SYIRIK

Di dalam Islam dosa syirik itu tidak terampunkan, karena Tuhan sendiri telah menitahkannya, yakni melalui firman Nya bahwa Allah itu tidak akan mengampuni  jika dimusyrikakn atau di sekutukan dnegan selain Nya , tetapi Allah akan dapat mengampuni semua dosa selain syirik tersebut. Jadi syiriik itu sebuah dosa yang sangat dahsyat dan pastinya akan emmporak porandakan semua amal yang sudha pernah dilakukannya. Pesannya ialah jangan sampai kita terjebur dalam kemusyrikan  agar kita tidak mengalami kehancuran.

Namun apakah sesungguhnya syirik itu? Ini sanagt penting untuk diketahui karena jangan sampai kita mudah untuk menuduh syirik kepada perbuatan yang sesungguhnya bukan masuk dalam kategori syirik.  Secara mudah syirik itu sebuah perbuatan yang menyekutukan Tuhan, atau menganggap ada Tuhan selain Allah. Jika dicontohkan pada zaman nabi dahulu,  maka syirik itu menyembah berhala, patung dan sejenisnya, padahal yang berhak untuk disembah itu hanyalah Allah swt. Nah tindakan menyembah patung dan berhal tersebut dinamakan sebagai syirik yang tidak termpuni tersbeut.

Lalu pertanyaannya ialah jika saat ini mungkin sudah tidak ada orang yang menyembah patung sebagaimana dahulu, lalu bagaimana dengan orang orang yang mendewakan benda seperti akik, keris dan lainnya. Apakah itu juga masuk dalam kategori syirik? Jawabannya tentu harus ditafsil karena belum tentu masuk di dalam syirik, tetapi mungkin juga masuk dalam syirik.  Artinya jika seseorang mempercayai benda benda tersebut mempunyai kekuatan mutlak dan  akan mampu menjaganya dari semua mara bahaya, maka itu merupakan bagian dari syirik, karena yang mampu menanggulangi mara bahaya ityu hanyalah Allah swt, bukan benda mati seperti itu.

Namun jika tuida mempercayainya seperti itu dan hanya  berwasilah saja, maka tidak termasuk syirik.  Wasilah itu diperbolehkan, sebagaimana ketika kita sakit lalu kita pergi ke doter untuk meminta menyembuhkan penyakit kita, ityu tidak syirik karena kita sangat yakin bahwa yang mampu menyembuhkan itu hanya Allah, sedangkan dokter itu hanya wasilah saja dan dokterpun juga masih berwasilah dengan obat tertentu.  Bukti bahwa itu hanya wasilah saja, ialah  dalam kenyataannya pasien ada yang sembuh dan ada yang tidak sembuh, meskipun diberian obat yang sama untuk penyakit yang sama.

Sama ketika ada orang sakit, lalu pergi ke seorang kiyai untuk didoakan  agar sembuh, lalu kiyai etrsbeut mendoakan dan memberikan air untuk diminum dan diusapkan pada tubuh si sakit, lalu sembuh atau sebaliknya tidak sembuh, maka itu hanyalah sebuah wasilah dan bukan syirik.  Namun harus dicaatat bahwa meminta wasilah itu seharusnya dengan orang yang diketahui mempunyai ilmu, bukan kepada dukun yang biasanya  akan menipu. Karena itu dating ke dukun untuk meminta bantuannya, itu bukan wasilah, melainkan  masih dalam kategori syirik.

Kalau dahulu pada zaman  perjuangan banyak orang yang akan maju ek medan peperangan lalau meminta disuwuk oleh para kiyai dan kemudian diberikan semacam rajah, apakah itu juga syirik? Tentu bukan, karena itu hanya wasilah saja, buktimnya ada sebagian diantara mereka yang selamat dan sebagiannya lagi gugur di medan perjuangan. Jadi kalau wasilah itu hanya berharap mendapatkan pertolongan, bukan meyakini bahwa apa yang diminta tersbeut pastyi dikabulkan, karena semuanya  ditangan Allah swt.

