PENIPUAN

Sejak zaman dahulu yang namanya penipuan it uterus ada dan akan terus berlangsung meskipun kita terus berusaha memberantasnya, karena itu mungkin sudah menjadi bunga dunia. Alasanya mungkin juga bervariasi dengan berusaha membenarkan diri walaupuntentu tidak dapat dibenarkan sema sekali.  Kalu pada zaman dahulu menipu itu biasanya untuk mengakali dan mendapatkan keuntungan diri dengan merugikan pihak lain seperti  menjanjikan sesuatu keuntungan besar dengan berinvestai  yang dijalankannya lalu ternyata semua  uang dibawa lari.

Demikian juga ada penipu untuk mengelabuhi pihak lain dnegan meyakinkan bahwa dia itu orang baik dan  akan menikahi seseorang, namun ternyata setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, lalu meninggalkannya dengan mudah  dan kemudian sama sekali tidak pernah nongol kembali, atau berpura pura berlaku baik dan awalnya sangat  terpercaya, lalu setelah  ada kesempatan dan  kepercayaannya tersebut  kemudian dia gunakan untuk melarikan barang milik orang lain, semacam motor atau bahkan mobil.

Terlalu banyaklah penipuan yang dilakukan oleh banyak orang yang intinya ialah bagaimana dia memperoleh keuntungan dnegan membuat orang lain merasa rugi, baik rugi harta, martabat maupun rugi aspek lainnya.  Baru baru ini  ada pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab menipu kepada masyarakat, yakni dengan membuat makanan, semacam bakso misalnya yang dibuat dari dagimng  tikus, namun kemudian dibungkus dengan tulisan daging sapi asli. Namun sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, dan peniupu tersebut akhirnya diketahui pada saat bakso yang akan di konsumsi tersebut rambutnya dan setelah diteliiti ternyata rambut tikus.

Sesungguhnya perbuatan menipu itu sudah dilakukan oleh banyak orang dan mereka seolah tidak merasa bersalah,  terutama jika penipuan tersebut tidak berkaitan dengan pihak lain dalam perkiraannya, seperti memalsukan umur pada saat akan menikah atau akan memulai sesuatu yang mensyaratkan umur tertentu. Memalsukan surat untuk tujuan tertentu atau memalsukan   alamat dan lainnya. Nah, dimulai dari hal hal yang dmeikian yang dianggap tidak berdosa tersebut, pada khirnya mereka kemudian berani melakukannya terhadap hal hal penting yang dapat merugikan pihak lain.

Padahal secara tegas agama kita Islam melarang dan menghukumi haram terhadap semua penipuan tersebut, bahkan dalam salah satu ayatnya  saat terkait dnegan sikap orang orang  munafiq, Allah swt menyatakan bahwa mereka mengira  dapat menipu kepada Allah swt, tetapi dalam kenyatannya Allahlah yang akan menipu kepada mereka, tetapi mereka sama sekali tidak menyadarinya. Bagimanapun tindakan menipu adalah tindakan yang sama sekali tidak ada kebaikannya dan dapat dipastikan akan merugikan pihak lain, apapun jenis penipuannya tersebut. Karena itu sebagai umat muslim harus tetap menjauhinya dan membrantasnya.

Mungkin setiap orang pernah merasakan sakitnya  ditipu, tetapi mungkin juga ada  yang belum pernah merasakannya. Bagi kita yang pernah ditipu tentu akan dapat merasakan betapa sakitnya saat ditipu tersebut, bukan semata karena nilai harta yang mungkin dipertimbangkannya, melainkan dari sisi lainnya yang terkadang lebih menyakitkan ketimbang sekdar kehilangan harta.

Ada banyak perasaan yang kemudian mengganjal pada diri kita, seperti kalau kita dirtipu berate yang menipu menganggap dan memosisikan kita sebagai orang bodoh yang dengan mudah dalat dikibuli. Kita sendieri juga akhirnya menyadari bahwa kenapa kita dapat dnegan mudah ditipu, sehingga kita merasakan betapa  naifnya kita atau mungkin kita termasuk orang orang yang sangat lemah dan mudah diperdaya. Dengan kesadaran etrsebut akhirnya kita juga  berkesimpulan bahwa  tenryata apa yang sudah kita jalani semala ini hanyalah sesuatu yang sia sia belaka karena ternyata kita ini bodoh.

