KARTU KUNING

Mungkin kalau kita terbiasa dengan menonton sepak bola, persoalan kartu kuning sudah tidak ada pertanyaan, karena tiu merupakan kartu peringatan kepada para pemain ataupun manager yang  dianggap tidak taat kepada aturan yang ada, atau dianggap membahayakan pihak lain atau mungkin dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban. Jadi konotasi kartu kuning ialah untuk memberikan peringatan kepada pihak tertentu atas perbuatannya, bnisa saja berupa tindakan yang membahayakan ataupun pernyataan yang dapat memancing kerivbutan atau pernyataan yang tidak pantas dan lainnya.

Wasit dalam permainan sepak boleh berhak memberikan kartu kuning kepada siapapun yang dianggap merugikan dan atau berpotensi untuk embahayakan p[ihak lain. Karena sebagai kartu peringatan tentu harus diperhatikan dan jika tetap masih melakukan pelanggaran atau tindakan yang membahayakan, pastilah akan ditingkatkan menjadi kartu merah yang itu berarti jika yang diberi kartu mereah etrsebut pemain, dia tidak lagio diperbolehkan bermain dalam permaianan tersebut, jika itu memejer, maka juga akan diusir ke luar lapangan dan lainnya.

Namun  kartu kuning tersebut bukan hanya monopoli untuk permainan sepak bole, sebab permainan lainnya, seperti  bulu tangkis atau bola volley, atau olah raga lainnya juga mengenal pemberian kartu kuning tersebut sehingga diharapkan olah apapun akan dapat ebrjalan dengan baik dan tidak diganggu oleh pihak pihak yang senagaja untuk mengacaukan permainan. Namun biasanya para pemaian olah raga akan menjadi lebih hati hati setelah mendapatkan kartu kuning, sebab jika tidak mengubah dirinya, pastilah nanti akan mendapatkan ganjaran kartu merah dan diusir dari lapangan.

Akan tetapi dalam permainan sepak bola modern saat ini terkadang kartu kuning tidak dibutuhkan dan wasit akan langsung memberikan kartu merah jika dianggap bahwa pemain yang bersangkutan  sangat membahayakan pemain lainnya. Tentu ukurannya sangat subyektif bagi seorang wasit, dan karena wasit diberikan kekuasaan mutlak di lapangan, maka siapapun tidak bnisa mengganggu gugat keputsuan yang sudah ditetapkan. Hanya saja tentu  tetap ada upaya banding meskipun sudha tidak mampu mengubah keputusan, melainkan hanya akan emmberikan sanksi kepada wasit jika dianggap tidak cermat dan tidak adil.

Lalu bagaimana dengan pelaksanaan pemilu, apakah berlaku kartu kuning tersebut? Semestinya kertin kuining dalam proses pemilu juga diperlukan untuk memberikan peringatan kepada pihak pihak tertentu yang dianggap melakukan pelanggaran yang menjurus kepada ti bilnya bayya atau kerusuhan dan lainnya. Pemberian kartu kuning tersebut dapat disampaikan ekpada organisasi dan juga dapat diberikan kepada perorangan, dilihat dari  substansi persoalannya, tetapi kartu peringatan etrsebut memang sangat diperluikan untuk menciptakan ketertiban.

Badan pengaas pemilu atau bawaslu  sesngguhnya yang paling  nerkepentingan untuk memberikan peringatan atau kartu kuning keada pihak pihak yang melanggar aturan main pemilu dan pelanggaran lainnya, namun dalam kenyataannya  masih snagat jarang hal tersebut dilakukan meskipun kita sudah melihat secara nyata dan gamblang pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu.

Dalam kasus kasus di lembaga  lain juga tentu akan sangat baik jika mekanisme pemberian kartuin kuning tersebut dilestarikan dna dijalankan denganseksama.  Coba kita liohat misalnya  saat siding di pengadilan dimana smeua orang harus menghormati siding etrsebut dan siapapun tuidna boleh menggangu jalannya siding. Nah, dalam kondisi demikian jika kemudian ada pihak tertentu yang  berusah untuk menggamnggu siding, sehar8snya hakim memberikan kartu kuning kepada pihak etrsebut agar tidak lagi mengganggu, dan jika masih terus mengganggu, maka akan dikenakan kartu merah dan diusir dari ruangan siding.

