GELAR DOKTOR KEHORMATAN

Selasa 26 Maret 2019 Universitas Islam Negeri Walisongo memberikan gelar  doctor kehormatan kepada KH Husein Muhammad, seorang ulama dan ahli tafsir gender yang keilmuannya sudah diakui, tidak saja di dalam negeri, melainkan juga hingga manca Negara. Beruntung kepada UIN Walisongo karena dapat berkontribusi memberikan gelar kehormatan kepada beliau, semata mata karena  keilmuannya, dan sama sekli tidak ada kepentingan lainnya, sebagaimana  banyak terjadi di lain tempat.

Artinya banyak diantara perguruan tinggi yang memberikan gelar kehormatan etrsebut kepada tokoh politik yang sedang moncer, sehingga kalaupun  pemberian gelar tersebut memang benar benar dikarenakan kapasitas keilmuannya, tetapi masyarakat pasti akan mengira bahwa  penyebabnya bukan karena ilmunya melainkan karena kedudukannya, sehinggaperguruan tinggi yang meberikan gelar kehormatan akan mendapatkan keuntungan juga.  Namun untuk  KH Husein Muhammad  ini sama sekali tidak ada yang mengasumsikan demikian.

Kita meyakini bahwa terkadang juga muncul kontroversi tentang pemahaman dan pikirannya, karena beliau memang pe,bela kepentingan gender dan  dalam setiap tulisannya dapat dipastikan akan  mengarah ke sana.  Dengan dmeikian masih banyak dikalangan kita yang belum mampu menyesuaikan diri sdengan pemikiran demikian dan akhirnya menyulut perbedaan yang terkadang sangat tajam. Namun tidak mengapa karena  dunia akademik tidak akan terganggu oleh perbedaan pandangan tersebut.

Sesungguhnya kita dapat memahami pemikiran beliau yang dmeikian karena  sejatinya kedatangan Islam ke dunia ini salah satunya ialah untuk mengembalikan dan menempatkan martabat perempuan sebagaimana mestinya, karena pada saat sebelum Nabi dating, kondisi perempuan di Arab sungguh sangat memperihatinkan. Mereka bahkan tega untuk mengubur anak perempuan hidup hidup, karena mereka merasa aib jika mempunyai akan perempuan tersebut, sehingga seolah mereka tidak ada harganya.

Kondisi yang demikian itulah yang kemudian Islam mengembalikan keudukan  dan martabat perempuan  agar  sederajat dengan kaum laki laki dalam kaitannya dengan anyak hal. Kita memang menyadari  bahwa laki laki dan perempuan tersebut memang beda dan terkadang dalam beberapa aspek juga harus dibedakan, namun secara umum kaum peerempuan juga makhluik Tuhan yang mempuntyai hal hidup dan melakukan banyak aktifitas untuk menunjukkan eksistensinya.

Mereka juga diberikan bekal akal pikiran, sehingga itu tentu juga dimaksudkan untuk dijadikan bekal diri mereka dalam upaya  untuk mengembangkan diri mereka dan sekaligus juga memberian kontribusi nyata kepada  masyarakat dan dunia pada umumnya.  Lantas bagaimana mungkin mereka dapat melakukan peran yang dmeikian kalau tidak diberikan kesempatan dan bahkan harus dimatikan sebelum mereka berkembang?

Pada saat mereka diberikan kesempatan untuk berkembang dan berkarya, ternyata sebagiannya ada yang dapat melebihi kaum laki laki, dan itu harus diakui karena dalam kenyatannya memang demikian. Artinya pada saat ini sudah cukup banyak peran perempuan dalam kehidupan di ranah public dan bahkan mereka mampu menunjukkan kemampuannya  sebagimana yang dikehendaki oleh manusia pada umumnya.  Untuk itu tidak patut kiranya kita masih mengekang mereka dan menempatkan mereka sebagai makhluk domistik yang tidak manusiawi.

Kalaupun saat ini  masih ada  pihak yang menempatkan posisi perempuan sebagai kawan belakang, akan tetapi secara berangsur sudah mulai ada kemajuan, dan itu merupakan sebuah proses yang normal, karena pada akhirnya nanti pasti akan  sesuai dengan keinginan banyak orang. Bahkan kitab suci kita yang masih menyisakan  pandangan yang secara lahir membedakan antara kaum laki laki dan perempuan pun seharusnya  dapat ditangkap spiritnya sehingga sangat mungkin untuk dilakukan penyesuaian.

