AKREDITASI

Bagi perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dapat dipastikan akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dalam bidang  akademik, dan juga layanannya. Nah, untuk mengukur seberapa kualitas yang sudah dicapai oleh sebuah perguruan tinggi tentu akan snagat bervariasi dan sangat relative, untuk itu kemudian ada badan akreditasi perguruan tinggi nasional yang memberikan penilaian terhadap kondisi perguruan  tinggi dalam semua aspeknya, sehingga dengan melihat hasil dan nilai akreditasi sebuah perguruan tinggi, orang akan dengan cepat mendapatkan informasi seputar kondisi  perguran tinggi tersebut.

Meskipun dmeikian karena usia aikreditasi etrsebut selama lima tahun, ada kemungkinan bahwa  kondisi yang  ada  belum tentu masih sama dengan kondisi saat mendapatkan penilaian dari BAN PT, bisa saja menjadi semakin membaik, tetapi dapat juga sebaliknya menjadi semakin memburuk. Namun biasanya jika perguruan tinggi tersebut sudah mendapatkan nilai baik, akan selalu ditingkatkan kualitasnya  dan biasanya juga akan semakin membaik. Namun sekali lagi ukuran yang dibuat oleh BAN PT juga tidak lepas dari kritik dan kekurangan sehingga diperlukan adanya perbaikan demi perbaikan.

Saat ini BAN PT sudah melakukan  usaha untuk memperbaikinya,  terutama melalui kriteria atau standar yang dahulu  berjumlah 7 standar dan sekarang sudah diberikan tambahan menjadi Sembilan standar. Meskipun dmeikian sesungguhnya dua tambahannya hanya merupakan penjabaran dari stanadar yang sudah ada sebelumnya  dan memberikan penekanan saja.  Orientasinya juga ada perubahan yang sekarang ini akan lebih menitik beratkan kepada out came ketimbang proses  yang dijalani.

Persoalan publikasi ilmiah juga mendapatkan penekanan dan penilaian yang lebih ketimbang sebelumnya, sehingga kalau dilihat secara menyeluruh tentu standar yang saat ini akan lebih berat dan rumit ketimbang sebelumnya. Tentu hal tersebut menjadi amat wajar kaena peningkatan mutu dari standar yang ditetapkan sudah semestainya menjadi semakin ketat dan mencakup banyak hal, termasuk pertimbangan  nilai akreditasi  yang dicapai oleh program studi. Disamping itu bagi sebuah perguruan tinggi yang prodinya tidak sampai lebih dari 50% mendapatkan nilai A, maka untuk  perguruan tingginya  tidak akan dapat mencapai nilai unggul.

Saat ini BAN PT masih menyelesaikan usulan penilaian akreditasi dnegan tujuh standar yang belum habis, dan  untuk submit usulan reakreditasi dnegan menggunakan Sembilan standar sudah mulai dibuka, meskipun belum banyak perguruan tinggi yang sudah emndapatkan sosialisasi. Untuk itu perguruan tinggi yang segera akan melakukan reakreditasi sebaiknya  mendapatkan  penjelasan seperlunya terlebih dahulu sebelum menyusun borangnya. Ini menjadi snabat penting, jangan sampai apa yang disusun nantinya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh BAN PT sehingga harus kerja dua kali.

Masing masing perguruan tinggi, terutama yang peduli terhadap akreditasi dengan  standar yang baru tersebut sudah pasti akan mengikuti penjelasan yang dilakukan oleh BAN PT dan mungkin juga kementerian karena bagaimana pun kementerian juga  ikut bertanggung jawab atas kejelasan dan juga nilai yang nantinya akan diperoleh oleh perguruan tinggi. Inisiatif dari masing masing perguruan tinggi untuk mengundang BAN PT juga dapat dilakukan untuk memberikan pencerahan kepada smeua pihak yang  memang harus familier dengan standar yang baru tersebut.

Kementerian agama sendiri juga sudah berinisiatif untuk menyelenggarakan semacam  sosialisasi standar baru tersebut  dengan menggandeng  BAN PT dan para asessornya dengan harapan seluruh perguruan tinggi di dalam pembninaannya akan dapat mengetahui secara pasti tentang begaimana dan bentuk dari  standar yang diberlakukan saat ini. Bagi perguruan tinggi sudah seharusnya mengutus bagian dari LPM nya untuk mengikuti acara tersebut dan selanjutnya nanti dapat menyampaikannya kepada  banyak orang di perguruan tingginya, terutama kepada para ketua program studi.