Dengan begitu sesungguhnya beda antara syirik dan wasilah itu hanya tipissaja, terletak kepada kepercayaan yang ada dalam diri masing masing orang, karena itu penting bagi kita untuk membekali anak anak kita dengan pemahaman yang jelas sehingga mereka tidak akan terjerumus dalam kesyirikan, bahkan merwk nantinyqa diharapkan akan mampun memberiokan pencerahan kepada umat lainnya.

Syirik itu disebut dnegan kedhaliman yang  besar karena memang  syirik itu akan mampu menghancurkan segala sesuatau yang sudha dibangund engan susah payah dan bahkan juga akan mampu merusakn diri dan pihak lain.  Pengakuan bahwa hanya Allah lah yang Maha segalanya, hartuslah dimanifestasikan secara nyata dalam ekhidupan kita, bukan hanya diucapan atau dilisan saja. Sebab jika kita masih meragukan akan kemahasa kuasaan Nya  dapat dipastikan kita akan mudah terseret dalam persoalan yang sangat sulit.

Penguatan iman dalam diri kita memang sangat perlu ditekankan, yakni hanya Allah lah yang akan menentukan segala galanya dan mampu memberikan pertolongan serta   menentukan nasib kita.  Persoalan berikutnya ialah apakah dnegan begitu kita hanya kana menyerah begitu saja dan menunggu apa yang akan kita alami, itu persoalan yang terkait dnegan sikap kita.  Jika kita sudha mendasari keimanan kita dnegan kekuatan yang mutlak ada pada Dzt Allah swt, maka persoalan kemduian ialah bagaimana sikap kita seharusnya menghadapi persoalan tersebut.

Kita tidak boleh berdiam diri menunggu nasib, melainkan kita harus tetap berusaha untuk berikhtiyar mencapa  apapun yang kita inginkan. Jangan lipa kita harus selalu memohon  pertolongan kepada Allah, namun kalau kemudian hasil akhirnya  sudah ditentukan oleh Nya, kitan harus mampu menyikapi dengan bijak, yakni kita  tidak boleh menghujat Allah atau  sebaliknya, melainkan harus melakukan instrospeksi diri, mungkina ada kekurangan yang tidak kita sadari dan belum kita jalani, lalu kita tetap semangat untuk menambalnya.

Kembali kepada persoalan syirik tersbeut, bahwa  memang banayk pihak yang tidak mau tahu tentang perbedaan antara syirik dan wasilah tersebut sehingga semuanya dianggap syirik sehingga akan semakin menakutkan banyak orang.  Keyakinan yang dmeikian tentunya juga tidak akan menguntungkan karena diantara umat manusia tentu ada sebagiananya yang masih tetap menginginkan  ada wasilah yang dapat ditempuh dalam upaya mencari sesuatu, karena ada  rintangan yang dianggap menutupi hubungan dirinya dengan Tuhan secara langsung.

Jika kita memohon dan berdoa kepada Tuhan tentu  secara langsung juga babik, meskipun kalau ingin berwasilah juga tidak masalah, namun jika kita ingin mendapatkan  kesembuhan  sakit yang sedang diderita, maka   jika kita tidak mengetahui pengobatan, sebaiknya kita malah berwasilah agar tidak semakin parah penyakit kita, meskipun mengobati sendiri juga sah sah saja, yakni dnegan obat umum yang disarankan oleh dokter atau oleh ahli pengobatan, seperti meminum madu, atau vitamin tertentu atau dnegan makan dan minum sesuatu yang hangat dan kemudian istirtahat tidur dan lainnya.

Sekali lagi  memahami dan menguasai pengetahuan itu memang penting dan jangan dianaggap remeh, karena bermula dari situlah orang akan mendapatkan pemnghargaan dan kebahagiaan atau sebaliknya akan mendapatkan cercaan dan kerugian serta kesulitan.  Karena itu berbahagialah mereka yang mampu menguasi diri dalam kaitannya dengan persoalan syirik tersebut dan juga mengarahkan keluarganya, sehingga hidupnya di dunia akna selamat, demikian juga nantinya di akhirat.

Kita tentu berharap  bahwa masyarakat juga akan cefdas dalam menyikapi hal ini sehingga mereka nantinya juga akan selamat dan bahagia yang hakiki saat meniti hidup di dunia sampai nanti dia lam akhirat, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.