LEGA RASANYA

Setelah kemarin  melakukan pemungutan suara dan menyaksikan hitung cepat, saatnya kini kita dapat menghela nafas panjang, meskipun untuk hitungan cepat belum resmi dan masih menunggu hitungan manual oleh KPU, tetapi hamper seluruh masyarakat sudah mengetahui siapa presiden untuk  periode tahun 2019-2024. Sementara itu para calon legislative juga sudah  dag dig dug untuk menegtahui secara pasti perolehan suaranya, dan memastian apakah akan melenggang ke senayan atau ke gedung DPRD dan  menjadi wakil daerah.

Namun bagi masyarakat luas, kiranya pesta demokrasi lima tahunan sudah selesai dan kita tinggal menjalani hari hari sebagaimana biasanya. Hal terpenting bagi masyarakat ialah bagaimana kita mampu membangun persudaraan kembali yang beberapa waktu yang lalu sempat terhwenti gara gara beda pilihan. Jangan sampai persahabatan putus karena  persoalan sesaat, karena itu kita memang harus menyambungnya kembali dan lebih mempererat agar tidak mudah mengalami gesekan yang mengakibatkan terputusnya tali persahabatan tersebut.

Mungkin diantara para calon  khususnya calon legislative, ada sebagiannya yang sudah mulai merenungi kegagalannya dan  memikirkan bagaimana membayar hutang yang sudah kadung diambilnya, atau mungkin bagaimana menghadapi masyarakat yang sudah  mendukungnya, tetapi nyatanya gagal untuk menjadi anggota legislative dan lainnya.  Semuanya  sebaiknya dijadikan sebagai wahana untuk evaluasi diri dan refleksi untuk l;ebih melalukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan juga masyarakat luas.

Bagi yang bebas tidak nyalon dan juga tidka emndukung secara serius calon tertentu, akan lebih nyaman akhirnya, dan akan jauh lebih nikmat jika kemudian juga menonton liga champion.  Kita semua memang ingin mengetahui siapa saja yang akhirnya melangkah ke senayan dan juga siapa yang nantinya akan menghuni istana kepresidenan, walaupun  sudah diprediksi dengan  cermat.  Itu disebabkan untuk pemngumuman resminya masih harus menunggu penghitungan dari KPU sehuingga semuanya akan emnjadi klir dan jelas.

Selebihnya kita tinggal menunggu kebijakan dan program kerja presiden yang akan dating sebagaimana yang telah disamapaikan pada saat menyamp[aikan visi misinya serta program kesejahteraan rakyat. Mungkin memang kita tidak dapat langsung mengharapkan perubahan yang serta merta karena pastinya juga harus menunggu waktu,  harus menyusun cabinet terlebih dahulu dan juga beberapa menteri yang baru juga pelru adaptasi, namun tidka boleh terlalu lama membiarkan rakyat menunggu.

Kita memang saat ini sudah plong setelah menjalankan hak sebagai warga Negara, yakni memberikan suara untuk pemilu dan  apapun hasilnya  kita akan tetap menunggu  keputusan KPU dan menunggu langkah langkah nyata dari pasangan presiden yang dinyatakan menang.  Kita tidak ingin bahwa mereka yang menang terlalu banyak uforisa sehingga meluipakan hal yang pokok yang harus segera ditangani dan dijalankan sebagai upaya untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju dalam berbagai aspeknya.

Meskipun masih menuinggalkan beberapa persoalan, namun dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pemilu kali ini  sukses, karena secara umum dapat berjalan dnegan baik. Kalaupun ada beberapa pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi di beberapa tempat dan di luar negeri, sep[erti di Hongkong, Jepang, Australia dan lainnya, tetapi itu tentu merupakan kekurangan yang dimiliki oleh petugas di tempat dan itu harus dijadikan sebagai evaluasi dna pengalaman sehingga pada tahun berikutnya pada saat ada pemilu lagi, harus tidak akan terulang lagi.

