PILPRES DAMAI BISAKAH?

Harapan kita semua agar pilpres dan pemilu serentak tahun 2019 kali ini akan berjalan mulus tanpa ada dusta diantara kita rupanya sulit untuk diwujudkan. Pasalnya  persoalan hoaks yang sengaja dibuat oleh oknum dan pihak tertentu masih saja marak di sekitar kita yang meskipun sudah banyak masyarakat yang muak dngannya tetapi tentu masih ada yang mempercayainya. Apalagi persoalan yang angkat akhir akhir ini justru terkait dnegan persoalan yang snagta sensitive dan akan menimbulkan kontroversi tersendiri.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi jika kita ingin  pilpres berjalan dnegan nyaman dan jauh dari intrik dan hoak, yakni semua masyarakat harus percaya kepada penyelenggara pemilu, lalu semua pihak juga harus mampu menahan diri tyidak berkomentar terhadap  beberapa informasi yang belum jelas sumbernya, lalu juga para tokoh  cepat tanggap dan memberikan contoh jika ada  sesuatu yang dilakukan oleh pendukungnya yang ternyata  tidak layak untuk dilakukan, dan yang terpenting ialah jangan sampai ada yang mengghunakan uang sebagai  alat untuk mendapatkan dukungan dari rakyat.

Nah, persyaratan tersbeut sampai saat ini sulit untuk didapatkan, bahkan malahan sebaliknya, karena beberapa kasus yang sudah dapat disibak misterinya. Kasus OTT KPK terhadap pihak tertentu yang memaki uang sebagai  alat untuk memperoleh dukungan, yang menurut informasi banyk pihak jhal tersbeut sudha dilakukan secara rutin oleh para pihak yang memang mengandalkan uang. Lalu pernyaan hoaks yang masih marak dan menyudutkan salah sasatu pihak dan  begitu juga  sebaliknya, smeua ini tentu akan semakin menjauhkan  kita dari hasil pemilu damai sebagaimana yang kita rindukan.

Adanya informasi penemuan surat suara di luar negeri yang sudah tercoblos baik untuk pilpresnya maupun untuk pilegnya, tentu jangan dulu disebarkan, melainkan harus diperjelas dulu keberadaannya, sehingga masyarakat tidak terprovokasi yang akan meyebabkan kegaduhan.  Seua hal harus diklirkan dahulu sebelum diinformasikan kepada khalayak, baik terkait dengan kebenarannya ataupun itu hanya merupakan  perbuatan iseng dari pihak yang tidka bertanggung jawab dan lainnya.

Kartu surat suara yang dibuat oleh KPU tentu akan lain dengan yang lain. Karena itu  semuanya harus diperjelas terlebih dahulu sehingga apapun yang nanti terjadi kita akan dapat memberikan komentar atau sikap yang juga jelas, bukan hoak kemudian ditanggapi dnegan hoaks pula. Demikian juga dengan pemelintiran  pernyataan tertentu yang dianggap akan menguntungkan  pihak tertentu masih juga marak di sekitar kita, sehingga jangankan mendidik kepada masyarakat, hanya sekedar untuk tidak menciptakan keribuatn saja tidak dijalankan, lalu pertanyaannya ialah mampukah kita menciptakan pilpres yang damai?

Tentu kita masih ebrharap bahwa pilpres dan pemilu serentak nanti akan dapat berjalan  dengan baik, meskipun pasti akan ditemukan sejumlah persoalan di berbagai daerah, namun jika masyarakat dapat menikmati pelaksanaan pemilu yang lebih baik, tentu kita harus bersyukur dan mengapresiasi  semua pihak yang telah berupaya menicptakan kondisi aman dan nyaman selama pelaksanaan pemilu kali ini. Kita memang harus yakin bahwa kita akan mampu menjalaninya dengan baik dan jauh dari persoalan yang rumit untuk dipecahkan.

Seharusnya kita sebagai bangsa yang  baik  harus mampu menjawab tantangan tersebut, karena untuk pengalaman kita sudah berkali kali melakukannya, dan untuk kecerdasan kita juga suh jauh lebih bagus pengetahuan masyarakat ketimbang pemilu sebelumnya. Kalau kita mempermasalahkan tentang adanya pihak yang melanggar aturan pemilu, maka mungkin sudah menjadi suratan bahwa setiap perhelatan apapun, dapat dipastikan akan muncul persoalan dan pihak yang tidak taat terhadap aturan m,ain yang ditetapkan.

