PEMILU YANG DAMAI

Rasanya kita  sedikit khawatir dengan kondisi di masyarakat kita, terutama melalui media social yang  setiap hari tidak luput dari provokasi dan ujaran kebencian dan “fitnah” kepada pihak lainnya, adu domba dan sejenisnya, padahal kita smeua tahu bahwa pemilu merupakan kegiatan rutin setiapm lima tahun sekali yang seharusnyan disikapi dengan biasa saja. Masing masing pihak, termasuk mereka yang menjadi kandidat presiden dan wakilnya maupun kandidat angota legislative dan lainnya seharusnya saling menghargai dan menghormati.

Jangan sampai peristiwa lima tahunan tersebut justru akan meroebk persaudaraan yang selama ini sduah terjalin dengan cukup bagus, atau jangan sampai justru pemilu akan memisahkan persaudaraan  yang hakiki. Namun tanda tanda mengarah ke sana sudah kita  lihat, sehingga pantaslah jika kita khawatir dan harus berusaha untuk mencegahnya dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita.

Khusus parapendukung capresd dan cawapres biasanya yang justru  sangat berlebihan dalam emndukung calonnya, dan sesungguhnya itu dapat merugikan calon yang ebrsangkutan.  Coba bayangkan jika  pendukung lalu membuat fitnah kepada calon lainnya dan menyebarkan hoaks tersebut sehingga masyarakat mengetahuinya, maka kita harus yakin bahwa orang yang emmpercayai informasi etrsebut dengan yang justru malah berbalik arah, dapat dipastikan akan banyak orang yang justru tidak simpatik dengan calon yang didukung, karena cara yang digunakan justru malah emmecah belah anak bangsa.

Kita tahu bahwa calon yang maju sebagai calon tentu sudah memlaui proses panjang dan selektif, sehingga mereka dianggap yang paling baik diantara lainnya. Nah, karena itu kita bolehlah mendukung calon tertentu dengan menonjolkan prestasinya, namun jangan sampain juatru kita menjelekkan calon lainnya.  Cukuplah dengan menampilkan prestasi calonnya seniri, masyarakat akan dapat menilainya dan  justru karena itu mereka akan simpatyik dan akhirnya mendukung, karena smeua calon pasti yang terbaik, maka kita tidak usah membuat pernyataan seolah kalau yang menang kubu sebelah maka Negara kita akan hancur dan lainnya.

Kita smeua tahu bahwa penyelenggara pemilu jika mengatahui bahwa sebelah akan emmecah belah dan menghancurkan Negara nantinya, pastilah tidak akan diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakilnya.  Untuk itu sekali lagi kita harus santun dalam mencari dukungan dan tidak menyudutkan dan menjelek jelekkkan lawan.

Demikian juga dengan calon anggota legislative yang tentu masing masing akan mencari dukungan kepada masyarakat terutama di dapilnya, lalu mengapa harus memusuhi calon lainnya? Bahkan terjadi juga saling bermusuhan tersebut terjadi  sesame  anggota partai tertentu, bukan antar pasrtai karena mereka hanya ingin mendapatkan suara banyak, dan  yang lain tidak dapat suara juga tidak mengapa. Itulah prinsip mereka para calon.

Sesungguhnya masyarakat sudah sangat jenuh dengan kondisi yang terus m,enerus tidak adaa kebersamaan, masyarakat inginnya terjadi kebersamaan antara sleuruh anak bangsa, meskipun berbeda partai, berbeda keyakinan dan berbeda pilihan. Banyak  anak anak muda kita saat ini yang rishi melihat para senioranya justru bertengkar sendiri dan mereka kemudian  seprtinya tidak ingin terlibat dalam pertengkaran etrsebut dan lebih memilih netral.

Memang sungguh sangat disayangkan jika kemudiahn kenetralan mereka berubah menjadi golput atau mereka sama sekali tidak mau memilih  atau dating ke TPS untuk memberikan suaranya. Kalau netral dalam arti tidak ikutan dalam kampanye ataupun dalam pertentangan saja mungkin itu bagus namun mereka tetaop bertanggungb  jawab dan dating ke TPS untuk memberikan suaranya. Kita memang menginginkan pemilu yang damai dan tidak etrjadi pertentangan dan pertengkaran diantara sesame anak bangsa, namun  rupanya hal itu sangat sulit diwujudkan untuk saat ini.

