MASIH ADA WAKTU UNTUK BERBENAH

Kalaupun saat ini kita mendapatkan kritikan yang begitu pedasa terasakan, dan bahkan pembullian yang sangat mematikan, namun kita masih percaya bahwa Allah swt itu tidak pernah tidur dan pasti Maha Adil dalam menentukan segala sesuatunya.  Untuk itu kita harus optimis bahwa Tuhan pasti masih emmberikan peluang kepada kita untuk berbenah dan memperbaiki kekurangan dan ketidak sempurnaan yang terasakan sampai saat ini.  Sayarat utamanya ialah kesadaran bahwa kita memang harus terus mengupayakan perbaikan di semua hal dan tidak pernah menyerah kep[ada keadaan apapun.

Kita tahu bahwa rumah besar kita kementerian agama saat ini sedang mendapatkan persoalan yang sangat hebat dan abhkan dapat menurunkan marwahnya, meskipun prestasi yang diraih sudah cukup banyak, namun biasanya keburuikan itu akan cepat membakar kebaikan yang sudah begitu banyak. Kalaupun keburukan yang dialamatkan kep[ada kita tersebut nantinya tidak terbukti sekalipun, kesan buruk masih tetap akan  tersisa dan itu sungguh merugikan kita semua. Namun sekali lagi kita tidak boleh menyerah begitu saja, melainkan harus tetap berbaik sangka bahwa suatu waktu nanti pasti akan ada kesan baik untuk kita.

Sementara kita menyadari penuh bahwa kementerian kita atau rumah kita ialah rumah yang mengurusi persoalan yang terkait dnegan agama atau moral, lalu  mengapa dapat etrjadi hal hal yang bertentangan dnegan moral etrsebut? Jawabannya tidak mudah, karena masing masing manusia itu mempunyai kecenderungan yang ebrbeda dan masing masing juga mempertanggung jawabkan perbuatan secara mandiri, sehingga ketika ada satu dua oknum yang melakukan perbuiatan melanggar hokum seharusnya tidak serta merta seluruh warga dalam institusi etrsbeut kena getahnya.

Terkadang kita ngeri juga, yakni kalau pada rumah lain jika terjadi suatu p[ersoalan hokum biasanya hanya oknumnya yang disoroti dan bukan institusinya, namun ketika di rumah kita yang nota bena seharusnya yang menjadi contoh kebaikan dan  moralitas, namun justru malah ada oknumnya yang melakukan perbuatan tidak terpuji, maka secara tidak menyadari efeknya banyak masyarakat yang menghukumi kepada rumahnya dan mungkin juga seluruh penghuninya. Jadinya seperti sangat kejam dan mematikan.

Kita sangat yakin bahwa masih sangat banyak bahkan mayorits penghuni rumah kita etrsebut yang baik dan mampu menjadikan diri mereka sebagai teladan bagi masyarakat di lingkungannya, Namun  itulah yang terjadi di sekitar masyarakat kita yang selalu saja mudah  terseret kepada pendapat umum yang berkembang dan justru malah merugikan banyak pihak. Kita harus mengakui bahwa di manapun termasuk di rumah besar kita dapat dipastikan ada oknum yang berperangai buruk dan melakukan pelanggaran terhadap aturan main yang sudah ditetapkan, namun kita juga yakin bahwa yang baik itu masih l;ebih banyak lagi.

Sayangnya juga  diantara warga kita sendiri ada juga yang berpikir pendek dan hanya menuruti hawa nafsunya saja saat  merasakan kekecewaan , lalu dengan mudahnya melakukan pembullian dan bahkan menyusun argumentasi yang tidak masuk akal, padahal itu smeua justru akan merusak reputasi institusinya atu rumahnya sendiri. Mungkin karena didasari oleh nafsu, pada saat meyampaikan tersebut dia akan mersakan kepuasan, tetapi kita snagat yakin  setelah itu dia pasti akan menyeslinya untuk selamanya.

