan tidak membuat komnetar yang dapat menyakitkan hati mereka.

Kita juga mengapresiasi para saksi masing masing partai yang juga  menemai penyelenggara pemilu sampai selesai dan sampai pengiriman dokumen ke kecamatan. Meskipun kita juga menyaksikan  ada partai politik yang sama sekali tidak menyertakan saksinya dan perolehan suaranya juga nol. Mungkin mereka sudah berpikir bahwa di daerah tertentu mereka memang tidak mempunyai basis massa yang dapat mendulang suara bagi mereka sehingga mereka akan lebih nyaman jika tidak mengrimkan saksinya.

Kita memang menyadari bahwa kasak kusuk mengenai hasil pemilu, khususnya yang terkait dnegan pemilihan presiden, masih terdengar dan dibicarakan oleh banayk pihak, termasuk para abang beacak yang mangkal di beberapa perempatan jalan, namun pada umumnya merwka hanya mengikuti hitung cepat yang sudah diumumkan   dan sebagiqnnya masih ada yang mempercayai klaim dari  salah satu calon. Akan tetapi mereka tidak ada kepentingan untuk memperdebatkan hal etrsebut secara serius dan biasanya hal itu hanya akan berjalan untuk beberapa harui saja, dan selebihnya sudah akan hilang.

Nah, kalau para tukang becak saja mampu melupakan pemilu, kenapa kita yang lebih intelektual tidak mampu melupakannya, toh kita sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka dan kita hanya akan menyyaksikan saja.  Pengaruh terhadap keberadaan kita juga tidak ada. Jika kita sebagai pedagang  maka siapapun yang memanangkan pencalonan presiden usaha kita masih akan tetap sama, kalaupun nanti ad akebijakan yang diambil dan menguntungkan maka itu sudah menjadi resiko.

Bahkan bagi para penarik becak juga mempunyai pikiran yang relative sama, yakni siapapun yang memangkan penclonan presiden tidak akan berpengaruh kepada mereka, yakni  posisi mereka sebagai penarik becak juga masih tetap sebwgaimana semula tidak ada kenaikan pangkat bagi mereka. Lalu pertanyannya ialah  bagaimana mungkin harus memikirkannya csecara dakik dakik, bahkan mungkinharus berkelhi dengan kawannya sendiri?. Patinya merwk akan segara melupakan pemilu dan konsentrasi dengan pekerjaan mereka.

Bagi kita yang kebetulan menjadi ASN juga  tidak ada kaitan langsung dnegan penclonan presiden tersebut, karena siapapun yang memenangkannya, pasti kita tetap saja  akan menjadi ASN. Kalau kemudian ada kenaikan gaji atau tunjangan, maka itu sudha menjadi sebuah keniscayaan bagi pemimpin utnuk terus memperbaiki kesejahteraan rakyatnya. Untuk itu memang kita tidak boleh larut dnegan  persoalan pemilu, karena nyatanya pemilu sudah selsai dan kita harus segera focus kepada pekerjaan kita sendiri.

Bahkan bagi mereka yang kemarin menjadi relawan calon, maka sudah saatnya melupakan pemilu dan kembali menekuni usaha yang  selama ini dijalankan dan bekerja kerqs untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Tidak usah menunggu bola uyanukt mendapatkan jabatan tertentu, karena untuk hal etrsebut sudah  menjadi kepur=tusan partai pllitik dan  bukan wilayahnya para relawan. Namanya saja relawan seharusnya juga harus rela menerima nasib apapun yang akan dijalaninya. Jangan sampai para realwan tetapi mengharapkan terlalu banyak untuk mendapatkan bagian jabatan tertentu dari yang dibelanya, karena itu pasti aikan menjadi persoalan baru baginya.

Pendeknya, siapapun kita, saat ini  sudah harus  mengakhiri persoalan yang terkait dnegan pemilu karena nyatanya memang pemilu sudah selesai dan tinggal pihak tertentu saja yang masih harus menyelesaikan tugasnya sampai tuntas. Tidak ada guna dan manfaatnya kita masih memikirkan masalah pemilu yang sudah selesai, bahkan malahan akan dapat mengganggu pekerjaan kita sendiri. Sebaiknya kita memang berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah kita sendiri, terutama yang terkait dengan pekrjaan dan kewajiban kita.

Jika kita memang menginginkan untuk berkiprah dan memberikan kontribusi bagi bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik, justru kita harus mampu untuk mengajak kepada masyarakat agar mereka  kembali kepada pekerjaan mereka masing masing dan tidak rebut soal hasil pemilu yang sudah berlalu. Mari kita berikan yang terbaik bagi bangsa ini dengan selalu berbuat yang terbaik dan juga mengajak kebaikan kepada semua masyarakat tanpa terkecuali.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.