MENUNGGU HARI H PEMILU

Rasanya cukup lama kita menunggu pelaksanaan pemilu serentak kali ini, karena gaungnya sudah cukup lama kita ketahui dan  kampanye, baik secara resmi maupun sebelum resmi juga sudah terlalu lama kita rasakan, sehingga menunggu detik detik hari H pencoblosan rasanya tidak sabar lagi. Kalaupun kita tidak terlalu peduli dnegan siapakah nanti yang akan memenangkan kontestasi pilpres dan  juga siapa saja yang akan melenggang ke senayan atau ke gedung Dewan lainnya, tetap saja kita dibuat penasaran dan hamper semua orang akan menunggunya.

Masing masing orang tentu juga sudah mempunyai prediksi dan pilihannya masing masing, baik yang sebelumnya menyatakan netral karena statusnya maupun yang sudah terang terangan mendukung calon tertentu. Kita memang tidak sepenuhnya mempercayai  hasil survey yang memanangkan salah satu calon, karena ternyata kita semakin dibuat bingung oeh lembaga ;embaga etrsebut, karena diantara satu dnegan lainnya saling ebrtolak belakang. Ada yang memenangkan  calon tertentu tetapi di lain pihak malah sebaliknya dengan keterpautan yang sangat emncolok.

Pantasl;ah jika kemudian muncul dugaan bahwa lembaga lembaga survey tersebut dibiayai oleh pihak tertentu dengan pesanan tertentu, wal;aupun tentu masing masing lembaga berhak untuk mempertahankan  hasilnya dengan memberikan jawaban yang ilmiyah. Bagi kita yang sama sekali tidak ada kepentingan dengan  hasil survey tersebut sebaiknya memang menunggu pengumuman dari KPU yang nanti akan menghitungnya secara manual dan mungkin  dapat juga dengan sedikit berpegang kepada hitung cepat yang nanti juga akan disampaikan oleh lembaga lembaga yang ada, meskipun itu belum final dan  resmi.

Saat ini yang dapat kita lakukan ialah dengan berdoa semoga pemilu nanti berjalan dengan lancara dan tidak ada persoalan krusial yang berp[otensi mengganggu jalannya pemilu. Kalau persoalan pasti akan muncul, namun jika mampu diatasi dnegan baik tentu kita akan bersyukur, karena bagaimanapun semua bangsa ini adalah saudara kita, meskipun berbeda pilihan dan berbeda  keyakinan serta lainnya.  Kita memang sedang menunggu sebuah kondisi yang sangat sangat kondusif, yakni persudaraan yang hakiki diantara seluruh rakyat Indonesia, meskipun pada saat berada di dalam bilik TPS pilihan dapat berbeda.

Jika kita mampu menahan diri dan menciptakan sebuah kondisi yang snagat nyaman setelah pelaksanaan pemilu serentak, pastilah itu merupakan sbeuah kado terindah untuk bangsa ini. Meskipun masih ada seidikit persoalan menyangkut pelaksanaan pemilu, akan tetapi masih dapat ditangani dnegan baik, maka itu juga harus diapresiasi dengan baik. Pokoknya pelaksanaan pemilu kali ini kita harapkan akan tetap berjalan dengan kondusif dan tidak terjadi perpecahan di masyarakat.

Kita sudah tidak sabar dengan hari H tersebut, karena pasti nanti akan banyak orang  mendatangi TPS untuk emberikan suaranya melalui mencoblos kertas yang sudah disediakan. Masing masing orang tentu diharapkan akan mampu mengetahui secara tepat tujuannya, sehingga penyediaan kertas suara yang begitu banyak tidak aikan mengubah keinginan  maisng masing orang. Kita sedikit khawatir bahwa tujuan orang akan sedikit terganggu dengan banyaknya  surat suara yang harus dipilih.

Mungkin juga ada pihak pihak tertentu yang ingin kembali kepada pemilu masa lalu yang hanya memilih partai politik yang  sedrhana, hanya saja kemudian para politisi lah yang akan menentukan siapa yang akan  jadi anggota legislative dan siapa yang tidak dengan menempatkan para nomor urut. Saat ini pemilih secara langsung akan dapat memberikan pilihannya kepada pihak yang dituju, dan tidak terpengaruh dnegan nomor urut yang ditulis dalam kartu suara.  Dengan dmeikian nomor uirut tidak selalu menjadi jaminan.