Tentu masih banyak perasaan lainnya yang menyalahkan diri sendiri, penyesalan dan juga merasa berdosa serta mungkin juga ada perasaan dendam kepada si penipu dan lainnya. Karena itu sekali lagi  perbuatan menipu tersebut memang harus diperngi dan sekaligus juga dijauhkan dari keluarga kita.  Caranya tentu dengan selalu meberikan nasehat dan keteladanan dalam diri kita serta  memberikan gambaran yang nyata bahwa menipu tersebut akan menyengsarakan pihak lain dan tidak patut dilakukan oleh mereka yang mempunyai akal waras.

Dalam kehidupan yang sangat tertib sekalipun penipuan akan dapat berkembang dnegan subur, karena sebelum  perbuatan tersebut dilakukan, ada banyak alasan untuk mebenarkannya, bahkan ungkin kalau sudah dilakukan pun terkadang masih ada yang berusaha untuk membenarkannya dengan mnecari banyak alasan. Bahkan orang orang terkenal dan  sudah sangat kaya sekalipun juga banyak yang tersangkut dengan eprsoalan penipuan tersebut. Kita dahulu juga dikejutkan dengan penipuan yang dilakukan oleh artis tenar yang ternyata telah menipu ratusan juga rupiah kepada seorang pengusaha.

Hal yang paling sering terjadi  terkait kejadian penipuan ialah tentang penipuan terhadap perempuan yang biasanya dijanjikan untuk diniakhi agar permpuan etrsbeut meu menyerahkan kehormatannya atau mau menyerahkan kekayaannya dan lainnya. Namun sebagaimana biasanya setelah semua yang diinginkan tersbeut didapatkan, lalu dnegan teratur dia mundur dan meninggalkan  perempuan etrsebut menangisi nasibnya yang malang dan mungkin juga ternoda. Tetapi sudah tidak dapat berbuat apa apa.

Syukur kalau masih mempunyai bukti kejahatan pihak yang menipu tersebut, dia masih dapat melaporkan penipuan tersebut kepada polisi, tetapi  apa yang sudah direnggut oleh penipu tersbeut tetap saja tidak akan kembali, baik harta maupun lebih lebih kehormatannya.  Penyesalan biasanya memang datangnya terlambat dan pada saat  sedang  berada dalam kondisi mabuk semuanya  tidak dirakan dan hanya kesenangan saja yang diingat sehingga biasnya kemudian sakitnya itu berlipat ganda saat menyadarinya.

Karena itu disankan kepada smeua agar tetap waspada dan berhati hati serta tidak mudah emmpercayai pihak lain, apalagi kalau pihak lain tersbeut belum kita kenal secara baik. Kita memang tidak boleh curiga dan buruk sangka kepada siapapun, tetapi kalau waspada tentu harus sehingga kita tidak akan kena rugia dan kena tipu. Jika ada orang yang baru kita kenal lalu meminta macam, macam, maka kenalilah bahwa itu merupakan sebuah usaha untuk menipu meskipun kita tidak boleh terus terang mengatakannya.

Dengan begitu kita kemudian dapat menerima dan memahami  jika suatu ketika  kita dikejutkan oleh penipuan yang dilakukan oleh orang yang sangat terhormat atau dihormati oleh kebanyakan orang.  Artinya penipuan tersbut dapat saja dilakukan oleh siapapun, termasuk orang yang dianggapmsebagai dewa sekalipun karena biasanya  orang menipu itu karena ada desakan yang tidak mampu dibendungnya. Namun jika  orang tersebut sudah terbiasa berbuat kebajikan dan tidak menyembunyikan apapun di hadapan umat, maka rasanya tidak akan tega melakukan penipuan tersebut.

Mari kita memulai dari diri kita sendiri dan keluarga agar terhidnar dari menipu dan kena tipu. Crtanya tentu kita harus tetap waspada  dan selalu menjalani kehidupan ini dnegan runtut dan juga selalu mempermudah kepada pihak lain serta tuidka menutup jalan kebaikan bagi orang lain. Allah pasti akan meudahkan kita dan menolong kita manakala kita selalu mau menolong saudara kita yang lain, smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.