MALAIKAT IZRAIL

Siapa yang tidak kenal dengan malaikat Izarail , sosok yang memang ditugaskan khusus oleh Allah swt untuk mencabut nyawa siapapun, tidak pandang kaya atau miskin, berpangkat atau rakyat, namun seringkali dia dilupakan oleh banyak orang karena  pengaruh duniawi atau harta. Kita mengenal Izrail memang dari para kiyai dan ulama yang telah menyampaikan informs I penting tersebut, dengan harapan kita akan mampu menyiapkan diri saat menhadapi maut tersebut.

Kita memang tidak dapat berharap banyak untuk dapat meminta kelonggaran atau penundaan, karena Izrail pasti akan melaksanakan tugasnya tepat waiktu yang sudah ditentukan. Karena itu mengenalnya adalah sebuah keberuntungan asalkan kita selalu mengingatnya dan lalu berusaha untuk  mencari bekal untuk alam setelah kita meninggal nanti.  Dengan selalu mengingat keberadaan dan fungsinya, kita  tentu akan  bersemangat untuk melakukan berbagai kebajikan dan amalan yang baik sehingga  berharap nantinya akan mendpatkan kebahagiaan.

Ingat kepada Izrail itu berarti ingat kepada kematian yang pasti akan datang kepada kita atau siapapun yang saat ini masih hidup dan bernyawa, Karena itu sesungguhnya harus disyukuri ketika kita mengingat Izrail tersebut, karena itu berarti kita diingatkan oleh Allah kepada  sbeuah kondisi dimana kita nanti tidak mampu berbuat apapun dan hanya tergantung kepada amal dan persiapan kita menghadapinya. Dengan kondisi demikian mestinya kita  akan terus berusaha untuk menjalankan kebaikan dna menjauh dari keburukan dan kejahatan.

Banyak ayat alquran yang menyindir kita sebagi manusia yang selal dipenuhi oleh keinginan duniawi dan bahkan menumpuk harta hingga sampai kita masuk ke liang kubur, padahal harta yang kita cari siang dan malam tersbeut sama sekali tidak mampu menolong kita, dan hanya harta yang kita tasarrufkan secara benar saja yang akan mampu menjadikan diri kira bahagia.  Demikian juga banyak ayat alquran yang mengingatkan kepada kita agar kita  mengingat kematian karena dengan itu kita akan mampu mengendalikan nafsu dan sekligus mampu berbuat yang terbaik untuk persiapan kita di akhirat nanti.

Pada saat orang lupa dengan Izrail itu hakekatanya sedang berada dalam kondisi yang membahayakan, karena kalau kita sama sekali tidak ingat kematian, maka kita terkadang dapat terjerumus ke jurang kenistaan dan bahkan mungkin dapat menyeret kita ke kehidupan yang bertentang dengan ajaran agama  dan  dilarang oleh Allah swt.  Ketika kita selalu ingat kepada peran Izrail, kita tidak mungkin berani untuk melakukan berbagai macam hal yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan, kita tentu juga tidak akan berani  melanggar berbagai aturan yang dimaksudkan untuk menata kehidupan kita.

Kalaupun kita belum tahu dan belum pernah berjumpa dengan Izrail, namun kita harus mempercayainya karena siapapun  baik yang percaya maupun yang mengingkarinya, pada saatnya pasti akan bertemu dengannya dan saat itu kita tidak ada kesempatan lagi untuk beraslaan atau melakukan pembelaan atas ketidak percayaan kita tersebut. Karena itu  ketika kita sudah mendapatkan informasi tentang itu dan kita juga sudah mempercayainya, maka  hal yang harus kita lakukan berikutnya ialah dengan memperbaiki diri serta melakukan apaun yang bernilai dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Mungkin sebagian orang yang sudah mengenalnya meskipun hanya berdasarkan informasi saja akan berharap dia tidak akan mendekatinya sampai  pada kondis tertentu, seperti usia tua dan  sudah banyak melakukan pertaubatan dan lainnya.  Sehingga dengan harapan etrsebut, pada saat masih longgar dia sama sekali tidak melakukan perbuatan baik dan hanya mengejar harta dan kehidupan duniawi yang hanya permainan saja.

