KEMBANGKAN UKHUWWAH WATHANIYAH

Kiranya kita semua mengetahui tentang berbagai macam persaudaraan yang diantaranya ialah persaudaraan  kebangsaan yang masing masing  tentu harus ditempatkan pada tempat yang tepat.  Kita mengenal persaudaraan keislaman, tentu harus ditempatkan pada posisi yang tepat yakni sesame umat muslim kita harus saling membantu dan mersakan penderitaan yang sedang dialami oleh saudaranya. Dengan demikian jika persaudaraan ini dikembangkan, maka setiap muslim yang mengalami kesulitan, dapat dipastikan akan muncul saudranya yang membantu untuk keluar dari kesultan tersebut.

Persaudaraan ini telah banyak docontohkan oleh generasi  awal Islam bagaimana mereka bersikap dan membantu sesame muslim lainnya yang sesang mempunyai masalah. Jngan sampai ada saudara kita sesame muslim yang kesulitan tetapi kita cuek saja dan sama sekali tidaka melakukan upa apapun, maka muslim yang demikian sesungguhnya sudha tidak mengindahkan anjuran agamanya.  Alangkah nikmat dan  nyamannya jika seluruh umat muslim menyadari hal ini dan kemudian juga secara konsisten menjalankannya.

Lalu kita juga mengenai persaudaraan kebangsaan yang juga harus ditempatkan pada tempat yang tepat.  Artinya dalam urusan kemasyarakatan dan kebangsaan  kita tidak boleh berpandangan sempot dan  melupakan  sesame warga bangsa, karena  sesungguhnya kita sudah sepakat untuk membentuk bangsa ini sebagai sebuah kesatuan meskipun terdiri dari banyak sukui, etnis, kepercayaan dan agama, namun sekali lagii untuk urusan kebangsaan dan kemasyarakatan kita harus mampu menyatu dalam mengembangkan dan meraih kesejahteraan bersama.

Sama halnya ketika bangsa ini mendapatkan kesulitan dan ancaman dari manapun datngnya, kita harus mau secara suka rela untuk  mengerahkan seluruh kekatan kita untuk membela bangsa tersebut, tanpa harus mempertimbangkan agam dan lainnya.  Untuk kesejahteraan seluruh warga bangsa kita harus mau menyatukan langkah dan kepentingan untuk kebersamaan dan sama sekali tidak boleh menyinggung masalah keprcayaan dan agama, tetapi dalam  kasus lainnya yang memang kita harus mempertimbangkan  keyakinan kita, kita pun harus me;lakukannya.

Kenyataan tersebut selayaknya sudah menjadi pemahaman bersama seluruh anak bangsa sehingga satu persoalan sudah selesai dan tidaka perlu lagi kita mengulangnya dan tidak perlu terjadi hal yang memalukan terkait dengan bela negara dan kepentingan bangsa. Bayangkan saja jika  masing maisng orang masing memegangi masalah keyakinan dalam urusannya dengan kebangsaan, maka  yakinlah tidak akan pernah terjadi kenyamanan dan hidup berbangsa dan bernegara, melainkan yang akan terjadi ialah pertentangan yang sepertinya akana abadi.

Persaudaraan tersebut juga  harus Nampak jika kita sedanag berada di sebuah negara lain dimana ada sebagian warga negara kita yang sedang mendapatkan kesulitan, maka  sebagai sesame anak bangsa kita harus membangtunya sesuai dengan kemampuan kita kita miliki. Itulah kepdulian yang mesti kita tunjukkan tanpa kita harus bertanay terlebih dahulu apakah dia seiman dnegan kita ataukah tidak.  Jadi menempatkan sesuatu pada tempatnya itu merupakan keniscayaan yang tidak boleh kita abaikan.

Lain lagi jika kita  membicarakan persuadaraan kemanusiaan, tentu kita tidak lagi akan memandang agama dan juga kebangsaan, karena  yang menjjadi pertimbangan utama ialah tentang kemanusiaan, dan ini tengu menjadi persudaraan yang tertinggi. Mungki  bagi mereka yang menerapkan ini akan disangka sebagai berkomplot dengan orang “lain” dan mungkin juga dituduh telah murtad dan sejenisnya, padahal dalam situasi tertentu dan untuk kepentingan kemanusiaan kita terkadang dituntut untuk berlaku dan bersikap yang  lebih mngedepankan sisi kemanusiaan ketimbang sisi agama ataupun kebangsaan.