Sementara itu untuk kasus kertas suara yang dianggap telah dicoblos sebelum waktunya sebagaimana yang dilaporkan di Kuala Lumpur, ternyata masih simpang siur keterangannya, dan  sampaui saat ini masih diselidiki. Namun jika menurut pengalaman keputusan Mahkamah Konstitusi jika yang dianggap bermasalah etrsebut jumlah tidak mencapai jumlah selisih antara para calon, maka itu akan diabaikan, esmkipun tetap menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan pemilu.

Masing masing kubu  yang ada di capres sebaiknya mulai saat ini cooling down untuk mengendorkan urat uirat yang tegang selama proses kampanye dan  pernak perniknya.  Semua adalah waraga bangsa yang menjadi saudara kita, sehingga tidak perlu ada asling marah, saling menyindir dan melukai. Kita smeua bersaudara dan akan terus menjadi saudara serta akan membangun bersama sama. Kalu pada saat kampanye kemarin ada sedikit ketegangan itu wajar dan setelah itu, tepatnya setelah pemilu dilaksanakan mari kita saling menghargai dan bekerjasama kembali untuk Indonesia yang lebih baik.

Mari kita singkirkan  ego dan emosi karena kalau itunmasih melekat pada dirinkita, akan sangat sulit rasanya untuk kembali berangkulan. Emopsi itu peralat setan dan selalu saja ingin kita berseteru dan saling bermusuhan, padahal kita tahu setan itu musuh kita bersama, karena itu kita memang harus sadar dan kemudian saling emngingatkan untuk kebaikan. Biarlah ada yang memenangkan pimilu, namun  setelah selesai prosesnya kita harus kembali seperti semula dan berkawan  serta bersahabat untuk kemajuan bersama.

Jangan sampai justru kita akan emmelihara perseteruan danpermusuhan diantara kita. Pemilu memang harus dijalankan dan pasti disana ada kontestasi, dan akibatnya pasti ada yang meang dan ada yang kalah, namun sebaiknya kita menyikapinya bukan kalah menang, melainkan ada yang dipercaya untuk memimpin negeri ini dan ada yang menjadi rakyat biasa; ada yang dip[ilih untuk mewakili rakyat dan ada yng menjadi rakyart biasa. Tetapi ingat bahwa menjadi pemimpin dan juga wakil rakyat itu  sebagai amanah yang harus ditunaikan dnegan benar dan amanah, sebab kalu justru  tidak amanah pastinya akan mendapatkan balasan yang sangat tidak menyenangkan, khususnya nanti di akhirat.

Hal terpenting bagi mereka yang  kepilih dan menjalankan amanah ialah harus selalu ingat kepada janji yang pernah diucapkan dan tidak mudah untuk mengingkarinya serta menyakiti hati rakyat yang sudah mempercayakan kepada mereka. Rakyat mungkin tidak dapat langsung meminta pertanggung jawabannya, tetapi jika mereka terdhalimi dan kemudian mengadu kepada Tuhan, pastinya doanya akan dikabulkan dan  itu dapat membahayakan posisi para wakil yang sedang lupa diri.

Saat ini kita memang seharusnya kembali rileks untuk menjalankan kewajiban harian kita sebagaimana mestinya dan tidak terlalu spaneng untuk memikirkan p[emilu, karena semua sudah selesai, tinggal menunggu pengumuman dari KPU. Kita juga masih terus berharap bahwa nantinya tidak akan muncul kegaduhan dan hal lainnya yang justru akan mengkhawatirkan masyarakat serta mebuat mereka was was karena ketegangan yang terjadi.

K edepan kita ingin bahwa pelaksanaan pemilu tidak lagi menjadi ajang jor joran uang dan lebih mementingkan kepada bagaimana visi dan misi para calon untuk membangun  laingkungan dannegaranya. Dengan beghitu pemilu dapatb diminimalkan ongklosnya dan orangorang terbaik yang tidak memp[unyai banyak uang juga dapat ikut mencalonkan diri, tidak sebagaimana saat ini yang mengharuskan modal besar untuk menjadi seorang calon. Kita ingin orang orang terbaik di negeri ini akan dapat tampil menjadi pemimpin dan wakil rakyat sehingga semuanya akan amanah dan  menjalankan tugasnya dengan baik. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.