Kalau dalam ranah individual  terkait dengan kebutuhan pribadi, semacam ibadah kepada Tuhan, antara laki laki dan perempuan pastinya  mempunyai hak yang sama, karena Tuhan pasti hanya akan membalas perbuatan kebaikan  masing masing pihak, bukan dilihat dari sisi jenis kelaminnya. Semisal kewajibab menjalankan shalat, antara laki laki dan perempuan tentu mempunyai hak yang sama sehingga masing masing memang harus berusha untuk menjalankannya dengan sebaik baiknya, termasuk melalui jamaah.

Demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah public, sesungguhnya mereka sama sama mempunyai hak, akan tetapi tergantung masing masing orang. Artinya jika  dalam sebuah rumah tangga ada kesepakatan  antara suami isteri untuk membagi tugas, maka itu tidak salah dan akan menjadi baik jika dijalankan dengan konsisten dan tidak merugikan pihak lainnya.  Semisal ada yang berada di ranah public untuk bekerja mencari nafkah, dan yang lain untuk urusan rumah tangga dan lainnya.

Tafsir terhadap ayat ayat suci tentu akan lebih kuat jika diberikan landasan yang kuat dalam mengembangkan gagasan dan pemahamannya. Nah, salah satu yang dikembangkan oleh KH Husein Muhammad adalah sebagaimana tersebut, yakni bahwa fungsi kedatangan isl;am itu sendiri ke dunia salah satunya untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan, oleh karena itu penafsiran selanjutnya seharusnya juga tidak boleh mengekang kaum perempuan etrsebut sehingga mereka akan menjadi kerdil dan tidak mampu emngembangkan dirinya menjadi sosok yang bermanfaat bagi masyarakat.

Justru dalam konsistensinya tersebut kita harus mengucpkan salut dan memberikan apresiasi tinggi kepada beliau, terlepas adanya pendapata yang menolak dan kontroversi.  Dalam dunia akademik sesungguhnya perbedaan pendapat dan pemahaman itu merupakan hal yang sangat wajar dan tidak buruk, asalkan masing masing emmpunyai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. Bahkan  kalau  di panggung akademik lalu tidak pernah muncul perbedaan pemahaman justru harus dicurigai, jangan jangan ada kejumudan dalam berpikir atau ada kesalahan dalam proses pemahaman  teks teks suci dan lainnya.

Bagi UIn Walisongo Semarang tentu pemberian gelar kehormatan tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian  institusi ini dalam memberikan apresiasi keilmuan masyarakat. K depan UIn masih akan berkiprah lebih banyak lagi dalam menangkap dan kemudian memberikan gelar kehormatan kepada para tokoh yang mumpuni dan pantas untuk diberikan. Sudah barang tentu harus melalui seleksi yang sangat ketat dan dibahas secara  serius di senat akademik terlebih dahulu sebelum segala sesuatunya diproses.

Sesungguhnya  saat ini sudah ada tokoh tokoh yang pantas untuk diberikan gelar kehormatan tersebut, mengingat peran dan ilmuanya yang demikian diakui oleh masyarakat banyak dalam bidang tertentu.  Sudah barang pasti untuk mengarah ke sana harus ada pihak tertentu yang memberikan usulan kepada universitas, yang kemudian akan diajukan kepada senat akademik jika memenuhi persyaratannya. Kita berharap  kemdian hari kita akan tetap kokoh dalam memegang  ketentuan yang selama ini sudah dikuatkan oleh semua civitas akademika UIn Walisongo.

Kita sangat yakin jika kita konsisten memegang ketentuan tersbeut, kita  akan semakin mendapatkan pengakuan dan diapresiasi oleh banyak pihak.  Ke depan kita masih banyak pekerjaan yang menunggu, karena itu konsuistensi kita perlu pertahankan dan bahkan terus kita pupuk dengan  banyak kegiatan bermanfaat, sehingga kita memang benar benar  nyata memberikan kontribusi bagi bangsa ini. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.