Dalam kasus ada  pembantaian kepada manusia  lainnya yang dilakukan oleh sekelompk manusia  juga, maka kita tidak perlu bertanya tentang agama  orang yang dianiaya ataupun kita bertanya tentang kewarga negaraan orang tersebut, melainkan kita harus berusaha menolong mereka dari aniaya tersebut, atas nama kemanusiaan, bukan lagi kita memeprimbangkan dari sisi lainnya.  Sudah barang tentu kita masih jauh dari memahami kndisi tersebut sehingga terkadang kita membiarkan ada  kejadian memilukan yang menimpa saudara kita seama umat manusia, padahal kita  sesungguhnya mampu berbuat sesuatu.

Kembali kepada p;ersaudaraan  dengan melihat sisi warga bangsa tentu kita harus lebih jeli dengan benyaknya kasus yang menimpa  saudara kita di beberap daerah yang selalu mendapatkan perlakuan tidak senonoh, dalam kaitannya dengan upaya hidup sejahtera di negara kita sendiri.  Seharusnya  kita saling menghargai dalam peroalan  yang bersifat individual dan bersama sama dalam prsoalan kemasyarakatan dan untuk keptningan bersama. Namun  masih sering terjadi campur aduk antara kepentingan negara dan kepentingan individual sehingga kerap sekali terjadi pertentangan dan bahkan perseteruan  yang muncul di tengah masyarakat kita.

Dalam kenyataannya kita harus mengakui masih banyak diantara warga bangsa ini yang belum mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi yang berbeda. Ada sebagiannya yang berpandangan sangat fanatic dan membuta sehingga apapun yang dihadapi selalu saja dianggap sebagai sesuatu yang berbeda,  tanpa harus mebedakan suasana dan situasinya.  Dengan begitu pasti akan terjadi benturan diantara sesame anggota masyarakat, apalagi kalua ketemu sesame orang yang berpandangan sempit seperti itu. Ada sebagian diantara mereka yang memegangi bahwa dalam situasi apapun mereka harus  memegangi ajaran agamanya meskipun dalam kebersamaan menuju kesejahteraan bersama, sehingga untuk tujuan umum tersebut mereka tidak mampu untuk bersama sama dengan ya ng lain, melainkan merka akan selalu memosisikan  diri sebagai yang paling hebat dan benar.  Akibat lebih lanjutnya ialah tidak adanya kebersamaan dan keserasian dalam melakukan upaya upaya meraih kesjeahteraan bersama atau dalam upaya memajukan masyarakat dan bangsa.

Seharusnya persoalan ini menjadi  prioritas utama para pemimpin kita sehingga  mereka itu harus mendapatkan pencerahan dan penyadaran dengan harapan pembinaan kepada masyarakat secara luas akan terasa ringan.  Sementara ini selalu saja ada kendala pada saat kita ingin membersamakan mereka dalam pembangunan masyarakat, karena masih terdapat beberapa oknum yang belummampu melepaskan diri dari kungkungan pemahaman fanatic keagamaan yang sempit.  Untuk itu demi tercapainya tujuan nasional kita  memang sudah waktunya kita mensosialisasikan ukhuwah wtahaniyah ini, atau persaudaraan yang didasarkan atas  keberadaan kita sebagai bangsa, sehingga narus mau dan mampu untuk bekerja sama dan membangun bersama sama untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.  Sementara dalam bidang keuyakinan, kita tetap pada prinsip masing masing dan itu tidak akan mengganggu kebersamaan dalam bidang kemasyarakatan dan kebangsaan.

Kepeduloan kta terhadap masalah tersebut juga harus kita wujudkan dalam smeua aspek, sperti contoh jika kota menyaksikan ada  oknum yang tidak mau bekrejasama dalam membangun faerah dan masyarakatnya, kita harus berani untuk eegur dan meberikan nasehat secara baik dengan memberikan keteladanan dan contoh kongrit berapa pentingnya kebersamaan etrsebut.  Ada kemungkinan bahwa orang yang dinasehati tersebut akan  menentang, dan jika terjadi demikian  masyarakat lainnya harus juga ikut  memberikan nasehat sehingga mereka akhirnya akan tidak menentang lagi, melainkan akan mengikuti a[a yang disarankan etrsebut. Semoga kita mampu mewujudkan keinginan kita untuk memperkokoh  persuadraan atas ddasar kebangsaan tersebut sehingga kita akan semakin rigan untuk membangun masyarakat dan bangsa. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.