Namun  ada sebagian diantara mereka yang justru sangat merindukannya karena dia akan sangat berharap dapat meninggal dunia dalam kondisi yang lapang dan penuh dnegan  ketaatan. Meskipun usianya masih cukup mudah tetapi kalau dia selalu saja taat terhadap smeua perintah Tuhan dan menjauhi larangan Nya, pastinya dia sudah sangat siap untuk menjemput kematian etrsebut. Nah, karena itulah dia sangat ebrharap Izrail akan segera mengunjunginya, sehingga dia akan terbebas dari kehidupan duniawi yang sarat dengan kemaksiatan tersebut.

Bahkan sebagian lainnya justru menjemput sendiri kematiannya dengan cara yang sama sekali dilarang oleh tuntunan agama, disebabkan oleh persoalan duiniawi yang membeliotnya dan dia selalu menemui kegagalan dalam usahanya untuk mendapatkan kesejahteraan yang bersifat duniawi. Untuk itu kerinduan kepada Izrail atau pasrah saja atas apa yang akan dilakukan olehnya, maka harus tetap berjalan di atas rel yang benar, bukan dnegan cara melanggar atura Tuhan sendiri.

Bagi kita yang memang masih bersemangat untuk mengarungi hidup di dunia, tentu  berharap bahwa  wkatu kita bertemu dengan Izrail masih cukup lama dan kita  akan mampu menjalankan peran kita sebagai hamba Tuhan dnegan baik, yakni dnegan melakukan hal hal positif yang bermanfaat bagi diri dsn orang lain. Namun dmeikian bukan berarti kita akan menolak atau akan sedih jika ternyata Izrail datangnya lebih cepat ketimbang harapan kita, karena semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah swt.

Pengenalan kita kepada Izrail seharusnya kita jadikan sebagai alaat untuk selalu ingat kepada kebaikan semata. Artinya kita tetap saja harus berupaya mencari kesejahteraan baik  lahir maupun batin, akan tetapi pada saat kta sedang menjalani kehidupan yang terkait dengan maslah duniawi, kita tidak akan terlena dan meninggalkan kehidupan yang bersifat ukhrawi.  Artinya ketika kita sedang melakukan aktifitas terkait dengan dunia, maka kita harus dapat mengontrol diri sehingga tidak lupa dengan aspek ukhrawinya, yakni dengan mengingat kepada Izrail.

Terlalu mengingat Izrail dengan seksama dan kemudian  meninggalkan sama sekali kehidupan yang terkait dengan dunia juga tidak  bijak, karena bagaimanapun kita saat ini sedang berada di dunia yang juga harus kiota upayakan agar kita mendapatkan kebahagiaan. Jika kita selalu memfokuskan kepada masalah akhirat dan melupaan dunia, maka kehidupan kita tentu akan terasa tidak nyaman, dan mungkin juga kita tidak akan memperoleh kehidupan nyaman di dunia ini. Karena itulah kita harus menyeimbangkan hidup ini sehingga tidak cenderung ke satu aspek saja.

Allah swt juga sudah mengingatkan kepada kita agar kita menyeimbangkan antara kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Kita diminta untuk mencari kehidupan di dunia dnegan sungguh sungguhm, namun diingatkan pula agar kita tidak melupakan kehidupan dan bagian kita di akhirat dan juga kita diingatkan agar selalu berbuat baik sebagaimana Allah swt juga selalu berbuat baik kepada kita serta kita tidak berbuat kerusakan di tas dunia karena dunia ini masih akan diwarisi dan dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Pendeknya kita memang  penting untuk mengenal Izrail agar kita tetap ingat kepada kematian, akan tetapi jangan itu saja yang diingat, karena kita juga mempunyai bagian yang juga penting, yakni hidup di dunia yang juga harus kita upayakan kesejahteraannya. Semoga kita mampu mengenal Izrail dengan baik dan memenfaatkannya untuk kebaikan kita, di dunia dan juga di akhirat, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.