Karena itu kita memang harus saling mengingatkan dnegan cara yang baik, bukan dnegan emosi dan dengan emmbulli serta merugikan pihak lain.  Apa yang akan kita dapatkan jika calon kita memenangkan kontesttasi? Lalu apa ruginya  kalau jagonya sebelah yang memannangkannya? Mayoritas bangsa ini  adalah pemilih yang tidak ada hubungannya dengan pihak pihak yang sedang ebrkontestasi dan anehnya banyak diantara masyarakat yang kemudian mau bersusah susah hanya untuk emndapatkan sesuatu yang sama sekali tidka akan emmusaknannya.

Setiap kita emmang harus mempunyai tujuan dan keinginan, namun jika kita piker dengan jernih, maka sesungguhnya smeua calon, khususnya calon presiden  adalah putra yang terbaik yang sudah melalui proses penyeleksian  melalui jalur jalur yang ada. Jadi kita tidak perlu mengembangkan pikiran  tentang jika jago kita kalah bakalan semuanya akan runtuh atau Negara akan kolep dan lainnya. Mari berikan pendidikan  politik kepada masyarakat dnegan baik, coba ciptakan iklim yang memungkinkan masyarakat emmpunyai pengetahuan yang relative sama, bukan  malah mengompori untuk bersitegang.

Jika kita emmperhatikan visi dan misi serta program yang akan dijalankan oleh para calon, tentu kita akan mndapatkan  masukan yang  bagus. Artinya mereka semua bercita cita ingin mensejahterakan kepada masyarakat, lalu apa kekhawatiran kita kemudian? Justr7 kita harus khawatir jika dalam pemilu kali ini terjadi bentrok dan  permusuhan diantara masyarakat yang sama sekali tidask akan pernah menikmati hasil pemilu tersbeut secara langsung. Program masing masing calon menurut hemat saya cukup bagus jika dikerjakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Karena itu persoalannya sekarang ialah bagaimana caranya kita nanti dapat memantau dan  sekaligus mengoreksi presiden terpilih jika mengingkari janjinya saat kampanye dan penyampaian visi misi serta program kerjanya. Tentu kita emmpunya kmekanisme yang jelas dan diatur oleh peraturan perundsngan yang ada, sehingga ketika kiota yakins emua organ dapat berjalan dnegan baik, semuanya akan  sesuaid engan cita cita kita bersama. Tusag beratn kita ialah bagaimana kita mampu emngingatkan kepada pemimpin kita untuk mensejahterakan masyarakat dengan  maksimal.

Mungkin ada yang kemudian menilai kepada saya bahwa sauyya tidak emmpunyai pendririan, sama sekali bukan itu maksud saya, melainkan kita ingin kondisi bangsa kita semakin bagus dan dewasa sehingga dalam emnghadapi persoalan apapun akan lebih mengedepankan akal ketimbang emosi atau pertimbangan lainnya. Setia kita memang ebrhak untuk mempunyai pilihan amsing masing, tetapi bukan berarti kemudian kita  harus meyakini bahwa kalau kita kalah atau kalau jago kita kalah smeuanya akan ebrakhir, bukan, sebab kita juga mengetahui program pihak lainnya yang juga ingin menyejahterakan masyarakat.

Untuk itu kita harus mencari cara bagaimana program para caprs tersbeut dapat diwujudkan untuk kesejahteraan sleuruh masyarakat. Mungkin  inilah yang memungkinkan bagi kita untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar mereka tidak lagi mempesoalkan pilihan  pijhak lain.  Kita boleh mempercayai jago kita tetapi kalau ternyata  dia kalah, maka tidak perlu menyesalinya sedemikian rupa sehingga seolah dunia ini sudah habis, melainkan kita tetap dapat bwerharap banyak bahwa yang terpilih nanti juga akan memperjuangkan keinginan masyarakat secara umum.

Semoga ke depannya kita akan semakin dewasa dan mampu menciptakan pemilu yang aman, damai, nyaman dan mendidik serta emncerdaskan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.