RASA CAPEK VS SENANG

Biasanya rasa capek akan segera hilang apabila dilanjtkan dengan kesenangan, bahkan dalam hal apapun teori tersebut akan selalu benar.  Sebagai contoh jika  ada orang mempunyai gawe mantu misalnya yang harus mempersiapkan segalanya bahkan seminggu sebelumnya, dana beberapa hari menjelang hari H biasanya juga sulit tidur atau memang terganggu tdurnya, sehingga sleuruh badan pasti akan terasa penat dan capek luar biasa, namun seiring dengan kesuksesan dalam penyelenggaraan gawe tersebut, maka seolah sleuruh capek yang ada menjadi hilang dan tidak terasakan kembali.

Tidak bedanya dengan sebuah pertandingan yang cukup melelahkan, semisal  ada sebuah klub yang sedang mempersiapkan pertandingan untuk merebut kejuaranaan tertentu, dan  latihan yang dijalaninya  begitu kerasa sehingga  seolah smeua tenaga menjadi habis terkerahkan untuk persiapan  semuanya.  Lalu pada saat menjalani pertandingan penentuan, yang semua kekuatan dicuraahkan untuk memenangkan pertandingan tersbeut. Dapat dirasakan betapa  capeknya  semua yang sudah di kerahkan tersbeut, sehingga seolaha semuanya sudah habis dan tinggal loyo atau capeknya.  Naau sekali lagi jika kemudian ada kemenangan di dalamnya  maka semua rasa capek tersebut pasti akan hilang sketika, karena sedang mendapatkan kesenangan yang tiada tara.

Baru baru ini kita semua warga  kampus juga merasakan betapa kesenangan itu mampu untuk mengusir dan menghilangkan kecapekan.  Saat kita smeua mempersiapkan semua persiapan untuk  akreditasi perguruan tinggi, maka semua potensi dan tenaga kita kerahkan untuk  mensukseskannya, dan  menjelang kehadiran para asesor juga semua nya kta kerahkan sehingga karena tidak imbangnya antara tenaga yang ada dengan  keinginan untuk tetap fit, maka terjadilan sedikit persoalan mengenai kesehatan pada sebagian kita.  Dan sambal menunggu hasilnya, kita menjadi semakin mersaakan betapa kesehatan kita terasa menurun. Namun begitu  hasilnya diketahui dan  sesuai dengan narapan, maka  seketika itu juga semuanya menjadi hilang.

Kita juga  sangat mengerti  ketika ada seorang ibu berusaha untuk melahirkan anaknya, betapa sakit yang dialminya, bahkan mungkin nyawa menjadi taruhannya, dia biasanya harus menangis menahan sakitnya dan  juga  mengeluarkan seluruh kemampuan dan tanaganya untuk mampu bertahan melahirkan anaknya.  Perjuangan yang maha berat tersebut sekalgus tuntas terbayar saat tangis bayi terdengar dan  anaknya telah lahir dengan selamat dan sehat, maka semua penderitaan, rasa skit dan lainnya seolah hilang tanpa bekas.

Kesimpulannya ialah bahwa rasa senang itu akan mampu menutup rasa sakit dan sejenisnya, kafrena itu kita mestinya  terus berusaha untuk selalu senang dan membahagiakan diri melalui apapun yang memungkinkan.  Terkadang rasa senang itu dapat dimenej melalui hati dan pikiran kita. Artinya jika hai dan pikiran kita terlalu banyak memikirkan sesuatu dan selalu khawatir, maka akibatnya kita akan mendapatkan rasa tidaj=k nyaman dan mungkin juga akan berpengaruh kepada kesehatan kita.  Dan sebaliknya jika kita  menyerahkan smeua persoalan hanya kepada Tuhan, pastinya kita akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan jiwa yang hakiki.

Untuk itu mari kita biasakan untuk selalu bahagisa, tertawa, dan sejenisnya, meskipun tidak terlalu sering dan kebanyakan, sebab sesuatu yang terlalu itu biasanya akan mudah habis dan  malah akan menjadi kondisi sebaliknya.  Tertawa itu sehat dan baik, namun kalua keseringan dan lupa dengan yang lain, maka akan berakibat menyengsarakan diri dan kita akan menyesalinya pada saatnya nanti.  Hidup memang harus dibuat rileks dan jangan terlalu banyak berpikir yang berat berat, karena itu juga akan dapat membuat diri kita semakin terpuruk.

