MEMERANGI HOAX

Bangsa kita merupakan bangsa yang relisgius dan sangat ramah terhadap manusia lainnya, termasuk merka yang belum dikenal sekalipun. Namun seiring dnegan berkembangnya teknologi informasi yang memungkinkan semua orang dapat dengan mudah mengetahui kebiasaan dan kejadian kejadian di luar lingkungannya bahkan di luar negaranya, maka banyak sekali hal hal baru yang dengan mudah disaksikan oleh masyarakat Indonesia.  Celakanya ada beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan oleh masyarakat lain yang kemudian tanpa disadari telah merasuk dan menjadi bagian dari diri masyarakat kita.

Pada akhirnya masyarakat kita tersebut dengan mudahnya melakukan hal hal yang dahulunya dianggap sebagai tabu dan tidak pantas dilakukan.  Apalagi ketika kemudan ada kompetisi diantara sesame anak bangsa yang tensinya semakin tinggi, maka  tanpa dapat dicegah hal hal buruk tersbeut akhirnya benar benar dipraktekkan oleh sebagian masyarakat kita, seperti membenci, mengatakan sesuatu tanpa fakta, memfitnah mengatakan hal hal buruk  tentang diri seseorang, bahkan ujaran kebencian selalu saja menyertai ucapan yang disampaikan dan lainnya.

Memang itu sangat disayangkan oleh kota semua terutama  kita yang masih menjeunjung tinggi kebuadaan kita dan kebiasaan baik, namun apa daya semua sudah berjalan dan sulit untuk dihentikan begitu saja. Kalaupun sudah ada tindakan yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu termasuk pihak keamanan dan pihak berwajib, namun rupanya  masih kalah dengan arus media social yang terus menyebarkan hal hal buruk tersebut.

Bahkan akhir akhir ini kita tahu ada pihak tertentu yang dengah sengaja memproduksi ujaran ujaramn kebencian dan hoaks  dan ditujukan kepada pihak pihak tertentu, bahkan ada kemungkinan bahwa produksi hoaks tersbeut sengaja untu dijual kepada pihak pihak tertentu dan kemudian juga penyebarannya. Ini sungguh sudah jauh dan melenceng dari kebiasaan dan adat istiadat bangsa kita serta  tentu bertentangan dengan ajaran agama kita.  Namun sekali lagi apa yang dapat kita lakukan saat ini?

Setidaknya kita harus mampu untuk mengendalikan diri kita, kemudian juga keluarga kita  dan melebar kepada lingkungan kita. Kalaupun  masih dirasakan sulit, tetapi kalau kita terus jalankan, ada kemungkinan bahwa penyebaran hoaks dan ujaran kebencian tersbeut akan semakin berkurang. Kepdulioan kita terhadap pemberantasan hal hal tersebut memang  sangat diperlukan dan  bahkan menjadi semacam kewajiban bagi kita yang masih menyimpan moral dalam hati kita.

Keprihatinan kita semakin menjadi jadi saat kita menyaksikan betapa anak anak kecil sudah terbiasa dengan ujaran kebencian dan pernyataan pernyataan yang menyakitkan pihak lain atau kata kata kotor yang tidak mungkin keluar dari anak anak zaman dahulu.  Terkadang kita dibuat tidak mengerti dengan ulah dan tindakan anak anak zaman sekarang, apakah mungkin disebabkan oleh maraknya arus informs yang begitu mudah didapatkan oleh mereka dari berbagai arah tanpa sensor sedikitpun atau karena sebab lainnya.

Pendidikan klarakter memkang menjadi sebuah keniscayaan bagi kita terutama bagi anak anak kita, karena dengan  itu kita dapat sedikit bernafas lega, sebab anak anak kita sudha mendapatkan tameng yang cukup kuat untuk menangkal berbagai macam adat yang sangat tidak sesuai dengan keinghinan kita dan juga agama kita. Sudah saatnya kita memperhatikan pemndidikan agama terhadap anak anak kita, sebagb dengan akhlak yang ditanamkan oleh agama, kita insya Allah akan semakin yakin bahwa arus budaya yang tidak ssuai dnegan budaya kita akan tetap tersaring, meskipun setiap saat melinta di hadapan mereka.

