AYO SHALAT

Masih dalam suasana memperingati Isra’ dan mi’raj nabi Muhammad saw kita pasti tidak akan pernah lupa denagn perintah shalat yang secara khusus memanag diperintahkan oleh Allah langsungkepada nabi Muhammad saw tidak melalui malaikat jibril sebagaimana perintah lainnya. Dalam banyak reference bahwa kewajiban shalat itu merupakan kewajiban utama yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh setiap muslim, karena shalat itulah ibadah yang paling utama yang mampu mempengaruhi amalan lainnya.

Jika shalat seseorang itu bagus, dapat dipastikan bahwa seluruh amalannya  akan juga bagus, sebaliknya jika shalat seseorang itu buruk, maka sleuruh amalihanya juga akan terpengaruh buruk. Barangkali memang banyk orang yang kemudian hanya berkomentar bahwa irtu hanyalah teori saja, karena dalam kenyatananya banyak orang yang sudah shalat dnegan baik, namun perilakunya masih tetap buruk dan sebaliknya pada kenyataanya masih ada orang yang tidak shalat tetapi perilakunya justru malah baik.

Memang boleh saja orang berpendapat dmeikian, namun harus diingat bahwa shalat yang baik d itu tentu dijalankan dnegan berpedoman pada kaidah kebanran sebagaimana dikehendaki oleh shalat, yakni  mengetahui dan memahami apa yang diucapkan pada sata menjalankan shalat sehingga apapun yang diucapkan akan membekas dalam diri dan hatinya. Dengan begitu maka  dampak shalat erhadap kehidupan orang yang menjalaninya pasti akan selaras. Jika dalam shalat seseorang mengucapkan komitmen diri untuk menjelaskan bahwa shalat, ibadah, hidup dan matinya semuanya dipasrahkan kepada Allah swt, maka itu seharusnya membekas dalam dirinya sampai di luar shalat.

Lalu doa doa yang selalu diucapkan selama sujud,  duduk diantara kedua sujud  dan lainnya juga harusnya mempengaruhi kehidupan nyatanya di luar shalat. Karean itu jika seseornag menjalankan shalat dan merenungi apapun yang diucapkannya maka dapat diharapkan bahkan dapat dipastikan perbuatannya akan mengikuti apapun yang diucapkan dalam shalat.  Karena inilah kemudian Tuhan dengan jelas telah berfirman bahwa sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan mungkar dan keji.

Namun sebaliknya jika shalat hanya dilakukan dnegan sekdarnya saja, bahkan sama sekali tidak menghayati maksud yang diucapkannya sehingga sama sekali tidak ada dampak terhadap dirinya, maka sangat mungkin meskipun sudah menjalankan shalat  ebrtahun tahun dan amalannya masih tetap buruk dan tidak terpengaruh dengan kebaikan shalat. Barangkali  itu yang dilihat dan disimpulkan beberapa orang yang  kemudian menyatakan gbahwa shalat itu akan mampu mempengaruhi amalaiyahnya hanya  sebuah teori.

Kita juga sangat paham bahwa  shalat itu merupakan ibadah yang sangat istimewa, dilihat dari sisi perintahnya tidak seperti perintah lainnya, yakni khusus untuk perintah shalat ini dilakukan oleh Allah swt secara langsung kepada nabi Muhammad saw. Kalau menurut riwayat dari Nabi Muhammad saw bahwa shalat etrsebut nantinya merupakan amalan pertama kali yang akan dipertanggung jawabkan oleh semua hamba Allah di akhirat, itu juga merupakan tanda keistimewaan shalat.

Kemudian kita juga memahami bahwa hanya kewajiban shalatlah yang tidak  oleh ditinggalkan dnegan alasan apapun. Kita tahu bahwa perintah puasa di bulan Ramadlan  itu kewajiban, namun jika ada alasan sakit misalnya maka boleh tidak dijalankan meskipun harus menggat8inya pada saat sudah sembuh. Demikian juga jika ada alasan sdng bepergian maka boleh tidak menjalankan puasa tetapi masih harus menggantinya di hari lain. Bahkan ketika ada orang yang sudah sangat renta dan tidak mampu menjalani puasa maka cukuplah membayar fidyah saja.

