SETIA

Dalam berbagai hal kata setia memang sangat dibutuhkan, karena tanpa  kesetiaan, apapun akan dapat berantakan.  Dalam hal membangun rumah tangga misalnya, maka keta kesetiaan menjadi sangat menentukan masa depan rumah tangga yang dibangun. Dengan setia, maka badai apapun yang menimpa, akan tetap saja kuat dan kokoh tanpa retak sedikitpun, bahkan jika ada potensi untuk retak, maka dengan setia tersebut, akan dihindarkan terjadinya perpecahan selanjutnya.

Namun jika tanpa kesetiaan, maka ada masalah sedikit saja, pasti akan mudah pecah dan berantakan. Biasanya kalau membangun rumah tangga hanya didasarkan kepada ketampanan atau keelokan wajah, maka akan mudah untuk berubah haluan, atau kalau hanya didasarkan kepada kepemilikan harta yang banyak pun juga akan mudah pecah.  Bayangkan saja soal rupa pasti akan mudah luntur atau harta pasti juga akan ad abatasnya dan mungkin juga akan berkurang. Lalu setelah itu apa yang diharapkan lagi?

Jika karena wajah atau paras p[ertimbangannya, maka boleh jadi ketika ada pihak lain yang lebih rupawan atau lebih tampan, akan mudah juga tergoda oleh yang baru tersebut. Demikian juga jika atas dasar harta, maka jika dating pihak lain yang menawarkan lebih, maka dengan mudahnya akan dapat meninggalkan yang lama dan berpaling kepada yang baru, dan begitu seterusnya.  Untuk itu dibtuhkan kesetiaan sejak awal sehingga apapun masalah yang dihadapi atau dialami tetap saja akan terus berlangsung karena factor kesetiaan tersebut.

Bahkan kalau kesetiaan tersbeut menjadi dasarnya, maka apapun yang terjadi yang  bahkan sampai membuat perubahan mendasar kepada fisik salah satu p[ihaknya, maka  akan tetap dapat dipertahankan dan bahkan akan semakin menjadi lebih kuat kasih saying yang dibangunnya.  Sebagai missal, kalau ada pasangan suami isteri lalu mengalami kecelakaan yang salah satunya mengalami kelumpuhan, maka bukannya akan meninggalkannya begitu saja dan mencari yang lain yang lebih sehat dan kluat,melainkan justru akan lebih memeprhatikan dan merwatnya hingga mendapatkan kesembuhan.

Setioa memang mahal harganya dan bahkan tidak dapat dinilai dengqn harta, karena itu berhagialah mereka yang tetap mendasarkan  rumah tangga dengan kesetiaan dan tetap mempertahankannyasampai nyawa memisahkan mereka. Namun untuk mendapatkan kesetiaan yang dmeikian kokoh memang dibtuhkan  proses yang tidak mudah dan tidak cepat melainkan harus  mengalami berbagai  tantangan yang cukup berat hingga sampai pada tahaopan setia yang hakiki.

Bahkan ikatan  lahirnya anak dari pernikahan saja juga belum cukup untuk mendapatkan kata setia yang sesungguhnya, karena banyak pasangan hidup yang mudah berceria dan berantakan, meskopuin sudah mempunyai banyak anak.  Karena itu sekali lagi memang dibtuhkan sebuah komitmen dan pengertian bersama yang mucul dari dalam hati yang terdalam yang tidak mudah untuk dipengaruhi oleh apapun. Itu yang terkait dengan kehidupan rumha tangga antara suami isteri, belum hubungan lainnya yang ternyata cukup banyak.

Dalam hal berorganisasi juga dibutuhkan kesetiaan, karena tanpa kesetiaan  sebuah kepemimpionan terkadang juga mudah untuk pecah. Lihatlah cukup banyak organisasi yang besar, baik yang terkait dengan  social apalaggi yang terkait dnegan politik yang kemudian pecah dan melahirkan pecahan kecil dan kemudian  berhadap hadapan pada  p[eriode setelahnya.  Banyak organisasi yang karena nihilnya kesetiaan  diantara para anggota kepada pimpinannya, lalu muncul keinginan untuk memberontak atau mengkudeta atau kalau tidak berhasil lalu mendriikan sendiri dalam bentuk lain dan lainnya.

