TEMPAT KEMBALI YANG ABADI MANUSIA

Saat ini manusia masih banyak yang belum menyadari bahwa tempat kembali mereka yang abadi itu ada di  akhirat. Biasanya mereka akan mengingat apapuin yang masih ada di dunia saja, ketika disinggung mengenai tempat tinggal, mereka pasti akan menjawab rumah yang sampai saat ini masih dihuni bersama seluruh keluarga.  Jarang sekali bahkan hamper tidak ada orang yang saat ditanya di manakah rumah tinggalnya? Lalu menjawab dengan tegas di akhirat, karena itu memang sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah.

Sebagaimana kita tahu bahwa pada saatnya nanti manusia itu akan dikelompokkan menjadi dua bagian, meskipun masing masing bagian juga  dibagi lagi kepada beberapa bagian yang lebih detail, akan tetapi secara garus besarnya hanya ada dua bagian, karena  tempat tinggal abadin mereka nantinya juga hanya ada dua saja.  Dua kelompok tersebt ialah kel9ompok mereka yang biasa disebut sebagai ashhabul yamin dan kelompok kedunya ialah yang biasa disebut sebagai ashhabus syimal.  Dalam bahasa sederhanyanya ialah mereka yang berada di kelompok orang baik dan mereka yang berada dalam kelompok orang  jahat.

Dua tempat tinggal yang abadi bagi mereka ialah neraka bagi mereka yang termasuk  jahat dan   surge  bagi merka yang baik.  Neraka merupakan tempat tinggal yang dipenuhi dengan sikssaan dan kondisi tidak menyenagkan bagi siapapun, termasuk penghuninya, sedangkan surge merupakan tempat yang santat nyaman dan menyenangkan, dipenuhi dengan kenikmatan dan pasti menyenangkan kepada siapapun yang menghuninya.

Penggambaran  yang dmeikian sesungguhnya sudah dibocorkan oleh para Nabi dan rasul Allah saw kepada umat, dengan tujuan agar mereka lebih memilih kepada surge ketimbang neraka. Hanya saja  karena sifat manusia yang  suka kep[ada hal hal yang sementara, maka manusia  kebanyakan justru malah memilih neraka, karena pada saat di dunia  itu lebih terasa dan menyennagkan, lebih mudah untuk dijalani dan  lebih menarik serta menyenangkan pada saat di dunia.

Di dalam kitab suci kita sudah cukup banyak diinformasikan bahwa antara surge dan neraka itu  berbeda sangat jelas, dan semua manusia dipersilahkan untuk memilihnya, tetapi syarat untuk mendapatkannya ialah harus dijalani saat masih di dunia, yakni secara umum harus mau mempercayai Allah swt, menjalankan smeua perintah Nya dan menjauhi seluruh larangan Nya serta selalu ebrbuat kebajikan kepada siapapun.  Artinya  menabung atau investasi dalam rangka mendapatkan surge itu  harus dilakukan pada saat masih menjalani hidup di dunia, karena pada saat sudah berada di luar dunia, semua sudah berakhir.

Jika manusia tidak melakukan persyaratan tersebut itu berarti mereka lebih memilih tempatnya di neraka, karena untuk mendapatkan neraka, orang  tidak pel;u repot repot, bahkan  apapun yang diingini di dunia ini dapat dijalani tanpa beban apapun.  Itu merupakan konsekwensi yang sangatlogis, dan manusia sejatinya juga sudah paham dengan  surag dan nerakan, tetapi terkadang manusia meremehkan dan sama sekali tidak mempertimbangkannya dengan matang sehingga menganggapnya sebagai angina lalu saja, dan baru saat telah berada di akhiratlah akan merasakan  betapa menyesalnya mereka.

Pada saat manusia masih ada di muka  bumi, mungkin ada yang mempunyai banyak harta dan mampu membangun istana megah yang seolah tidak akan  beruba atau bahkan  mereka mengiranya akan abadi di dalamnya, sebagaimana pemahaman kaum dahulu, namun jika mereka mau menggunakan akal sehatnya, pasti juga akan sampai kepada kesimpulan bahwa  hidup di dunia itu hanya sementara dan dibatasi oleh takdirnya sendiri.  Sudah banya kejadian yang disaksikannya, yakni kematian manusia yang kemudian dikuburkan dan habis cerita.