Meskipun tidak lazim , terkadang juga diperlukan pemberian kartu kuning kepada  para nasabah yang beerusaha untuk mengganggu ketertiban antrian di sebuah konter bank. Kita tahu terkadang ada beberapa pihak yang meneronjol maju untuk meminta didahulukan dalam antrean.nah, dalam kondisi demikian sesungguhnya semua nasabah hartuis diperlakukan sama dan mengantre sebagaimana atyuran main yang ada. Untuk itu jika terdapat orang yang tidak mau emngantre dan  langsung meminta dilayani dahulu, maka diperluakn kartu kuning untuk nasabah tersebut.

Pendeknya  dalam kondisi apapun jika ditemukan ada pihak pihak yang tidak mau tertib dan mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan haruslah diberikan kartu kuning meskipun itu mempunyai status social yang tinggi, termasuk saat antri di pintu masuk menuju pesawat atau apapun.  Tata tertib dibuat memang untuk ditaati, bukan hanya sekdar untuk pantes pantas, karena itu siapapun yang ebrusaha melanggar tata tertib harus mendapatkan peringatamn melalui pemberian kartu kuning.

Pada sisi lain seharusnya siapapun yang mendapatkan kartu kuning atau peringatan harus merasa malu karena pasti telah melakukan pelanggaran dan tidak taat terhadap aturan yang ada. Namun demikian  kondisi etrsebut rupanya belum terlembagakan sehingga orang yang mendapatkan kartu kuning masih tenang tenang saja seolah tidak mendapatkan sanksi apapun. Inilah yang masih harus kita usahakan  agar  seluruh orang yang menerima peringatan  kemudian menjadi malu dan kemudian emmeprbaiki dirinya agar tydai mengulanginya lagi.

Sayangnya memang belum menjadi tradisi untuk memberikan kartu peringatan etrsebut dalam dunia pendidikan. Alangkah  bagusnya jika dalam dunia pendidikan juga diberikan kartu kuning  khususnya pada saat ada pihak yang tidak memenuhi ketentuan tanpa ada keterangan, seperti jika ada mahasiswa yang sudah ebebrapa kali tidak mengikuti perkuliahan tanpa keterangan, seharunya mendapatkan epringatan atau kartu kuning. Demikian juga dengan dosen yang jarang masuk ek kelas dan sama sekali tidak ada informasi tentangudzur yang dijalaninya.

Kebaradaan kartu kuning memang menjadi krusial jika berkaitan dnegan  sebuah penilaian. Mahasiawa yang diketahui jarang masuk kelas dan bahkan sama sekali tidak ada keterangan, maka seharusmnya dia akan merasakan sesuatu yang tidak nyaman, karena dia a dipastikan tidak akan mendapatkan nilai terbaik. Dengan dmeikian dia akan beruasaha untuk menjadi rajin dan mendapatkan nilai bagus. Jadi kartu kuning sekaligus juga berfungsi sebagai  pengontrol keaktifan dan kerajinan para mahasiswa dalam perkuliahannya.

Demikian juga dengan para pegawai yang tidak aktif masuk kerja dan sama sekali tidak alasannya yang dapat dipertanggung jawabkan, tentulah harus menerima kartu kuning sebab merka tentu akan diberikan gaji dan tunjangan sesuai dnegan kinerja mereka. Lalntas bagaiman mereka akan mampu mendapatkan kinerja yang baik, jika tidka pernah masuk kantor dan mengerjakan tugas tugasnya? Nah, inilah yang seharusnya menjadi konsen kita dalam memberikan  penilaian kinerja  bagi para staf yang berada dalam wilayah epnilaian kita.

Singhkatnya pemberian perintan  atau kartu kuning itu menjadi sangat penting untuk meningkatkan kinerja atau hasil kerja masing masing orang. Jika p[erintan sudha diberikan lalui  masih saja bandel untuk tidak mengubah gaya dan kinerjanya, tentu bolehlah kalau dia diberikan sanksi yang lebih berat, tanpa harus mematikannya. Seba  bagaimanapun  setiap orang harus diberikan kesempatan untuk emmbela diri, namun smeuanya akan dapat ditentukan sanksinya melaui tingkat kesalahan yang telah dibuatnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.