Dalam sebuah organisasi kesetiaan biasanya disebut sebagai loyalitas. Orang yang loyal kepada seseorang, dapat dipastikan dia akan melakukan apapun untuk membela dan mempertahankannya, bahkan dengan cara apapun.  Seolah seluruh  dirinya itu diwakafkan kepada orang yang disetiani. Laoyal itu dapat  melahirkan sifat  rela berkorban dan rela melakukan apapun demi orang yang disetianio tersebut, bahkan etrkadang  dapat melakukan apapun yang tidak masuk akal sekalipun.

Karena itu berbahagialah bagia mereka yang mempunyai loyalis sejati dan  berjumlah banyak, karena dapat diandalkan untuk mengurangi potensi keretakan dan perpecahan di dalam. Bahkan kalau loyalis mendeteksi  apa yang dianggap akan membahaykan kondisi organisasi, akan mampu melaporkan potensi etrsebut sehingga dapat disikapi secara lebih awal sebelum menjaid besar dan berpotensi kuat.  Sekali lagi loyalis memang sangat membantu untuk mengamankan sebuah kondisi, tetapi  adanya loyalis etrsebut juga tidak selamanya  berakhir baik. Itu disebabkan  banyak loyalis yang hanya ingin mendapatkan keuntungannya sendiri.

Banyak yang  mengalami nasib kurang bagus karena terlalu mengandalkan loyalis tersebut, padahal loyalis tersbeut hanya igin mendapatkan pujian dan sesuatu dari pimpinan, padahal apa yang dilakukan dan laporkan ternyata hanya sebuah rekayasa saja. Karean itu sebagai pimpinan sebuah organisasi harus tetap jeli meskipun ada banyakm loyalis yang  selalu  memberikan informasi kepadanya, karebna kepantingan orang terkadang akan mampu menjadikannya untuk berbuat nekat dan apapun dapat dilakukannya.

Sementara itu dalam hal berkawan dan memilih sahabat, kita juga  harus pandai dan kalau mungkin ada kesetiaan di dalamnya sehinga persahabatan etrsebut akan berlangsung lama dan tidak mudah pecah atau  retak. Sahabat yang setia justru nilainya akan jauh melebihi saudara sendiri. Lihatlah banyak sahabat yang membangun persahabtannya secara luar biasa dan bahkan kemudian sanggup untuk saling memberi dan menolong dalam  aspek apapun. Namun jika persahabatan etsrebut tidak dibangun atas dasar kesetiaan sejati, maka akan sangat mudah untuk pecah dan mungkin malah saling menyerang.

Jika persahabatan tersebut memang atas dasar kesetiaan, apalagi kalau ditambah  dengan dasar keimnan, maka  akan mampu menjadikannya sebagai  menyatu dalam banyak hal. Jika sahabat lainnya sedang mengalami kesulitan dalam hal apapun, pasti sahabat lainnya akan berupaya meringankannya dan bahkan menutup kekurangannya.  Bahkan terkadang juga  sampai  memberikan pembiayaan pendidian kepada anak anak sahabatnya etrsebut hingga selesai sekolah dan pendidikannya.

Namun jika persahabatan tersebut tidak didasarkan kepada kesetiaan sejati, maka  jangankan untuk memebrikan pembiayaan pendidikan  anak anaknya, untuk sekedar memberikan pinjaman uang yang sangat dibutuhkan saja akan muncul alasan yang dibuat sehingga tidak mau membantu.  Persahabatan yang demikan tentu sangat rapuh dan hanya akan berjalan baik jika sedang dalam kondisi  menyenangkan, dan masing masing sedang  mendapatkan kesuksesan, namun jika salah satunya sedang jatuh, maka  yang satunya lagi pasti akan semakin menjauh.

Setia sekali lagi memang merupakan kata sakti yang akan mampu mempertahankan hubu8ngan diantara pihak pihak yang terkait.  Setia juga akan mampu menjaga kerahasiaan sesuatu tanpa ragu, karena dengan kesetiaan tersebut, orang akan mampu menyimpan rahasia yang mungkin sudah hamper jebol dan diketahui oleh masyarakat banyak. Hanya dengan kesetiaan iyu pulalah kita akan mampu mengandalkan  poisis tertentu untuk dapat bertahan lebih lama dalam emmberikan layanan kepada banyak orang.

Bahkan  hanya dengan kesetiaan itu pulalah yang akan membawa keberuntungan bagi kita jika kita menugaskan sesuatu  atau mendelegasikan sesuatu kepada pihak lain. Bayangkan saja jika kita mempunyai pekerja yang tidak setia, maka kita akan banyak mendapatkan kerugaian ketimbang keuntungan. Semoga kita  mampu memelihara kesetiaan yang benar dan didasarkan atas kebenaran juga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.