Ini sesungguhnya juga merupakan pelajaran yang sangat ebrharga bagio manusia karena dengan keterbatasan yang dimiliki oleh mereka, memastikan bahwa mereka tidak akan mungkin mampu menentukan nasibnya sendiri, melainkan akan ditentukan oleh pihak lain, dalam hal ini ialah Tuhan. Untuk itu sekali lagi seharusnya manusia  mampu mencerna ini dan kemudian berbanh diri untuk memahami kehidupan dan  lebih mengenal Tuhan serta  mendekat kepada Nya untuk mendapatkan kasih dan saying Nya.

Beruntunglah bagi mereka yng ingat bahwa kekuasaan Tuhan itu mutlak dan tidak terbatas bahkan hingga di alam akhirat, lalu mereka  menyartakan diri tuntuk dan patuh kepada Nya, dan hanay kepada Nyalah seluruh hidupnya digantungkan. Karena dengan kepasrahan yang demikian orang akan  sadar dengan ketulusan hatinya bahwa ada kekuatan yang super yang mengendalikan dan menentukan nasibnya, bukan dirinya sendiri, meskipun mungkin dia sangat dihormati dan ditakuti oleh banyak orang.

Memang bagi orang yang tidak mempercayai Tuhan, akan sulit untuk diyakinkan bahwa di akhirat nanti akan ada perhitungan dan balaan bagi manusia.  Sesungguhnya bagi mereka yang mau menggunakan akal sehatnya, pasti akan mampu menemukan sebuah kesimpulan bahwa  di alam akhirat memang harus ada oerhitungan, karena saat di dunia masih terlalu banyak hal hal yang belum selesai perhitungannya sehingga kalau  hanya sampai di dunia ini saja, akan banyak ketidak adilan yang tidak tuntas.  Karena itu adanya alam akhirat sebagai tempat balasan akan menyempurnakan konsep keadilan itu sendiri.

Coba bayangkan jika ada orang yang mempunyai masalah besar yang tidak mampu diselesaikannya di dunia, lal;u dia mati, lalu bagaimana cara penyelesaian yang adil baginya? Atau jika ada orang yang berhutang kepada orang lain, dan karena keberatan membayarnya lalu dia mencari jalan pintas bunuh diri yang dianggapnya semua urusan sudah selesai, lalu bagaimana tanggung jawabnya atas utang yang belum dibayarnya? Itulah mengapa masih ada kesempatan di akhirat yang tidak aka nada yang dapat mengelak dari apapun yang telah dilakukannya di dunia.

Kalaupun kita tidak perlu susah susah menggunakan akal pikiran yang sehat, tetapi kita hanya cukup meyakini ajaran agama kita yang menginformasikan  tentang kehidupan akhirat yang demikian banyak di berulang, tentu kita akan semakin yakin bahwa semua informasi tersbeut adalah benar adanya.  Pada saat ini hal terpenting  untuk kita ialah bagaimana kita mampu myakinkan diri agar selalu ingat akhirat  dan kemudian juga mempersiapkan untuk kehidupan di sana.  Karena hanya dnegan itulah kita akan senantiasa terbimbing untuk cenderung melakukan hal hal positif dan bermanfaat.

Dengan bersandar kepada keyakinan akan adanya pembalasan di akhirat tersebut, kita tidak perlu ragu bahwa kita tidak akan mendapatkan perlakuan yang adil, karena kalupun di dunia ini masih tersisa  keadilan yang belum terpenuhi, pasti di akhirat yang tuntas.  Kita juga tidak perlu meragukan hakim di akhirat yang curang atau  dapat  diakali, karena semuanya itu menjadi hak Tuhan yang tidak mungkin lupa atau curang atau sifat negative lainnya.  Allah itu Maha Sempurna dan Adil yang  sempurna.

Untuk itu sekali lagi mari kita mempersiapkan diri untuk kehidupan kita yang abadi di akhirat dnegan memperbanyak kebajikan, baik secara individu maupun secara social. Kita sangat yakin bahwa  apapun kebaikan yang kita jalani pasti akan mendapatkan balasannya, baik di dunia maupun pastinya di akhirat nanti, tempat kembali kita yang hakiki.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.