BERANI TAMPIL APA ADANYA

Kehidupan manusia terkadang penuh dengan kepura puraan, penuh dengan tipuan dan bahkan juga diwarnai oleh penam[ilan yang tidak sebenarnya. Orang akan berkeinginan untuk tampil baik dengan  menyelipkan sesuatu yang membuat tampilan menjadi tampak baik dan menarik, dan itu menurut akal normal biaa biaa saja bahkan  menjadi lebih baik, ketyimbang tampil apa adanya dan  seperti sesuatu yang sangat buruk. Namun jika kita berani tampil apa adanya tanpa harus diberikan tambahan sesuatu, tentu itu akan orisinil dan lebih bagus.

Kenapa kita harus malu dengan diri sendiri, padahal smeua itu pemberian Tuhan dan kita juga tidak mampu meminta yang lebih dari apa yang sudah diberikan.  Contohnya wajah, bagi kita wajah kita ya seperti apa adanya dan kita harus tetap mensyukurinya, termasuk hidung  yang tidak mancung, watna kulita yang tidak putih dan  tinggi badan yang tidak sesuai dnegan keinginan.  Semua itu memang sudah menjadi keputuisan Tuhan, dan seharusnya kita menyikapinya dengan positif dan kemudian kita bersyukur.

Kita tidak tahu tentang apa yang dikehendaki oleh Tuhan, karena itu kita harus positif dalam bnerpikir, bukan sebaliknya kita  tidak rela dengan keputusan Tuhan.  Banyak kejadian  dimana  manusia tidak menyukai apa yang sudah ada di dalam dirinya, kemudian Tuhan merencanakan lain dan kejadian tersbeut akhirnya manusia tersebut menyesali apa yang sudah dikatakannya, karena ternyata dnegan apa yang dimiliki saat itu ternyata lebih selamat dan menyenangkan ketimbang sesuatu yang diinginkannya yang ternyata bernasig buruk.

Dalam bidang apapun seharusnya kita tetap positif dan tidak perlu minder dengan apa yang ada pada diri kita, barangkali meang apa yang ada pada diri kita terlhat banyak kekurangannya, namun yakinlah apa yang ada pada orang lain juga dmeikian.  Di dunia ini tidak ada sesuatu yang sempurna dan tidak ada pemberian Tuhan  sedikitpun yang sia sia, hanya kita sajalah yang menyikapinya dengan kurang bijak.  Untuk itu sebagai makhluk Nya yang tahu diri, seharusnya kita tetap berprasangka baik kepada Tuhan apapun yang ada pada diri kita.

Jika kita sudah berusaha dnegan maksimal untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu, tetapi belum kunjung dating juga, maka apa yang sudah ada pada diri kita itulah yang memang menjadi hak dan perlu kita tunjukkan kepada siapapun, jadi kta tidak perlu malu dengan keterbataan kita, karena kita sudah berusaha dengan gigih.  TIdak perlu malu dengan kondisi apa adanya pada  kita, sebab dengan keberanian kita untuk menampilkan apa adanya maka dunia akan mengenal kita dengan  baik dan  tidak akan salah menilai.

Mungkin kita akan mampu untuk mengelabuhi pihak lain dnegan memoles sedikit apa yang kita punya, tetapi tentu hati kita tidak akan merasakan kepuasan karena  apa yang kita tampilkan tidak sebenarnya dan hanya kepalsuan semata.  Kita seharusnya mampu untuk belajar dnegan mereka yang percaya diri dengan kemampuan yang ada dan terus berusaha untuk menampilkannya  sedemikian rupa sehingga orang lain mengenal kita apa adanya dan  tidak akan pernah tertipu dnegan penampilan kita yang kita buat buat.

Penampilan apa adanya tersebut sesungguhnya identic dengan kejujuran, dan kita juga yakin bahwa jujur itu merupakan sifat kenabian yang harus kita adopsi dan kita praktekkan dalam kehidupan nyata kita sehari hari. Tanpa sifat jujur, kita akan selalu mengalami kejadian yang menyakitkan, bukan saja kalau kita tidak diperlakukan jujur, tetapi juga ketika kita tidak berlalu jujur kepada pihak lain.  Karena itu benar jika KPK kemudian membuat semacam pernyataan bahwa jujur itu hebat, karena kejujuran itu memang akan menghasilkan  sosok yang hebat.