Memang tidak mudah untuk mwngkodisikan rasa bag]hagia, bilamana hati kita sedang sedih, namun jika kita sudah terbiasa mengkondisikannya, pastinya kita akan mampu melakukannya.  Kepasrahan kita yang total kepada Tuhan, pastinya akan menolong kita untuk mengkondisikan diri kita yang demikian.  Untuk itu memang kita harus  sesering mungkin untuk latihan bahagia dan tertawa serta melupakan semua masalah berat yang ada di pikran dan menghingapi kita.

Salaha satu  hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh kebahagiana gresebut ialah dnegan jalan bersilaturrahim ke  tempat sahabat dan melakukan refressing bersama keluarga atau tidaka terlalu menyendiri dan memikirkan sesuatau sendirian.  Satu minggu sekali cobalah untuk berjalan dan menghirup udara bebas bersama dengan  kawan atau keluarga dan  memajalan diri dengan makanan yang disukai. Tau setidaknya sekedar berjalan jalan  mengunjungi  tempat yang mampu melupakan perdoalan berat dan bergurau dengan anak atau kawan.

Terkadang orang beralasan  terlalu banyak hal yang harus diselesaikan atau dipikirkana, sehingga sekedar untuk refressing saja tidak  dijalani, atau terkadang terlalu foku kepada pekerjaannya, sehingga pada hari libur juga masih memikirkan pekerjaan, maka akibatnya tidak sempat untuk hanya sekedar tersenyum atau tertawa lepas.  Akibat lebih lanjutnya ialah stress akan cepat enghinggapinya dan pada saatnya  penyakita akan mudah menyarangnya.  Sebelum semua terjadi mari pikirkan diri kita sendiri untuk banyak melakukan refressing dan  menyenagkan diri serta  menjadikan diri kita selalu bahagia.

Kita menyadari bahwa orang hidup memang tidak dapat terepas dari persoalan yang kalua kita biarkan pasti akan selalu dating silih berganti, namun jika kita mampy menyikapinya dengan bijak, maka semua persoalan akan dapat kita lokalisir sedemikian rupa dan tidak akan mengganggu  kita terutama pada saat kita memerlukan istirahat atau saat kita ingin santai menikmati karunia Tuhan.  Semuanya tergantung kepada kita sendiri, apakah kita ingin menjadikan diri kita santai dan senang ataukah diri kita selalu dikejar oleh pekerjaan yang menumpuk.

Sikap kita pastinya akan menentukan semuanya. Artinya kalua kita menuruti keinginan nafsu kita yang selalu ingin mendapatkan keuntungan berlipat dan  me numpuk harta, maka  pastinya kita tidak akan pernah  bersantai atau refressing, karena hati dan pikiran kita selalu mengarah epada pekerjaan dan pengembangan bisnis. Namun jika kita mampu mengelolanya sedemikian rupa, yakni  kita boleh serius dalam satu minggu untuk urusan pekerjaan dan bisnis, namun harus ada waktu meskipun satu harui untuk santai dan menghirup udara bebas di alam bebas, maka kita akan mampu menyikapi hidup dengan baik.

Sudah banyak contoh yanag terjadi di sekitar kita, apakah kita akan mengikuti mereka yang selalu berpikir tentang pekerjaan dan bisnis ataukah sebaliknya kita akan selalu tidak serius dan selalu bersantai atau mengkombinasikan diantara keduanya, yakni  ada masanya kita serius dengan pekerjaan dan bisnis dan ada kalanya kita harus santai untuk mengendorkan otot otot yang memang memerlukan istirahat.  Semuanya tergantung kepada kita masing masing. Namun kalua boleh meberikan  nasehat, maka yang terbaik ialah kita mampu mengkombinasikan antara sikap keduanya, yakni  sesekali kita serius dan sesakali kita santai.

Kita semua berharap agar kita  dapat menikmati hidup ini dengan nikmat dan sekaligus kita juga tidak melupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah dan  sekaligus  sebagai orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat.  Semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan kepada kita agar kita mampu menjalani hidup ini dengan baik, luar dan dalam, dunia dan akhirat,amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.