Lain dnegan kewajiban shalat yang tetap harus dijalankan meskipun sedang sakit parah sekalipun.  Pokoknya  jika seseorang akalnya masih sehat, meskipun basdannya sudah hancur, tetaplah masih wajib menjalankan shalat sesuai dengan kemampuannya. Jika tidak mamp[u menjalankannya dengan ebrdiri, maka boleh dijalankan dnegan duduk, jika dengan duduk pun masih tidak mampu maka boleh dijalankan dnegan berbaring, jika masih tidak mampu juga boleh dijalankan dengan telentang dan seterusnya.

Karena itu jika kita menginginkan sleuruh amal kita menjadi baik dan selalu dibimbing oleh Allah menekuni jalan Nya yang lurus, maka tidak ada lain terkecuali kita harus memelihara shalat dan menjalankannya dengan benar. Kita harus belajar untuk bershalat dnegan khusyu’ dan mendalami serat memahami apapun yang kita ucapkan di dalamnya.  Sebab hanya dnegan memehami seluruh ucapan di dalam shalat lah kita akan mampu mengetahui apa sesungguhnya yang kita lakukan dengan shalat tersebut.

Jika kita sudah mampu memahami seluruh ucapan dalam shalat, lalu  selanjutnya ialah baaimana kita konsisten  dalam menjalankan apapun yang kita ucapkan dalam shalat untuk kita wuyjudkan dalam kehidupan nyata di luar shalat.  Dengan begitu insya Allah kita akan mendapatkan  pertolongan dari Tuhan untuk selalu berada di jalan yang lurus dan selalu  ingin sesuatu yang baik.  Denganbegitu maka sleuruh amalan kita pastinya juga akan  baik dan sesuai dnegan syariat Islam yang kita yakini.

Kalau kita sudah menyadari tentang keberadaan shalat tersebut, maka langkah selanjutnya kita harus juga menganjurkan anak anak kita untuk belajar shalat dengan benar dan selalu menjalaninya setiap waktu. Mungkin saat ini kita sudah melihat anak anak kita menjalani shalat dnegan  syarat dan rukunya yang benar semacam rakaatnya benar, namun kita belum tahu apakah anak anak kita juga sudah mendalami dan memahami apapun yang diucapkanya dalam shalat. Itulah yang perlu kita perhatikan sehingga mereka juga akan selalu berbuat kebajikan.

Kita harus tidak bosan untuk mengajak keluarga kita untuk menjal;ankan shalat, terutama untuk berjamaah, baik di masjid maupun di rumah sendiri, terutama jika masjid cukup jauh. Kita berkeinginan  agar keluarga kita bagaikan  keluarga  yang ideal dan rumah tangga kita juga bagikan surge artau setidaknya di pinggiran taman surge yang penuh dnegan kedamaian dan kenyamanan.  Shalat inilah yang kiranya mampu untuk mengubah  keluarga kita menjadi keluarga idaman sebagaimana yang selalu kita impikan.

Kita juga tidak boleh  sendirian dalam meraih kebahagiaan dan kedamaian, melainkan juga harus mengajak kepada teman dan tetangga kita, sehingga kita akan selalu berada dalam kondisi yang damai. Mari kita ajak semua kaan dan tetangga kita untuk selalu menjalani shalat dan mendalaminya dengan baik. Kita juga harus memberikan support kepada merea serat setidaknya memberikan motivasi yang baik sehingga mereka akan tertarik untuk belajar shalat dnegan baik dan benar.

Jika mereka menginginkan untuk belajar bersama, maka  itu akan jauh lebih bagus, sebab kita juga masih harus belajar dan belajar lagi, karena tentu masih banyak hal yang belum kita pahami dan ketahui sehingga dengan terus belajar dan mempraktekkan shalat etrsebut, kita akan meraih harapan  yang sudah kita canangkan. Kita sangat yakin abhwa dengan shalat yang benar tersebut akan mampu menyelamatkan jkita dari pansanya api nerakan dan mampu menempatkan kita dan seluruh keluarga  di dalam surge yang penuh dnegan kenikmatan sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah swt, smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.