Namun sayangnya sekali lagi masyarakat kita rupanya belum sadar tentang hal tersebut sehingga mereka kurang memacu atau bahkan memrintahakna kepada anak anaknya untuk ngaji dan belajar tentang agama, baik secara formal maupun non formal. Kenyataan yang saat ini kita saksikan tentu sudah cukup bagi kita untuk menyadari hal tersebut, namun bagi mereka yang sampai saat ini masih asyik dengan pekerjaan masing masing dan sama sekali tidak tersadarkan oleh behaya terhadap masa depan anak anak mereka tentu sangat disayangkan.

Para pendidik tentu yang harus menyadari paling awal terhadap bahaya yang mengancam anak anak kita, karean merekalah yang paling dekat dnegan anak anak dan mereka pulalah yang selalu mendidik kepada mereka. Lalu bagaimana  ketika para pendidiik tersebut sama sekali tidak p[erhatian kepada anak didiknya, terutama dalam hal memberikan bimbingan terhadap hal baik yang seharusnya mereka lakukan dan meninggalkan hal hal buruk yang dapat membahayakan diri mereka.

Memerangi hoaks dan ujaran kebencian yang saat ini sudah mulai marak di kalangan anak anak kita tentunya juga harus dimulai dari sekolah dan tempat tempat belar, karena dari situlah akan dapat dilakukan upaya upaya yang bagus  agar mereka dengan sendirinya menyadari bahwa semua hal terkait dnegan ujartan kebencian dan hoaks adalah  hal yang semestinya dijauhi dan ditinggalkan jika ingin menjadi orang yang benar benar berguna dan bermasa depan baik.

Sementara itu para pendidik dan juga kita seharusnya  menjadikan diri kita sebagai teladan bagi semua orang, bukan saja  bagi keluarga kita sendiri, karena bagaimanapun kondisi baik dan buruknya bangsa  termasuk dalam kewajiban kita untuk merawat dan menjaganya .  Semakin kondisi masyartakat kita baik, maka  semakin memungkinkan bagi kita untuk lebih  memberikan harapan baik bagi anak anak dan juga masa depan mereka, tanpa harus melakukan sebuah ikhtiyar yang begitu berat.

Secara lebih umum para orang tua  seharusnya sudah mampu merqasakan betapa saat ini anak anak sudah terpengaruh oleh arus global yang sangat membahayakan terutama jika tidak disikapi dengan arif dan bijaksana.  Setiap kita sebagai orang tua memang harus selalu peduli dengan anak anak dan keluarga kita, yakni  dengan senantiasa mengingatkan dan memberikan nasehat baik bagi mereka agar mereka terus berada dalam jalan yang benar dan tidak mencoba berani melanggar aturan apapun.

Dalam kondisi yang bagaimanapu kita memang harus selalu berusaha untuk memkerangi ujaran kebencian tersebut dan juga hoaks, karena  penyakit itulah yang saat ini sangat berhaya dan bahkan dapat mematikan. Bukan saja  terhadap diri mereka yang melakukannya, melainkan juga kepada pihak lain yang dituju, walaupun mungkin sama sekali tidak disadarinya atau tidak dirasakannya. Untuk itu kita semua dan juga seluruh keluiarga kita harus kita  arahkan untuk mampu memerangi hal tersebut dengan gigih dan tanpa menyerah dan lelah.

Kita tidak boleh menyerah kepada keadaan dan  juga mungkin menyalahkan takdir, karena smeua itu sesungguhnya dapat kita upayakan dan sikapi dengan baik. Sikap menyerah kepada keadaan dan tidak mau berusaha dengan keras adalah sikap mereka yang lemah dan tidak pantas untuk menjadi pejuang  dan menjadi umat yang terbaik. Kita sangat berharap bahwa hidup kita di dunia yang hanya sekali ini akan dapat kita manfaatkan untuk menciptakan kemaslahatan bagi banyak orang dan sekaligus mampu menjadikan diri kita sebagai hamba yang baik di mata Tuhan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.