Perang media social yang demikian marak dengan berisikan hoak dan fitnahan sungguh sangat menyesakkan dada dan mengkhawatirkan kita smeua. Mudah mudahan tidak terjadi sesuatu yang sangat burtuk dalam pemilu kali ini. Jika semua orang dapat menyikapi pemilu denagn baik dan menyerahkan seluruhnya kepada umat dan setelah itu hasilnya akan diterima apa adanya, karena untuk urusan menjadi presiden dan wakil presiden itu  takdir Allah swt. Demikian jua dengan keterpilihanmenjadi wakil rakyat juga takdir Allah, maka semuanya akan selesai dnegan baik.

Memang harus ada usaha sebelum smeuanya terjadi, semisal berkampanye dan mengajak masyarakat untuk memilihnya serta melakukan perbuatan terpuji yang akan menarik simpati masyarakat, bukan dengan cara kotor  dan menyebar uang serta lainnya, karena itu justru akan meyulitkannya sendiri dan bahkan dapat menjadikan masyarakat semakin buruk dalam perilaku serta sikapnya.

Pesta demokrasi adalah peseta kita smeua karena itu kita harus berusaha untuk menyukseskannya dan sama sekali tidak melakukan hal hal yang dapat merusak dan mencederai pemilu kita. Jika kita tidaknmempunyai kepentingan tertentu terhadap calon, maka sebaiknya kita melihat saja dan kemudian mengalisa tentang visi misi dan program kerjanya, lalu sebelum dating ke TPS kita merenung dan memutuskan untuk memilih siapa diantara para kandidat yang ada. Dengan dmeikian insy Allah meuanya akan menjadi semakin membaik.

Jika kiota menanyakan kepada seluruh masyarakat tentu mereka p[asti akan menawab bahwa  pemilu yang akan kita lakukan nanti  sebaiknya berjalan dnegan lancer dan damai serta tidak ada seatupun  masyarakat kita yang berantem karena pilihan atau karena curiga tentang sesuatu terkait dnegan pemilu. Untuk itu sejak saat ini kita harus saling mengawasi bahwa bagi pihak yang sudah ada niat untuk mengadakan serangan fajkar ( dalam istilah politik menjelang pemilu), berpikirlan  dengan tenang lalu putuskan untuk tidak melakukannya.

Bagi masyarakat banyak yang  nanti semisal ada serangan fajar yang dating ke rumah kita, sebaiknya kita tidak menerimanya dan lebih baik disarankan kalau ada uang lebih disumbangkan untuk pembangunan sarana umum saja. Kalau kita semua kompak dengan sikap etrsebut, insya Allah ke depannya tidak ada lagi calon yang ebrmain dengan serangan fajar etrsebut dan smeuanya akan berlaku fair dan hanya menunjukkan prestasi kepada masyarakat. Masyarakat kita juga tidak mau dibohongi dengan penyebaran uang saja, karena justru bagi mereka itu biasanya nantinya akan meminta balik jika memang menjadi betulan sehingga rakyatlah yang akan dirugikan.

Oleh karena itu  mari kita ciptakan pemilu yang damai karena dengan begitu kita akan mampu merasakan kebanggan  bahwa rakyat kita memang sudah dewasa dan berintegritas serta menginginkan kejujuran serta kebaikan. Kita tentu juga menyadari bahwa tidak smeua orang akan mampu berbuat baik, namun jika yang dapat egbrbuat dan mempraktekkan kebaikan itu jauh lebih banyak ketimbang yang bermental buruk, maka Negara kita pasti akan jauh lebih baik ketimbang sebelumnya.

Saat ini menjadi kewajiban kita smeua untuk selalu mengkampanyekan pemilu damai tanpa harus berpihak kepada salah satu calon tertentu, melainkan cukuplah dnegan menyampaikan akibat dengan keburukan yang umncul atau juga akibat dengan kebaikan dan kedamaian yang muncul. Berikanlah pencerahan kepada masyarakat kita dengan memilihkan  diantara yang terbaik. Dengan begitu kita sudha melakukanpendidikan kepada masyarakat tentang pemilu yang baik dan jujur serta  tidak menjdaikan pemilu sebagai arena untuk menciptakan musuh atau lawan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.