Dengan system yang dmeikian masing masing calon akan berusaha dengan keras untuk memeprkenalkan kepadqa masyarakat tentang keberadaan dirinya, di nomor berapa, karena di sana juga tidak ada gambarnya, melainkan hanya nama saja.  Pati ada plus dan minusnya bagi masyarakat, nah, untuk itu diperlukan kecerdasan dan ketenangan dalam memilih calon termasuk calon prewiden, karena itu akan sangat menentukan.  Sesungguhnya masyarakat kita sudha berpengalaman dalam pemilu yang demikian, hanya saja mungkin jumlah peserta pemilunya tidak sebanyak kali ini.

Saat ini masing masing calon pasti  memikirkan bagaimana caranya mendapatkan dukungan suara yang sebanyk banyaknya sehingga  dia akan melenggang  ke kursi dewan. Pada masa yang lalu masih terdengar  istilah serangan fajar yang dilakukan oleh sebagian para calon, namun saat ini KPK sdang   sigap sigapnya untuk menangkap praktek yang demikian. Bukrinya sebelum hari serangan fajar saja sudah ada pihak yang ditanggkap karena diduga menyeiapkan serangan fajar dengan uangg miliyaran rupiah yang sudha dimasukkan ke dalam amplop yang siap untuk disebarkan kepada masyarakat.

Nah, bagi yang sudah terbiasa menggunakan cara dmeikian, saat ini mungkin juga akan berpikir keras bagaimana agar serangan fajar tersebut tetap berjalan tetapi tetap aman. Kita yakin bahwa mereka yang sudah terbiasa melakukan cara tersebut pasti akan mengulanginya lagi, dan celakanya masyarakat juga masih menunggunya. Mereka tentu akan berpikir kalau tidak melakukannya, pasti dia tidak akan mendapatkan dukungan masyarakat, tetapi jika melakukannya resikonya ialah ditangkap KPK, maka mereka harus berpikir kersa untuk menghindar dari tangkapan KPK tetapi masih tetap menjalankan praktek serangan fajar tersebut.

Entahlah kita juga tidak tahu secara Persia, karena tenryata  masih banyak diantara para anggota dewan yang tidak mempraktekkan cara yang dmeikian, dan mereka juga tetap mendapatkan dukungan  masyarakat. Alangkah indahnya negeri ini jika sleuruh anggota dewan  itu melangkah menjadi anggota dewan dengan   bersih tanpa harus mengeluarkan uang yang tidak bermanfaat. Mereka tanutunya akan dapat bekerja dnegan baik dan tetap ingat kepada komitmennya untuk mensejahterakan rakyat, untuk menyampaikan keingian rayat dan untuk menciptakan keadilan dalam semua aspek kehidupan.

Mungkin smeua orang juga menduga hal yang relative sama bahwa untuk mendapatkan posisi sebagai wakil rakyat ongkosnya terlalu mahal, bahkan ada yang terpaksa harus mengutang, ada sebagiannya yang terpaksa harus menjaual barang milik yang sangat berharga, bahkan ada yang harus menjual tanah warisan orang tua dan lainnya. Semua itu dipertaruhkan demi jabatan sebagai wakil rakyat. Sehngga ketika kemudian pada kenyataannya mereka tidak jadi,  akan banyak muncul persoalan.

Sebagiannya akan emnarik bantuan yang sduah diberikan, sebagiannya lagi  terpaksa harus stress dan terpaksa menghuni rumah sakit jiwa, dan sebagiannya tentu akan menyesali  pwerbuatan yang sudah dilakukan. Namuns ebagaimana  ungkapan yang lazim bahwa  menyesal setelah keajdian itu tidak ada gunanya, karena semua sudha terlanjur terjadi  dan tidak dapat diputra membalik ulang. Untuk itu sebelum semuanya  terjadi memang sebaiknya dipikir terlebih dahulu.

Banyak ragam yang dilakukan oleh mereka yang bertaruh dnegan jabatan yang sulit diprediksi tersebut, tetapi seluruhnya dapat dikembalikan kepada sebuah kondisi penyesalan dan ratapan. Kondisi dmeikian kalau diterus teruskan akan dapat emmpengaruhi jiwa mereka dan akhirnya mereka akan menjadi stress dan  bahkan gila. Kita berharap smeua tidak banyak yang mengalami nasib buruk speeti itu, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.