Pasti banyak orang atau saudaranya yang masih waras yang meyayangkan pernyataannyatersebut dan bahkan balik menyerangnya  karena telah berani untuk menjelek jelekkkan rumahnya sendiri di hadapan amsyarakat umum. Sungguh sebuah tindkan yang tergesa dan hanya didasarkan kepadfa nafsu semata da bukan didasarkan akal sehat.  Keburukan pastilah ada di manapun namun kebaikan juga pasti ada, Jika kita menyadari hal etrsebut lalu juga mau secara jujur mengakui apapun tang terjadi dan secara tulus menyampaikan apa adanya, pastilah semua akan menjadi baik.

Saat ini semuanya sudah menjadi bubur dan masyarakat juga sudah mengetahuinya, meskipun masih banyak orang yang masih meragukan persoalan tersebut, tetapi kesan masyarakat awam terhadaop rumah kita sudah sedemikian buruknya. Karena itu tugas kita saat ini ialah melakukan pekerjaan dengan sebaik baiknya, pasti suatu saat akan banyak orang mengetahui yang sesungguhnya. Kalupun saat ini kita berusaha untuk menjelaskannya, pasti masih banyak yang menganggap bahwa kita terlalu apologis, karena itu biarlah saat ini kita  diamkan saja terkecuali bilamana ada yang bertanya dan kita akan menjelaskannya dengan benar.

Cukuplah kita melaksanakan tugas kita masing masing dnegan baik sambil kita selalu memohon kepada Allah swt agar diberikan  pertolongan dalam upaya memperbaiki citra rumah kita yang kita cintai bersama.Usaha maksimal yang dapat kita lakukan ya  mengerjakan tugas dengan sebaik baiknya, bukan menyerang balik kepada pihak tertentu yang justru akan semakin ganas dalam menyerang kita. Bagaimana pun kita menyadari bahwa ada orang yang buruk pwerangainya di tubuh rumah kita meskipun hanya sedikit.

Namun  kita juga harus mendisiplinkan kepada  warga kita yang emlakukan penyelewengan terhadap sesuatu. Artinya jika kita melihat dan menjumpai ada oknum  diantara warga kita yang emlakukan kesalahan dan  menyimpang dari garis yang ditetapkan, maka kita harus berani memberikan sanksi secara bertahap. Harapannya dengan begitu ketegasan kita tersebut akan emmberikan efek baik bagi keseluruhan warga kita, dan mereka yang sduah kita kenai sanksi tentu juga akan  dapat menydari dan berlaku lebih baik.

jika smeua ini kita jalankan secara konsisten dan  tidak lagi memandang dari sudut lainnya, pasti  semakin lama akan semakin membaik dan ketaatan terhadap aturan perundangan  akan semakin jelas dan banyak.  Sementara  pelanggaran terhadap aturan dan  penyeleweangan yang dapat merugikan banyak pihak juga akan semakin berkuirang, bahkan habis karena pertimbangan sanksi atau kesadaran bersama.

Saat ini meskipun kita sudah berada di ujung kehancuran karena  kesan masyarakat yang begitu buruk atas peristiwa beberapa waktu yang lalu, namun kita harusbtetap bersemangat bahwa masih ada orang yang tetap mempercayai kita dan mencintai kita, apalagi kalau kemudian kita juga terus menunjukkan kinerja yang bagus dan menghasilkan sesuatu yang emmbanggakan. Untuk itulah kita harus tetap besemangat untuk menampilkan rumah kita sebagai rumah yang baik, penuh dnegankasih saying dan kedamaian.

Mawih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki citra rumah kita tersebut, apalagi saat ini dapat dipastikan ada sisi  positif yang sudah dijalankan oelh lembaga di rumah kita tersebut, semisal perkembangan perguruan tinggi keagamaan islam yang semakin maju dan menunjukkan para dosennya yang semakin krestif serta para mahasiswanya yang meraih prestasi dalam berbagai kesempatan dan event. Pastilah jika kita menujukkan hal hal positif masyarakat akan kembali menaruh apresiasi dan kebanggan kepada kita.

Bolehlah saat ini banyak orang yang sinis kepada kita  namun kita yakin pada saatnya nanti mereka pasti akan menaruh kagum kepada kita atas apa yang sudah kita jalankan dan raih. Semoga kita semua masih menyadari abhwa  masih banyak waktu untuk kita berbenah memperbaiki rumah kita sehingga masyarakat akan mengenal kita sebagai pihak yang berbaut kebaikan secara tulus, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.