Meskipun  bagi sebagian orang akreditasi tidak terlalu penting, namun secara umum harus dianggap penting, karena saat ini dan ke depan para user laulusan kita pasti akan melihat dan mempertanyakan status akreditasi yang dicapai oleh lembaganya. Semakin nilai akreditasinya bagus  akan semakin memudahkan para alumninya  untuk mendapatkan berbagai kesempatan. Kita lihat saja pada saat penerimaan calon PNS bweberapa waktu yang lalu, ternyata nilai akreditasi sangat menentukan.

Bayangkan saja ada alokasi PNS yang mensyaratkan nilai cum laude dari program studi  nilai akreditasinya A dan dari perguruan tinggi yang nilai akreditasinya A. dengan pemanasan yang dilakukan oleh kementerian PAN RB tersebut akhirnya kuota tersebut banyak tidak terisi, karena memang itu diperuntukkan bagi mereka yang sudah terseleksi dengan baik oleh proses yang dilalui oleh dirinya maupun oleh institusinya. Kenyataan tersbeut tentu membuat kita semua para pengelola perguruan tinggi harus berpikir keras bagaimana dapat meningkatkan nilai akreditasi yang ada, baik institusi maupun program studi.

Masyarakat saat ini juga sudah pandai untuk mempertimbangkan sata akan masuk  menjadi bagian dari mahasiswa di sbeuah perguruan tinggi. Mereka tentunya akan melihat nilai akreditasi perguruan tinggi dan juga program studi yang akan dimasukinya. Selama masih ada kesempatan untuk bergabung dnegan prodi dan institusi yang bernilai A dalam akreditasinya, maka merwka tentunya akan lebih emmilih dan mendahulukannya ketimbang  yang mendapatkan nilai di bawahnya.

Apalagi jika nantinya masyarakat sudah sadar dengan  akibat yang akan diterima mereka terkait dengan nilai akreditasi tersebut, pastinya mereka akin memburu perguruan tinggi yang berkualitas saja. Dan pada saatnya nanti untuk pembiayaan perkuliahan sudah tidak lagi menjadi pertimbangan. Karena itu semua pengelola pendidikan memang harus bangkit dan serius dalam mengelola lembaganya agar standar yang sudha ditetapkan  akan duipenuhi, bahkan kalau mampu akan dilampaui.

Sebuah perguruan tinggi memang diperbolehkan menambah kriteria tersendiri sebagai tambahan kriteria dan standar yang sudah ditetapkan oleh kementerian dan juga  BAN PT, karena tambahan kriteria tersbeut akan emmberikan nilai tambah tersendiri bagi perguruan tinggi terutama dalam penilaian masyarakat pengguna. Jika kriteia tersebut kemudian mampu memberikan  tambahan  skaill dan kemampuan dalam  penguasaan tertentu, maka sudah pasti akan menambah kemudahn bagi alumninya untuk mendapatkan aa yang diinginkan, sepertyi pekerjaan dan lainnya.

Kita pastinya juga tahu bahwa  masyarakat saat ini semakin cerdas dan maju dalam cara berpikirnya sehingga jika perguruan tinggi tidak mampu mengikuti keinginan masyarakat tersebut, maka  bisa jadi justru akan ditinggalkan oleh mereka.  Karena itu tidak ada cara lain yang harus kita kerjakan ialah bagaimana kita terus berusaha untuk meningkatkan  kualitas dan layanan  kepada masyarakat  sehingga membuat mereka terpuaskan dengan apa yang dapat kita berikan.

Sesungguhnya yang melaksanakan akreditasi itu bukan  kampus saja atau muyngkin hanya dunia pendidikan saja, melainkan hamper semua  hal yang menginginkan kebaikan, pastinya akan  mengadakan akeditasi sebagai  ukuran untuk kebaikan dan atau keburukannya. Rumah sakit yang melayani banyak orang yang membutuhkan kesehatan juga diperlukan akreditasi agar masyarakat juga dapat menilai kelayakan nya untuk dituju dan sekaligus berharap banyak kepadanya. Semoga kita memang dapat memanfaatkan kondisi yang ada, yakni mengikuti apapun yang terkait dengan akreditasi tersebut untuk kejayaan  institusi kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.