Namun tentu segala sesuatunya ada pengecualiannya, termasuk dalam hal penampilan tersebut, yakni jika kita dihadapkan kepada kenyataan bahwa jika orang tua kita begitu menginginkan kita hidup bahagia, tetapi dalam kenyataan keseharian kita memang pas pasan bahkan mungkin malah kekurangan. Nah, persoalannya jika kita menampilkan apa adanya kepada orang tua, maka mereka pasti akan menjadi sangat sedih dan  itu akan semakin membuat diri kita  ikut sedih, padahal selama ini kesedihan dan kemiskinan sudah dapat kita tangkal denfgan  kesabaran.

Karena itu dalam kondisi yang demikian, akan jauh lebih baik jika kita membuat penampilan lebih baik sedikit sehingga akan membuat orang tua senang dan bangga dengan keberadaan kita.  Biarlan kita saja yang menanggung kesedihan karena persoalan materi, asalkan orang tua menjadi senang dan bangga.  Pantang bagi kita untuk mereportkan orang tua, apa lagi jika kita selalu meminta kepada mereka tentang sesuatu, yang meskipun mereka mampu memberikannya, tentu mereka akan terus bersedih menyaksikan anaknya tidak mampu mandiri dan masih  mengandalkan orang tua.

Akan tetapi selain kasus tersebut, meskipun ada tujuan untuk meyenangkan pihak lain, yang bukan orang tuanya sendiri, tentu masih berlalu lebih baik menampakkan kejujuran atau apa adanya tentang diri kita, karena itu akan lebih menyelamatkan dan tidak akan merugikan diri dan orang lain. Bagaimanapun apa adanya atau kejujuran itu jauh lebih baik ketimbang harus tidak jujur kepada diri dan orang lain.  Siapapun pasti akan  menyetujui jika  orang jujur itu akan jauh lebih puas dan tidak memikir yang lebih lagi dari penampilannya, ketimbang harus berpura pura yang pasti akan berpikir ulang jika ketahuan pihak lain.

Sayangnya memang masih banyak pihak yang tidak berani tampil apa adanya sesuai dengan ondisi riil nya, terutama mereka yang diaali dengan  melakukan usaha hingga ke luar kota  dan kemudian ingin kembali atau sekedar megunjungi keluarga di kampong, pastinya ingin tempil beda dan menampakkan seolah berhasil dan hidup dnegan penuh kebahagiaan, bahkan bergelimang dengan harta. Lalu dapatndipastikan dia akan menyulap dirinya menjadi sosok yang berbda meskipun harus melakukan  gambling dengan utang  atau dengan menyewa mobil hanya sekdar untuk ditunjukkan kepada para keluarga dan tetangganya.

Itulah yang umum dilakukan oleh mereka yang merantau ke Jakarta, meskipun kerjanya hanya sekdar buruh bangunan atau hanya  memungut sampah dan sejenisnya, tetapi jika waktunya mudik dating, mereka berani menyewa mobil dan pulang dnegan membawa oleh oleh yang cukup banyak. Namun biasany setelah hari raya usai mereka akan berpikir keras bagaimana membayar sewa mobil dan juga  memulai usaha kembali dnegan modal yang sudah habis digunakan untuk hari raya.

Karena itu sekali lagi bagaimanapun kondisi yang kita alami dan bruknya penampilan kita, tetaplah kita harus menampakkan  diri kita apa adanya agar kita tidak diburu oleh kekurangan sendiri dan ditambah dnegan kekonyolan kita dalam menyulap diri menjadi sesuatu yang lain. Pengakuan yang jujur terhadap siapapun dan  menampilkan apa adanya itu pastinya akan jauh lebih memuaskan, meskipun mungkin ada yang merasa minder dengan kejujuran tersebut, namun jika kita sudah bulat untuk itu, maka smeuanya akan berjalan dnegan baik.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.